Strategi Pemasaran Songket Berbasis Analisis SWOT untuk Meningkatkan Daya Tarik Wisata Budaya di Desa Silungkang Oso, Sawahlunto

Abstract Silungkang Songket is one of the cultural heritages of the Minangkabau people, famously known as the “golden thread songket.” The tradition of weaving songket has been passed down through generations in the Silungkang community, particularly by women who symbolize the figure of Bundo Kanduang. This activity has become both a primary and supplementary livelihood within households. Silungkang Oso Village, located in the Silungkang District, is one of the centers of songket artisanship as well as a tourist village with several attractive spots frequently visited by both local and outside visitors. This presents a significant opportunity to develop marketing strategies that position songket as a cultural tourism attraction. This study employs a descriptive qualitative approach using SWOT analysis and library research methods. The SWOT analysis is conducted to provide an in-depth understanding of how local songket artisans can create effective marketing strategies. Meanwhile, the library research method involves reviewing relevant theories and literature from various sources. The aim of this research is to analyze songket marketing strategies based on SWOT analysis to enhance the cultural tourism appeal of songket in Silungkang Oso Village, Sawahlunto. By identifying the factors that influence songket marketing, this study is expected to provide strategic recommendations for local entrepreneurs and government stakeholders in optimizing the potential of songket as a key element in cultural tourism development in the region. Keywords: Silungkang Songket, Silungkang Oso Village, Cultural Tourism Attraction, Marketing Strategy, SWOT Analysis Abstrak Songket Silungkang merupakan salah satu warisan budaya Minangkabau yang dikenal dengan sebutan “songket benang emas”. Tradisi menyongket telah dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat Silungkang, khususnya para ibu yang merepresentasikan sosok Bundo Kanduang. Aktivitas ini telah menjadi pekerjaan utama maupun sampingan di rumah. Desa Silungkang Oso, yang terletak di Kecamatan Silungkang, merupakan salah satu sentra pengrajin songket sekaligus desa wisata yang memiliki berbagai spot menarik dan sering dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun luar daerah. Hal ini membuka peluang besar dalam mengembangkan strategi pemasaran songket sebagai daya tarik wisata budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis SWOT dan studi pustaka (library research). Analisis SWOT digunakan untuk menggambarkan secara mendalam bagaimana para perajin songket di desa ini dapat menciptakan strategi pemasaran yang efektif. Sementara itu, studi pustaka dilakukan dengan mengkaji teori-teori dari berbagai sumber literatur yang relevan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi pemasaran songket berbasis analisis SWOT guna meningkatkan daya tarik wisata budaya di Desa Silungkang Oso, Sawahlunto. Dengan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pemasaran songket, diharapkan penelitian ini dapat memberikan rekomendasi strategis bagi para pelaku usaha dan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi songket sebagai elemen penting dalam pengembangan pariwisata budaya di wilayah tersebut Kata Kunci: Songket Silungkang, Desa Silungkang Oso, Daya Tarik Wisata Budaya, Strategi Pemasaran, Analisis SWOT

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Jurnal Pariwisata dan Budaya
Published
2025-06-30
DOI
https://doi.org/10.33153/ranataya.v1i1.7236
Primary Topic
Community-based Tourism Development and Sustainability
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Strategi Pemasaran Songket Berbasis Analisis SWOT untuk Meningkatkan Daya Tarik Wisata Budaya di Desa Silungkang Oso, Sawahlunto

Herry Marta Saputra, Yuke Permata Lisna, Gita Olivia Utami, Selfi Nurhamida et al.
Jurnal Pariwisata dan Budaya
Community-based Tourism Development and Sustainability
article

Strategi Pemasaran Songket Berbasis Analisis SWOT untuk Meningkatkan Daya Tarik Wisata Budaya di Desa Silungkang Oso, Sawahlunto

Herry Marta Saputra, Yuke Permata Lisna, Gita Olivia Utami, Selfi Nurhamida, Ridho Zalvi Putra
article en

Abstract

Abstract Silungkang Songket is one of the cultural heritages of the Minangkabau people, famously known as the “golden thread songket.” The tradition of weaving songket has been passed down through generations in the Silungkang community, particularly by women who symbolize the figure of Bundo Kanduang. This activity has become both a primary and supplementary livelihood within households. Silungkang Oso Village, located in the Silungkang District, is one of the centers of songket artisanship as well as a tourist village with several attractive spots frequently visited by both local and outside visitors. This presents a significant opportunity to develop marketing strategies that position songket as a cultural tourism attraction. This study employs a descriptive qualitative approach using SWOT analysis and library research methods. The SWOT analysis is conducted to provide an in-depth understanding of how local songket artisans can create effective marketing strategies. Meanwhile, the library research method involves reviewing relevant theories and literature from various sources. The aim of this research is to analyze songket marketing strategies based on SWOT analysis to enhance the cultural tourism appeal of songket in Silungkang Oso Village, Sawahlunto. By identifying the factors that influence songket marketing, this study is expected to provide strategic recommendations for local entrepreneurs and government stakeholders in optimizing the potential of songket as a key element in cultural tourism development in the region. Keywords: Silungkang Songket, Silungkang Oso Village, Cultural Tourism Attraction, Marketing Strategy, SWOT Analysis Abstrak Songket Silungkang merupakan salah satu warisan budaya Minangkabau yang dikenal dengan sebutan “songket benang emas”. Tradisi menyongket telah dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat Silungkang, khususnya para ibu yang merepresentasikan sosok Bundo Kanduang. Aktivitas ini telah menjadi pekerjaan utama maupun sampingan di rumah. Desa Silungkang Oso, yang terletak di Kecamatan Silungkang, merupakan salah satu sentra pengrajin songket sekaligus desa wisata yang memiliki berbagai spot menarik dan sering dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun luar daerah. Hal ini membuka peluang besar dalam mengembangkan strategi pemasaran songket sebagai daya tarik wisata budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis SWOT dan studi pustaka (library research). Analisis SWOT digunakan untuk menggambarkan secara mendalam bagaimana para perajin songket di desa ini dapat menciptakan strategi pemasaran yang efektif. Sementara itu, studi pustaka dilakukan dengan mengkaji teori-teori dari berbagai sumber literatur yang relevan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi pemasaran songket berbasis analisis SWOT guna meningkatkan daya tarik wisata budaya di Desa Silungkang Oso, Sawahlunto. Dengan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pemasaran songket, diharapkan penelitian ini dapat memberikan rekomendasi strategis bagi para pelaku usaha dan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi songket sebagai elemen penting dalam pengembangan pariwisata budaya di wilayah tersebut Kata Kunci: Songket Silungkang, Desa Silungkang Oso, Daya Tarik Wisata Budaya, Strategi Pemasaran, Analisis SWOT

Jurnal Pariwisata dan BudayaVol. 1(1)
State University of Padang (ID)
Openalex Percentile: Top 64%
Community-based Tourism Development and Sustainability
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.