Analisis Stok Karbon pada Sedimen Mangrove di Muara Randusanga Kulon, Kabupaten Brebes

ABSTRACT Mangrove ecosystems have an important role to play in mitigating global climate change, especially through their ability to absorb and store carbon in sediments. This study aims to analyze the organic carbon content and organic carbon stock per hectare in mangrove sediments in Muara Randusanga Kulon, Brebes Regency, as a coastal area that is vulnerable to ecosystem degradation. The method used is a case study with a quantitative descriptive approach through purposive sampling at three location points, including the front zone (beach), middle zone, and back zone (near pond), with sediment collection up to a depth of 100 cm analyzed using the Wakley and Black method. The results showed that the average soil density was 1.47 g/cm³ with the highest organic carbon content at a depth of 30–50 cm of 1.64%. The highest carbon stock was recorded at the midpoint of 274.52 tonnes C/ha, indicating that zones that are protected from external disturbances and have muddy substrates have greater carbon storage potential. Mangrove sediments in Randusanga Kulon play a significant role as carbon sinks and have great potential in climate change mitigation strategies. The recommendations of this study are the need for zoning-based mangrove conservation, increased mangrove rehabilitation in degraded areas, and strengthening local policies to support the role of coastal ecosystems in sequestering carbon sustainably. Keywords: Mangroves, Sediments, Organic Carbon ABSTRAK Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam mitigasi perubahan iklim global, terutama melalui kemampuannya menyerap dan menyimpan karbon dalam sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan karbon organik dan stok karbon organik per hektar dalam sedimen mangrove di Muara Randusanga Kulon, Kabupaten Brebes, sebagai kawasan pesisir yang rentan mengalami degradasi ekosistem. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui purposive sampling pada tiga titik lokasi, meliputi zona depan (bibir pantai), zona tengah, dan zona belakang (dekat tambak), dengan pengambilan sedimen hingga kedalaman 100 cm yang dianalisis menggunakan metode Wakley and Black. Hasil menunjukan bahwa rata-rata densitas tanah sebesar 1,47 g/cm³ dengan dengan kandungan karbon organik tertinggi pada kedalaman 30–50 cm sebesar 1,64%. Stok karbon tertinggi tercatat pada titik tengah sebesar 274,52 ton C/ha, menunjukkan bahwa zona yang terlindung dari gangguan eksternal dan memiliki substrat berlumpur memiliki potensi simpan karbon yang lebih besar. Sedimen mangrove di Randusanga Kulon berperan signifikan sebagai penyerap karbon dan berpotensi besar dalam strategi mitigasi perubahan iklim. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya konservasi mangrove berbasis zonasi, peningkatan rehabilitasi mangrove di area degradasi, dan penguatan kebijakan lokal untuk mendukung peran ekosistem pesisir dalam menyerap karbon secara berkelanjutan. Kata Kunci: Mangrove, Sedimen, Karbon Organik

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Jurnal Perikanan Pantura (JPP)
Published
2025-09-28
DOI
https://doi.org/10.30587/jpp.v8i2.10398
Primary Topic
Wetland Management and Conservation
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Analisis Stok Karbon pada Sedimen Mangrove di Muara Randusanga Kulon, Kabupaten Brebes

Noor Zuhry, Aliyatun Khasanah, Heru Kurniawam Alamsyah
Jurnal Perikanan Pantura (JPP)
Wetland Management and Conservation
article

Analisis Stok Karbon pada Sedimen Mangrove di Muara Randusanga Kulon, Kabupaten Brebes

Noor Zuhry, Aliyatun Khasanah, Heru Kurniawam Alamsyah
article en

Abstract

ABSTRACT Mangrove ecosystems have an important role to play in mitigating global climate change, especially through their ability to absorb and store carbon in sediments. This study aims to analyze the organic carbon content and organic carbon stock per hectare in mangrove sediments in Muara Randusanga Kulon, Brebes Regency, as a coastal area that is vulnerable to ecosystem degradation. The method used is a case study with a quantitative descriptive approach through purposive sampling at three location points, including the front zone (beach), middle zone, and back zone (near pond), with sediment collection up to a depth of 100 cm analyzed using the Wakley and Black method. The results showed that the average soil density was 1.47 g/cm³ with the highest organic carbon content at a depth of 30–50 cm of 1.64%. The highest carbon stock was recorded at the midpoint of 274.52 tonnes C/ha, indicating that zones that are protected from external disturbances and have muddy substrates have greater carbon storage potential. Mangrove sediments in Randusanga Kulon play a significant role as carbon sinks and have great potential in climate change mitigation strategies. The recommendations of this study are the need for zoning-based mangrove conservation, increased mangrove rehabilitation in degraded areas, and strengthening local policies to support the role of coastal ecosystems in sequestering carbon sustainably. Keywords: Mangroves, Sediments, Organic Carbon ABSTRAK Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam mitigasi perubahan iklim global, terutama melalui kemampuannya menyerap dan menyimpan karbon dalam sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan karbon organik dan stok karbon organik per hektar dalam sedimen mangrove di Muara Randusanga Kulon, Kabupaten Brebes, sebagai kawasan pesisir yang rentan mengalami degradasi ekosistem. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui purposive sampling pada tiga titik lokasi, meliputi zona depan (bibir pantai), zona tengah, dan zona belakang (dekat tambak), dengan pengambilan sedimen hingga kedalaman 100 cm yang dianalisis menggunakan metode Wakley and Black. Hasil menunjukan bahwa rata-rata densitas tanah sebesar 1,47 g/cm³ dengan dengan kandungan karbon organik tertinggi pada kedalaman 30–50 cm sebesar 1,64%. Stok karbon tertinggi tercatat pada titik tengah sebesar 274,52 ton C/ha, menunjukkan bahwa zona yang terlindung dari gangguan eksternal dan memiliki substrat berlumpur memiliki potensi simpan karbon yang lebih besar. Sedimen mangrove di Randusanga Kulon berperan signifikan sebagai penyerap karbon dan berpotensi besar dalam strategi mitigasi perubahan iklim. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya konservasi mangrove berbasis zonasi, peningkatan rehabilitasi mangrove di area degradasi, dan penguatan kebijakan lokal untuk mendukung peran ekosistem pesisir dalam menyerap karbon secara berkelanjutan. Kata Kunci: Mangrove, Sedimen, Karbon Organik

Jurnal Perikanan Pantura (JPP)Vol. 8(2)
Universitas Pancasakti Tegal (ID)
Openalex Percentile: Top 66%
Wetland Management and Conservation
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.