Harmoni Budaya dalam Pelestarian Aksara Jawa Lintas Bahasa pada Tabloid Carakita

Rapid technological advancements require traditional cultures to adapt in order to survive. One such effort to preserve culture is the publication of *Tabloid Carakita* by the Cultural Office (Kundha Kabudayan) of the Special Region of Yogyakarta. This magazine is written in Javanese script and features content in three languages: Javanese, Indonesian, and English. This article examines how *Tabloid Carakita* employs Javanese script in a cross-linguistic context and interprets this practice as both a preservation strategy and a manifestation of ‘cultural harmony.’ Research data were collected from various editions of *Tabloid Carakita* and analyzed qualitatively through observation, literature review, and informal interviews. The findings indicate that the cross-language use of Javanese script adheres to phonological rules that align with the sounds of the spoken languages. Additionally, the *Tabloid Carakita* has proven to be an effective strategy for preserving Javanese script through a modern approach that signifies cultural revitalization and harmony, while also conveying important social and cultural values. === Perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut kebudayaan tradisional untuk menyesuaikan diri agar tetap lestari. Salah satu upaya pelestarian tersebut diwujudkan melalui penerbitan Tabloid Carakita oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta, yang ditulis menggunakan aksara Jawa dalam tiga bahasa, yaitu Jawa, Indonesia, dan Inggris. Artikel ini menelaah bagaimana Tabloid Carakita mempraktikkan penulisan aksara Jawa lintas bahasa (Jawa–Indonesia–Inggris) dan bagaimana praktik tersebut dimaknai sebagai strategi pelestarian serta perwujudan ‘harmoni budaya’. Data penelitian diperoleh dari kumpulan Tabloid Carakita yang dianalisis secara kualitatif dengan metode observasi, studi pustaka, dan wawancara informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penulisan aksara Jawa lintas bahasa tetap mengikuti kaidah fonologis yang menyesuaikan bunyi ujaran bahasa. Selain itu, pemanfaatan Tabloid Carakita terbukti efektif sebagai strategi pemertahanan aksara Jawa melalui pendekatan modern yang merepresentasikan revitalisasi dan harmoni budaya sekaligus mengandung nilai-nilai sosial dan budaya.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Arnawa
Published
2025-06-20
DOI
https://doi.org/10.22146/arnawa.v3i1.15439
Primary Topic
Cultural and Artistic Studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Harmoni Budaya dalam Pelestarian Aksara Jawa Lintas Bahasa pada Tabloid Carakita

Vighna Rivattyannur Hernawan, Nurma Aisyah, Idharul Huda
Arnawa
Cultural and Artistic Studies
article

Harmoni Budaya dalam Pelestarian Aksara Jawa Lintas Bahasa pada Tabloid Carakita

Vighna Rivattyannur Hernawan, Nurma Aisyah, Idharul Huda
article en

Abstract

Rapid technological advancements require traditional cultures to adapt in order to survive. One such effort to preserve culture is the publication of *Tabloid Carakita* by the Cultural Office (Kundha Kabudayan) of the Special Region of Yogyakarta. This magazine is written in Javanese script and features content in three languages: Javanese, Indonesian, and English. This article examines how *Tabloid Carakita* employs Javanese script in a cross-linguistic context and interprets this practice as both a preservation strategy and a manifestation of ‘cultural harmony.’ Research data were collected from various editions of *Tabloid Carakita* and analyzed qualitatively through observation, literature review, and informal interviews. The findings indicate that the cross-language use of Javanese script adheres to phonological rules that align with the sounds of the spoken languages. Additionally, the *Tabloid Carakita* has proven to be an effective strategy for preserving Javanese script through a modern approach that signifies cultural revitalization and harmony, while also conveying important social and cultural values. === Perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut kebudayaan tradisional untuk menyesuaikan diri agar tetap lestari. Salah satu upaya pelestarian tersebut diwujudkan melalui penerbitan Tabloid Carakita oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta, yang ditulis menggunakan aksara Jawa dalam tiga bahasa, yaitu Jawa, Indonesia, dan Inggris. Artikel ini menelaah bagaimana Tabloid Carakita mempraktikkan penulisan aksara Jawa lintas bahasa (Jawa–Indonesia–Inggris) dan bagaimana praktik tersebut dimaknai sebagai strategi pelestarian serta perwujudan ‘harmoni budaya’. Data penelitian diperoleh dari kumpulan Tabloid Carakita yang dianalisis secara kualitatif dengan metode observasi, studi pustaka, dan wawancara informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penulisan aksara Jawa lintas bahasa tetap mengikuti kaidah fonologis yang menyesuaikan bunyi ujaran bahasa. Selain itu, pemanfaatan Tabloid Carakita terbukti efektif sebagai strategi pemertahanan aksara Jawa melalui pendekatan modern yang merepresentasikan revitalisasi dan harmoni budaya sekaligus mengandung nilai-nilai sosial dan budaya.

ArnawaVol. 3(1)
Institut Bisnis Nusantara (ID), Universitas Tribhuwana Tunggadewi (ID)
Openalex Percentile: Top 68%
Cultural and Artistic Studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.