ANALISIS PENGARUH BAKTERI BACILLUS SUBTILIS TERHADAP PARAMETER KUAT GESER PADA TANAH LANAU

In some cases, the land used to erect a building has soil that does not have a bearing capacity that is suitable for the building to be erected. Therefore, the use of additives is sometimes necessary to increase the bearing capacity value of the soil. One type of additive that can be used is bacteria. However, only some bacteria can be used to increase the bearing capacity of the soil. An example of bacteria that can be used is Bacillus Subtilis, which is a gram-positive bacteria that is rod-shaped and one-celled. In general, bacteria that are given to the soil need to be tended to so that the bacteria can work optimally. After the soil has been cured, the soil can be tested through the Unconfined Compression Test (UCT) or free compressive strength test to obtain the shear strength parameter of soil. The results of this study prove that the use of Bacillus subtilis bacteria can significantly increase soil shear strength, with the maximum increase reaching 276,89% at a concentration of 8% and a 15-day curing period. However, after 25 days, there was a decrease in soil strength due to reduced bacterial activity caused by limited nutrients in the soil. Abstrak Pada beberapa kasus, lahan yang digunakan untuk mendirikan sebuah bangunan memiliki tanah yang bersifat lembek atau tidak memiliki daya dukung yang sesuai dengan bangunan yang akan didirikan. Maka dari itu, penggunaan zat aditif terkadang diperlukan untuk meningkatkan nilai daya dukung dari tanah di lapangan. Salah satu jenis zat aditif yang dapat digunakan adalah bakteri. Namun tidak sembarang bakteri yang digunakan untuk meningkatkan daya dukung tanah. Salah satu contoh bakteri yang dapat digunakan adalah Bacillus Subtilis, dimana bakteri ini adalah bakteri gram positif yang berbentuk batang dan bersel satu. Pada umumnya, bakteri yang diberikan kepada tanah perlu didiamkan terlebih dahulu atau diperam agar bakteri dapat bekerja dengan maksimal. Setelah tanah diperam dalam waktu yang telah ditetapkan sebelumnya, maka tanah dapat diuji melalui pengujian Unconfined Compression Test (UCT) atau kuat tekan bebas guna untuk mendapatkan parameter kuat geser tanah. Parameter kuat geser tanah yang didapatkan ini akan digunakan untuk menentukan apakah tanah yang diuji ini layak untuk dibangun sebuah gedung atau bangunan lainnya di atasnya.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
JMTS Jurnal Mitra Teknik Sipil
Published
2025-08-08
DOI
https://doi.org/10.24912/jmts.v8i3.34210
Primary Topic
Microbial Applications in Construction Materials
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

ANALISIS PENGARUH BAKTERI BACILLUS SUBTILIS TERHADAP PARAMETER KUAT GESER PADA TANAH LANAU

Fernando Valentino Ritung, Andryan Suhendra
JMTS Jurnal Mitra Teknik Sipil
Microbial Applications in Construction Materials
article

ANALISIS PENGARUH BAKTERI BACILLUS SUBTILIS TERHADAP PARAMETER KUAT GESER PADA TANAH LANAU

Fernando Valentino Ritung, Andryan Suhendra
article en

Abstract

In some cases, the land used to erect a building has soil that does not have a bearing capacity that is suitable for the building to be erected. Therefore, the use of additives is sometimes necessary to increase the bearing capacity value of the soil. One type of additive that can be used is bacteria. However, only some bacteria can be used to increase the bearing capacity of the soil. An example of bacteria that can be used is Bacillus Subtilis, which is a gram-positive bacteria that is rod-shaped and one-celled. In general, bacteria that are given to the soil need to be tended to so that the bacteria can work optimally. After the soil has been cured, the soil can be tested through the Unconfined Compression Test (UCT) or free compressive strength test to obtain the shear strength parameter of soil. The results of this study prove that the use of Bacillus subtilis bacteria can significantly increase soil shear strength, with the maximum increase reaching 276,89% at a concentration of 8% and a 15-day curing period. However, after 25 days, there was a decrease in soil strength due to reduced bacterial activity caused by limited nutrients in the soil. Abstrak Pada beberapa kasus, lahan yang digunakan untuk mendirikan sebuah bangunan memiliki tanah yang bersifat lembek atau tidak memiliki daya dukung yang sesuai dengan bangunan yang akan didirikan. Maka dari itu, penggunaan zat aditif terkadang diperlukan untuk meningkatkan nilai daya dukung dari tanah di lapangan. Salah satu jenis zat aditif yang dapat digunakan adalah bakteri. Namun tidak sembarang bakteri yang digunakan untuk meningkatkan daya dukung tanah. Salah satu contoh bakteri yang dapat digunakan adalah Bacillus Subtilis, dimana bakteri ini adalah bakteri gram positif yang berbentuk batang dan bersel satu. Pada umumnya, bakteri yang diberikan kepada tanah perlu didiamkan terlebih dahulu atau diperam agar bakteri dapat bekerja dengan maksimal. Setelah tanah diperam dalam waktu yang telah ditetapkan sebelumnya, maka tanah dapat diuji melalui pengujian Unconfined Compression Test (UCT) atau kuat tekan bebas guna untuk mendapatkan parameter kuat geser tanah. Parameter kuat geser tanah yang didapatkan ini akan digunakan untuk menentukan apakah tanah yang diuji ini layak untuk dibangun sebuah gedung atau bangunan lainnya di atasnya.

JMTS Jurnal Mitra Teknik Sipil
Tarumanagara University (ID)
Openalex Percentile: Top 75%
Microbial Applications in Construction Materials
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.