Strategi Manajemen Pendidikan Inklusif di Era Society 5.0, Merangkul Keberagaman dalam Lingkungan Pembelajaran Digital

This research aims to identify and analyze the challenges faced by the education sector in the era of Society 5.0, as well as how the education system can adapt to rapid technological and social changes. The era of Society 5.0 is characterized by the integration of the physical and digital worlds, which impacts various aspects of life, including education. This study uses a qualitative approach with literature review and in-depth interviews with educators, academics, and education practitioners. The findings show that the main challenges in education in the era of Society 5.0 include the digital divide, the need for curriculum updates, and limited digital skills among educators and learners. Additionally, there are obstacles in facilitating technology-based learning and developing learners' character to adapt to rapid changes. This study suggests the need for enhanced digital training for educators, the involvement of government policies supporting educational innovation, and collaboration between the education sector and the technology industry to optimize the potential of Society 5.0 in the education field. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tantangan yang dihadapi sektor pendidikan di era Society 5.0, serta bagaimana sistem pendidikan dapat beradaptasi dengan perubahan teknologi dan sosial yang pesat. Era Society 5.0 ditandai dengan integrasi antara dunia fisik dan dunia digital, yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan wawancara mendalam dengan para pendidik, akademisi, dan praktisi pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam pendidikan di era Society 5.0 meliputi kesenjangan akses teknologi, kebutuhan akan pembaruan kurikulum, serta keterampilan digital yang masih terbatas di kalangan pendidik dan peserta didik. Selain itu, terdapat hambatan dalam memfasilitasi pembelajaran berbasis teknologi dan membangun karakter peserta didik yang adaptif terhadap perubahan cepat. Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan pelatihan digital bagi pendidik, peran serta kebijakan pemerintah yang mendukung inovasi pendidikan, serta kolaborasi antara sektor pendidikan dan industri teknologi untuk mengoptimalkan potensi Society 5.0 dalam dunia pendidikan.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
MANAGIERE Journal of Islamic Educational Management
Published
2025-06-22
DOI
https://doi.org/10.35719/managiere.v3i2.2349
Primary Topic
Educational Methods and Media Use
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Strategi Manajemen Pendidikan Inklusif di Era Society 5.0, Merangkul Keberagaman dalam Lingkungan Pembelajaran Digital

Ratna Ayu Lestari
MANAGIERE Journal of Islamic Educational Management
Educational Methods and Media Use
article

Strategi Manajemen Pendidikan Inklusif di Era Society 5.0, Merangkul Keberagaman dalam Lingkungan Pembelajaran Digital

Ratna Ayu Lestari
article en

Abstract

This research aims to identify and analyze the challenges faced by the education sector in the era of Society 5.0, as well as how the education system can adapt to rapid technological and social changes. The era of Society 5.0 is characterized by the integration of the physical and digital worlds, which impacts various aspects of life, including education. This study uses a qualitative approach with literature review and in-depth interviews with educators, academics, and education practitioners. The findings show that the main challenges in education in the era of Society 5.0 include the digital divide, the need for curriculum updates, and limited digital skills among educators and learners. Additionally, there are obstacles in facilitating technology-based learning and developing learners' character to adapt to rapid changes. This study suggests the need for enhanced digital training for educators, the involvement of government policies supporting educational innovation, and collaboration between the education sector and the technology industry to optimize the potential of Society 5.0 in the education field. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tantangan yang dihadapi sektor pendidikan di era Society 5.0, serta bagaimana sistem pendidikan dapat beradaptasi dengan perubahan teknologi dan sosial yang pesat. Era Society 5.0 ditandai dengan integrasi antara dunia fisik dan dunia digital, yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan wawancara mendalam dengan para pendidik, akademisi, dan praktisi pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam pendidikan di era Society 5.0 meliputi kesenjangan akses teknologi, kebutuhan akan pembaruan kurikulum, serta keterampilan digital yang masih terbatas di kalangan pendidik dan peserta didik. Selain itu, terdapat hambatan dalam memfasilitasi pembelajaran berbasis teknologi dan membangun karakter peserta didik yang adaptif terhadap perubahan cepat. Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan pelatihan digital bagi pendidik, peran serta kebijakan pemerintah yang mendukung inovasi pendidikan, serta kolaborasi antara sektor pendidikan dan industri teknologi untuk mengoptimalkan potensi Society 5.0 dalam dunia pendidikan.

MANAGIERE Journal of Islamic Educational ManagementVol. 3(2)
Universitas Pgri Banyuwangi (ID)
Openalex Percentile: Top 60%
Educational Methods and Media Use
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.