TRANSFORMASI NILAI BUDAYA DALAM TRADISI MERARIQ DI ERA MODERN

The merariq tradition is a customary marriage practice of the Sasak community in Cendi Manik Village, Lombok, which embodies values of ritual sanctity, social responsibility, and respect for customary structures. This study aims to identify these cultural values and examine their transformation in the context of modernization, national law, and social change. The findings reveal a shift in the meaning and function of merariq from a symbol of cultural commitment to a justification for child marriage that often disregards parental consent, legal age requirements, and official registration. Using a qualitative ethnographic approach, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and field documentation with 12 informants consisting of traditional leaders, parents, and youth. The results indicate that communal values have shifted toward individual orientations, while cultural hybridization has emerged as a response to legal and human rights demands. This study emphasizes that the transformation of cultural values in the merariq tradition necessitates policy efforts to harmonize customary and national law, particularly to prevent child marriage and to strengthen community-based cultural education. ABSTRAK Tradisi merariq merupakan praktik pernikahan adat masyarakat Sasak di Desa Cendi Manik, Lombok, yang sarat dengan nilai kesakralan ritual, tanggung jawab sosial, dan penghormatan terhadap struktur adat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi nilai budaya tersebut serta menelaah bentuk transformasinya dalam konteks modernisasi, hukum nasional, dan perubahan sosial. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran makna dan fungsi merariq, dari simbol komitmen budaya menjadi justifikasi pernikahan dini yang kerap mengabaikan persetujuan orang tua, batas usia legal, dan pencatatan hukum. Dengan menggunakan pendekatan etnografi kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi lapangan terhadap 12 informan yang terdiri dari tokoh adat, orang tua, dan pemuda. Temuan mengindikasikan bahwa nilai komunal bergeser menjadi orientasi individual, sementara muncul bentuk hibridisasi budaya sebagai respons terhadap tuntutan hukum dan hak asasi manusia. Penelitian ini menegaskan bahwa transformasi nilai budaya dalam tradisi merariq memerlukan kebijakan harmonisasi antara hukum adat dan hukum nasional, khususnya untuk mencegah pernikahan dini serta memperkuat pendidikan budaya lokal berbasis komunitas.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
KNOWLEDGE Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan
Published
2025-09-29
DOI
https://doi.org/10.51878/knowledge.v5i3.6800
Primary Topic
Cultural and Artistic Studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

TRANSFORMASI NILAI BUDAYA DALAM TRADISI MERARIQ DI ERA MODERN

Rahmatun Ulfa
KNOWLEDGE Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan
Cultural and Artistic Studies
article

TRANSFORMASI NILAI BUDAYA DALAM TRADISI MERARIQ DI ERA MODERN

Rahmatun Ulfa
article en

Abstract

The merariq tradition is a customary marriage practice of the Sasak community in Cendi Manik Village, Lombok, which embodies values of ritual sanctity, social responsibility, and respect for customary structures. This study aims to identify these cultural values and examine their transformation in the context of modernization, national law, and social change. The findings reveal a shift in the meaning and function of merariq from a symbol of cultural commitment to a justification for child marriage that often disregards parental consent, legal age requirements, and official registration. Using a qualitative ethnographic approach, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and field documentation with 12 informants consisting of traditional leaders, parents, and youth. The results indicate that communal values have shifted toward individual orientations, while cultural hybridization has emerged as a response to legal and human rights demands. This study emphasizes that the transformation of cultural values in the merariq tradition necessitates policy efforts to harmonize customary and national law, particularly to prevent child marriage and to strengthen community-based cultural education. ABSTRAK Tradisi merariq merupakan praktik pernikahan adat masyarakat Sasak di Desa Cendi Manik, Lombok, yang sarat dengan nilai kesakralan ritual, tanggung jawab sosial, dan penghormatan terhadap struktur adat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi nilai budaya tersebut serta menelaah bentuk transformasinya dalam konteks modernisasi, hukum nasional, dan perubahan sosial. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran makna dan fungsi merariq, dari simbol komitmen budaya menjadi justifikasi pernikahan dini yang kerap mengabaikan persetujuan orang tua, batas usia legal, dan pencatatan hukum. Dengan menggunakan pendekatan etnografi kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi lapangan terhadap 12 informan yang terdiri dari tokoh adat, orang tua, dan pemuda. Temuan mengindikasikan bahwa nilai komunal bergeser menjadi orientasi individual, sementara muncul bentuk hibridisasi budaya sebagai respons terhadap tuntutan hukum dan hak asasi manusia. Penelitian ini menegaskan bahwa transformasi nilai budaya dalam tradisi merariq memerlukan kebijakan harmonisasi antara hukum adat dan hukum nasional, khususnya untuk mencegah pernikahan dini serta memperkuat pendidikan budaya lokal berbasis komunitas.

KNOWLEDGE Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan PengembanganVol. 5(3)
Institut Agama Islam Negeri Bengkulu (ID)
Openalex Percentile: Top 69%
Cultural and Artistic Studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.