Vertigo sentral sebagai manifestasi klinis awal pada pasien butterfly glioma corpus callosum : sebuah kasus jarang
Introduction: There have been very few cases of glioma in the corpus callosum documented this far. Butterfly glioblastoma in the corpus callosum is 2.9% of all instances and the median overall survival is six months. Gliomas frequently cause headaches, elevated intracranial pressure, cognitive decline (difficulty thinking and understanding, memory issues), seizures, and personality changes. Central vertigo, however, is not a typical symptom of corpus callosum glioma, according to the literature Central vertigo is an uncommon early symptom in patients with butterfly glioma in the corpus callosum, and this case report intends to describe a patient with this condition who experienced it. Case Presentation: A 75-year-old male patient came to the emergency room with complaints of dizziness, nausea, and vomiting. After 3 days of treatment in the hospital, the patient complained of a severe headache. Motor examination found hemiparesis flaccid dextra grade 4. Sensory examination was normal, the patient said there were no complaints about vision. Nystagmus was positive. MRI examination of the head with contrast showed an impression that pointed to a butterfly glioma of the posterior corpus callosum (splenium) with a differential diagnosis of primary CNS lymphoma. The patient in this case was diagnosed with central vertigo et causa primary cerebral tumor (butterfly glioma) with a differential diagnosis of primary CNS lymphoma. Conclusion: In this case, patient with butterfly glioma had vertigo as an early symptom, where vertigo is a rare manifestation in cases of butterfly glioma in the corpus callosum. In glioma patients, symptoms generally show headache, vomiting, seizures, decreased consciousness as symptoms of increased intracranial pressure (ICP). In previous studies, vertigo was rarely found as an early manifestation in cases of glioma and vertigo symptoms can be caused by pressure on the cerebellum. Further examination is needed to determine the exact diagnosis of the case. Pendahuluan: Glioma pada corpus callosum merupakan kasus yang jarang dilaporkan hingga saat ini. Prevalensi glioblastoma butterfly pada corpus callosum adalah 2,9% dari semua kasus dan median overall survival mencapai 6 bulan. Gejala umum glioma meliputi gejala peningkatan tekanan intrakranial, sakit kepala, penurunan kognitif (masalah memori, kesulitan berpikir dan memahami), kejang, dan perubahan kepribadian. Namun, menurut literatur, vertigo sentral bukan merupakan manifestasi umum dari glioma corpus callosum. Manifestasi ini dapat terjadi karena adanya desakan di cerebellum. Laporan kasus ini bertujuan untuk memaparkan kasus pasien butterfly glioma dengan manifestasi klinis awal vertigo sentral yang merupakan gejala awal yang jarang terjadi pada pasien butterfly glioma pada corpus callosum. Kasus: Pasien laki-laki berusia 75 tahun datang ke IGD dengan keluhan pusing berputar, mual, dan muntah. Setelah perawatan selama tiga hari di rumah sakit, pasien mengeluh nyeri kepala yang terasa berat. Pemeriksaan motorik didapatkan hemiparesis flaksid desktra grade 4. Pemeriksaan sensorik dalam batas normal, pasien mengatakan tidak ada keluhan pada penglihatan. Nistagmus didapatkan positif. Pemeriksaan MRI kepala dengan kontras menunjukkan kesan yang mengarah pada gambaran butterfly glioma corpus callosum posterior (splenium) dengan diagnosis banding primary CNS lympoma. Pasien pada kasus ini yang didiagnosis dengan vertigo sentral et causa tumor serebri primer (butterfly glioma) dengan diagnosis banding primary CNS lymphoma. Simpulan: Pada kasus ini pasien dengan butterfly glioma didapatkan vertigo sebagai gejala awal, dimana vertigo merupakan manifestasi jarang pada kasus glioma butterfly pada corpus callosum. Pada pasien glioma umumnya menunjukan gejala nyeri kepala, muntah, kejang, penurunan kesadaran sebagai gejala peningkatan tekanan intracranial (TIK). Pada penelitian sebelumnya jarang dijumpai vertigo sebagai manifestasi awal pada kasus glioma dan gejala vertigo dapat disebabkan oleh penekanan terhadap cerebellum. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk menentukan diagnosis pasti dari kasus.
Authors
- Ni Nyoman Wahyuni (ORCID: https://orcid.org/0000-0002-0721-5122)
- Tjok Istri Putra Parwati
- Ayu Priyani Pathmanathan
- Ida Bagus Kade Satyagraha
- Ni Luh Putu Widhyapsari Jayanti
Institutions
- Rumah Sakit Dokter Soetomo (ID)
- Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar (ID)
Publication Details
- Journal
- Intisari Sains Medis
- Published
- 2025-08-11
- DOI
- https://doi.org/10.15562/ism.v16i2.2399
- Primary Topic
- Sports and Physical Education Research
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00