Korelasi hubungan konsumsi kafein dengan sakit kepala, kelelahan dan iritabilitas: tinjauan sistematik dan meta-analisis

Background: Caffeine is a widely consumed stimulant that impacts the central nervous system, often used to enhance alertness and reduce fatigue. According to the Basic Health Research or “Riset Kesehatan Dasar” (Riskesdas), 31.5% of Indonesians consume caffeinated beverages more than once daily, raising concerns about its potential side effects. However, its correlation with adverse symptoms like headaches, fatigue, and irritability remains unclear, necessitating further investigation particularly in systematic review and meta-analysis. Methods: This study utilized a systematic review and meta-analysis approach to synthesize data from eight studies retrieved from PubMed and Cochrane databases. The analysis assessed the relationship between caffeine consumption and three outcomes: headache, fatigue, and irritability. Data from the selected studies were analyzed using fixed-effects or random-effects models, depending on heterogeneity levels. Results: This meta-analysis assessed the relationship between caffeine consumption and its potential effects on headache, fatigue, and irritability. For headache, data from seven studies with low heterogeneity (I² = 37%) analyzed using a fixed-effects model showed odds ratios ranging from 0.91 to 2.13, crossing the no-effect boundary, indicating no significant association. Fatigue was examined in five studies using the Visual Analogue Scale (VAS), with high heterogeneity (I² = 85%) necessitating a random-effects model; the mean differences ranged from -18.10 to 2.76, with confidence intervals exceeding zero. Similarly, for irritability, six studies analyzed using the INASH method revealed substantial heterogeneity (I² = 90%), and the random-effects model produced mean differences from -16.59 to 0.53, again crossing the no-effect threshold. Overall, the findings showed no significant correlation between caffeine consumption and the three evaluated outcomes. Conclusion: This meta-analysis concluded that caffeine consumption is not significantly associated with headache, fatigue, or irritability. While these findings suggest minimal risk, the high heterogeneity in fatigue and irritability analyses highlights the need for further well-designed studies to validate these results. Latar Belakang: Kafein adalah stimulan yang banyak dikonsumsi dan memengaruhi sistem saraf pusat, sering digunakan untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi kelelahan. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), 31,5% masyarakat Indonesia mengonsumsi minuman berkafein lebih dari sekali sehari, menimbulkan kekhawatiran tentang potensi efek sampingnya. Namun, korelasinya dengan gejala seperti sakit kepala, kelelahan, dan iritabilitas masih belum jelas, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan sistematik dan meta-analisis untuk menganalisis data dari delapan studi yang diambil dari basis data PubMed dan Cochrane. Analisis ini mengevaluasi hubungan antara konsumsi kafein dan tiga luaran utama: sakit kepala, kelelahan, dan iritabilitas. Data dari studi yang terpilih dianalisis menggunakan model efek tetap atau efek acak, tergantung pada tingkat heterogenitasnya. Hasil: Meta-analisis ini menilai hubungan antara konsumsi kafein dengan efek potensial terhadap sakit kepala, kelelahan, dan iritabilitas. Untuk sakit kepala, data dari tujuh studi dengan heterogenitas rendah (I² = 37%) dianalisis menggunakan model efek tetap, menghasilkan rasio odds antara 0,91 hingga 2,13 yang melintasi batas tanpa efek, menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan. Kelelahan dianalisis dalam lima studi menggunakan Visual Analogue Scale (VAS), dengan heterogenitas tinggi (I² = 85%) yang memerlukan model efek acak; perbedaan rata-rata berkisar antara -18,10 hingga 2,76 dengan interval kepercayaan yang melewati nol. Demikian pula, untuk iritabilitas, enam studi yang dianalisis menggunakan metode INASH menunjukkan heterogenitas substansial (I² = 90%), dan model efek acak menghasilkan perbedaan rata-rata dari -16,59 hingga 0,53, yang juga melintasi batas tanpa efek. Secara keseluruhan, temuan menunjukkan tidak ada korelasi yang signifikan antara konsumsi kafein dan ketiga luaran yang dievaluasi. Kesimpulan: Meta-analisis ini menyimpulkan bahwa konsumsi kafein tidak secara signifikan berhubungan dengan sakit kepala, kelelahan, atau iritabilitas. Meskipun temuan ini menunjukkan risiko yang minimal, tingkat heterogenitas yang tinggi dalam analisis kelelahan dan iritabilitas menggarisbawahi perlunya studi lebih lanjut yang dirancang dengan baik untuk memvalidasi hasil ini.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Intisari Sains Medis
Published
2024-12-30
DOI
https://doi.org/10.15562/ism.v15i3.2231
Primary Topic
Methodologies in Health Research and Practice
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Korelasi hubungan konsumsi kafein dengan sakit kepala, kelelahan dan iritabilitas: tinjauan sistematik dan meta-analisis

I Kadek Artawan, I Made Satria Wibawa, I Putu Prayoga Ratha
Intisari Sains Medis
Methodologies in Health Research and Practice
article

Korelasi hubungan konsumsi kafein dengan sakit kepala, kelelahan dan iritabilitas: tinjauan sistematik dan meta-analisis

I Kadek Artawan, I Made Satria Wibawa, I Putu Prayoga Ratha
article en

Abstract

Background: Caffeine is a widely consumed stimulant that impacts the central nervous system, often used to enhance alertness and reduce fatigue. According to the Basic Health Research or “Riset Kesehatan Dasar” (Riskesdas), 31.5% of Indonesians consume caffeinated beverages more than once daily, raising concerns about its potential side effects. However, its correlation with adverse symptoms like headaches, fatigue, and irritability remains unclear, necessitating further investigation particularly in systematic review and meta-analysis. Methods: This study utilized a systematic review and meta-analysis approach to synthesize data from eight studies retrieved from PubMed and Cochrane databases. The analysis assessed the relationship between caffeine consumption and three outcomes: headache, fatigue, and irritability. Data from the selected studies were analyzed using fixed-effects or random-effects models, depending on heterogeneity levels. Results: This meta-analysis assessed the relationship between caffeine consumption and its potential effects on headache, fatigue, and irritability. For headache, data from seven studies with low heterogeneity (I² = 37%) analyzed using a fixed-effects model showed odds ratios ranging from 0.91 to 2.13, crossing the no-effect boundary, indicating no significant association. Fatigue was examined in five studies using the Visual Analogue Scale (VAS), with high heterogeneity (I² = 85%) necessitating a random-effects model; the mean differences ranged from -18.10 to 2.76, with confidence intervals exceeding zero. Similarly, for irritability, six studies analyzed using the INASH method revealed substantial heterogeneity (I² = 90%), and the random-effects model produced mean differences from -16.59 to 0.53, again crossing the no-effect threshold. Overall, the findings showed no significant correlation between caffeine consumption and the three evaluated outcomes. Conclusion: This meta-analysis concluded that caffeine consumption is not significantly associated with headache, fatigue, or irritability. While these findings suggest minimal risk, the high heterogeneity in fatigue and irritability analyses highlights the need for further well-designed studies to validate these results. Latar Belakang: Kafein adalah stimulan yang banyak dikonsumsi dan memengaruhi sistem saraf pusat, sering digunakan untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi kelelahan. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), 31,5% masyarakat Indonesia mengonsumsi minuman berkafein lebih dari sekali sehari, menimbulkan kekhawatiran tentang potensi efek sampingnya. Namun, korelasinya dengan gejala seperti sakit kepala, kelelahan, dan iritabilitas masih belum jelas, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan sistematik dan meta-analisis untuk menganalisis data dari delapan studi yang diambil dari basis data PubMed dan Cochrane. Analisis ini mengevaluasi hubungan antara konsumsi kafein dan tiga luaran utama: sakit kepala, kelelahan, dan iritabilitas. Data dari studi yang terpilih dianalisis menggunakan model efek tetap atau efek acak, tergantung pada tingkat heterogenitasnya. Hasil: Meta-analisis ini menilai hubungan antara konsumsi kafein dengan efek potensial terhadap sakit kepala, kelelahan, dan iritabilitas. Untuk sakit kepala, data dari tujuh studi dengan heterogenitas rendah (I² = 37%) dianalisis menggunakan model efek tetap, menghasilkan rasio odds antara 0,91 hingga 2,13 yang melintasi batas tanpa efek, menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan. Kelelahan dianalisis dalam lima studi menggunakan Visual Analogue Scale (VAS), dengan heterogenitas tinggi (I² = 85%) yang memerlukan model efek acak; perbedaan rata-rata berkisar antara -18,10 hingga 2,76 dengan interval kepercayaan yang melewati nol. Demikian pula, untuk iritabilitas, enam studi yang dianalisis menggunakan metode INASH menunjukkan heterogenitas substansial (I² = 90%), dan model efek acak menghasilkan perbedaan rata-rata dari -16,59 hingga 0,53, yang juga melintasi batas tanpa efek. Secara keseluruhan, temuan menunjukkan tidak ada korelasi yang signifikan antara konsumsi kafein dan ketiga luaran yang dievaluasi. Kesimpulan: Meta-analisis ini menyimpulkan bahwa konsumsi kafein tidak secara signifikan berhubungan dengan sakit kepala, kelelahan, atau iritabilitas. Meskipun temuan ini menunjukkan risiko yang minimal, tingkat heterogenitas yang tinggi dalam analisis kelelahan dan iritabilitas menggarisbawahi perlunya studi lebih lanjut yang dirancang dengan baik untuk memvalidasi hasil ini.

Intisari Sains MedisVol. 15(3)
Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito (ID)
Openalex Percentile: Top 58%
Methodologies in Health Research and Practice
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.