Proporsi penggunaan piranti dengar dan hubungannya dengan gangguan pendengaran pada mahasiswa yang melaksanakan perkuliahan daring di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Background: During the Covid-19 pandemic, the use of hearing devices and online lectures increased rapidly. However, this can trigger hearing loss. This study aims to identify the relationship between the proportion of hearing device use and hearing loss in students of the Faculty of Medicine, Udayana University. Methods: A cross-sectional study was conducted on 167 students with a questionnaire. Inclusion criteria were active students aged 18-22 years and willing to participate. Exclusion criteria were having congenital hearing loss, a history of ear disease unrelated to noise exposure, and incomplete questionnaire completion. Data analysis was performed using the Fisher Test. It’s processed using Microsoft Excel and Statistical Package for Social Science (SPSS). Results: As many as 90 people (53.9%) dominate hands-free use. The majority have used hearing devices for >2 years, as many as 97 people (58.1%). The frequency of use per week is dominated for 1 and 3 days by as many as 44 people (26.3%). The duration of use the most per day is 1 - 3 hours as many as 87 people (52.1%) and 107 people (64.1%) listen at moderate volume. As many as 155 people (92.81%) did not show hearing loss. No significant relationship was found between the type, frequency, duration, and volume of hearing device use with hearing loss. Conclusion: Most students don’t experience hearing loss due to hearing devices. There is no significant relationship between the use of hearing devices and hearing loss in students of the Faculty of Medicine, Udayana University, who take online lectures. Latar Belakang: Penggunaan piranti dengar meningkat pesat seiring dengan perkuliahan daring selama Pandemi Covid-19. Namun, hal ini dapat memicu gangguan pendengaran. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan proporsi penggunaan piranti dengar dengan gangguan pendengaran pada mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana. Metode: Penelitian cross-sectional dilakukan pada 167 mahasiswa dengan kuesioner. Kriteria inklusi adalah mahasiswa aktif, berusia 18 – 22 tahun, dan bersedia ikut serta. Kriteria eksklusi adalah memiliki gangguan pendengaran kongenital, riwayat penyakit telinga yang tidak berhubungan dengan paparan bising, dan pengisian kuesioner tidak lengkap. Analisis data dilakukan menggunakan Uji Fisher, diolah menggunakan Microsoft Excel serta Statistical Package for the Social Science (SPSS). Hasil: Sebanyak 90 orang (53,9%) mendominasi penggunaan handsfree. Mayoritas sudah menggunakan piranti dengar selama >2 tahun sebanyak 97 orang (58,1%). Frekuensi penggunaan per minggu didominasi selama 1 dan 3 hari sebanyak 44 orang (26,3%). Durasi penggunaannya terbanyak dalam per hari adalah 1 – 3 jam sebanyak 87 orang (52,1%) dan 107 orang (64,1%) mendengarkan dalam volume sedang. Sebanyak 155 orang (92,81%) tidak menunjukkan gangguan pendengaran. Tidak ditemukan hubungan signifikan antara jenis, frekuensi, durasi, dan volume penggunaan piranti dengar dengan gangguan pendengaran. Simpulan: Sebagian besar mahasiswa tidak mengalami gangguan pendengaran akibat piranti dengar. Tidak terdapat hubungan signifikan antara penggunaan piranti dengar dengan gangguan pendengaran pada mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana yang melaksanakan perkuliahan daring.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Intisari Sains Medis
Published
2025-02-10
DOI
https://doi.org/10.15562/ism.v16i1.2278
Primary Topic
Public Health and Nutrition
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Proporsi penggunaan piranti dengar dan hubungannya dengan gangguan pendengaran pada mahasiswa yang melaksanakan perkuliahan daring di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Made Lely Rahayu, Komang Andi Dwi Saputra, Erick Gonata, Ni Putu Oktaviani Rinika Pranitasari
Intisari Sains Medis
Public Health and Nutrition
article

Proporsi penggunaan piranti dengar dan hubungannya dengan gangguan pendengaran pada mahasiswa yang melaksanakan perkuliahan daring di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Made Lely Rahayu, Komang Andi Dwi Saputra, Erick Gonata, Ni Putu Oktaviani Rinika Pranitasari
article en

Abstract

Background: During the Covid-19 pandemic, the use of hearing devices and online lectures increased rapidly. However, this can trigger hearing loss. This study aims to identify the relationship between the proportion of hearing device use and hearing loss in students of the Faculty of Medicine, Udayana University. Methods: A cross-sectional study was conducted on 167 students with a questionnaire. Inclusion criteria were active students aged 18-22 years and willing to participate. Exclusion criteria were having congenital hearing loss, a history of ear disease unrelated to noise exposure, and incomplete questionnaire completion. Data analysis was performed using the Fisher Test. It’s processed using Microsoft Excel and Statistical Package for Social Science (SPSS). Results: As many as 90 people (53.9%) dominate hands-free use. The majority have used hearing devices for >2 years, as many as 97 people (58.1%). The frequency of use per week is dominated for 1 and 3 days by as many as 44 people (26.3%). The duration of use the most per day is 1 - 3 hours as many as 87 people (52.1%) and 107 people (64.1%) listen at moderate volume. As many as 155 people (92.81%) did not show hearing loss. No significant relationship was found between the type, frequency, duration, and volume of hearing device use with hearing loss. Conclusion: Most students don’t experience hearing loss due to hearing devices. There is no significant relationship between the use of hearing devices and hearing loss in students of the Faculty of Medicine, Udayana University, who take online lectures. Latar Belakang: Penggunaan piranti dengar meningkat pesat seiring dengan perkuliahan daring selama Pandemi Covid-19. Namun, hal ini dapat memicu gangguan pendengaran. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan proporsi penggunaan piranti dengar dengan gangguan pendengaran pada mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana. Metode: Penelitian cross-sectional dilakukan pada 167 mahasiswa dengan kuesioner. Kriteria inklusi adalah mahasiswa aktif, berusia 18 – 22 tahun, dan bersedia ikut serta. Kriteria eksklusi adalah memiliki gangguan pendengaran kongenital, riwayat penyakit telinga yang tidak berhubungan dengan paparan bising, dan pengisian kuesioner tidak lengkap. Analisis data dilakukan menggunakan Uji Fisher, diolah menggunakan Microsoft Excel serta Statistical Package for the Social Science (SPSS). Hasil: Sebanyak 90 orang (53,9%) mendominasi penggunaan handsfree. Mayoritas sudah menggunakan piranti dengar selama >2 tahun sebanyak 97 orang (58,1%). Frekuensi penggunaan per minggu didominasi selama 1 dan 3 hari sebanyak 44 orang (26,3%). Durasi penggunaannya terbanyak dalam per hari adalah 1 – 3 jam sebanyak 87 orang (52,1%) dan 107 orang (64,1%) mendengarkan dalam volume sedang. Sebanyak 155 orang (92,81%) tidak menunjukkan gangguan pendengaran. Tidak ditemukan hubungan signifikan antara jenis, frekuensi, durasi, dan volume penggunaan piranti dengar dengan gangguan pendengaran. Simpulan: Sebagian besar mahasiswa tidak mengalami gangguan pendengaran akibat piranti dengar. Tidak terdapat hubungan signifikan antara penggunaan piranti dengar dengan gangguan pendengaran pada mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana yang melaksanakan perkuliahan daring.

Intisari Sains MedisVol. 16(1)
Udayana University (ID), Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar (ID)
Openalex Percentile: Top 61%
Public Health and Nutrition
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.