Peran Kecerdasan Emosional dalam Kepemimpinan Pendidikan: Analisis Bibliografi 2000-2025

Abstract: This study analyzes the role of emotional intelligence in educational leadership through a systematic bibliographic analysis of the literature published between 2000 and 2025. Successful leadership depends not only on cognitive intelligence, but also on the ability to manage emotions, self-restraint, be highly motivated, understand the emotions of others, empathy, creativity, and tolerance. In the context of education, leaders must be able to inspire and motivate staff and learners, where intellectual capacity and managerial skills alone are not enough without emotional intelligence. Emotional intelligence, according to Goleman, includes the ability to recognize and manage one's own emotions and others, motivate, and build positive social relationships. Although many studies have addressed aspects of emotional intelligence in educational leadership, there is still no comprehensive bibliographic analysis integrating these findings. This research aims to fill this gap by using quantitative methods and bibliometric analysis on data taken from Scopus from 2000 to 2025. The keywords used were "Emotional Intelligence" and "Education Leadership". The initial search yielded 200 articles, which were then filtered by topic relevance. After making the selection, 10 articles were used as the main reference because of their deep relevance to the research focus. The results of the analysis also included author and keyword mapping using VOSviewer, which shows publication trends and clustering of related topics. Abstrak: Penelitian ini menganalisis peran kecerdasan emosional dalam kepemimpinan pendidikan melalui analisis bibliografi sistematis dari literatur yang diterbitkan antara tahun 2000 dan 2025. Kepemimpinan yang berhasil tidak hanya bergantung pada kecerdasan kognitif, tetapi juga pada kemampuan mengelola emosi, menahan diri, memiliki motivasi tinggi, memahami emosi orang lain, empati, kreativitas, dan toleransi. Dalam konteks pendidikan, pemimpin harus mampu menginspirasi dan memotivasi staf dan peserta didik, di mana kapasitas intelektual dan keterampilan manajerial saja tidak cukup tanpa kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional menurut Goleman meliputi kemampuan mengenali dan mengelola emosi diri sendiri dan orang lain, memotivasi, dan membangun hubungan sosial yang positif. Meskipun banyak penelitian telah membahas aspek kecerdasan emosional dalam kepemimpinan pendidikan, masih belum ada analisis bibliografi komprehensif yang mengintegrasikan temuan-temuan ini. Penelitian ini bertujuan mengisi kekosongan tersebut dengan menggunakan metode kuantitatif dan analisis bibliometrik pada data yang diambil dari Scopus dari tahun 2000 hingga 2025. Kata kunci yang digunakan adalah "Emotional Intelligence" dan "Education Leadership". Pencarian awal menghasilkan 200 artikel, yang kemudian disaring berdasarkan relevansi tema. Setelah melakukan penyeleksian, 10 artikel dijadikan rujukan utama karena relevansinya yang mendalam terhadap fokus penelitian. Hasil analisis juga mencakup pemetaan penulis dan kata kunci menggunakan VOSviewer, yang menunjukkan tren publikasi dan klasterisasi topik terkait.

Authors

Publication Details

Journal
Transformasi Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal
Published
2025-09-20
DOI
https://doi.org/10.33394/jtni.v11i2.17095
Primary Topic
School Leadership and Teacher Performance
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Peran Kecerdasan Emosional dalam Kepemimpinan Pendidikan: Analisis Bibliografi 2000-2025

Zihniatul Ulya, Munir Abidin
Transformasi Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal
School Leadership and Teacher Performance
article

Peran Kecerdasan Emosional dalam Kepemimpinan Pendidikan: Analisis Bibliografi 2000-2025

Zihniatul Ulya, Munir Abidin
article en

Abstract

Abstract: This study analyzes the role of emotional intelligence in educational leadership through a systematic bibliographic analysis of the literature published between 2000 and 2025. Successful leadership depends not only on cognitive intelligence, but also on the ability to manage emotions, self-restraint, be highly motivated, understand the emotions of others, empathy, creativity, and tolerance. In the context of education, leaders must be able to inspire and motivate staff and learners, where intellectual capacity and managerial skills alone are not enough without emotional intelligence. Emotional intelligence, according to Goleman, includes the ability to recognize and manage one's own emotions and others, motivate, and build positive social relationships. Although many studies have addressed aspects of emotional intelligence in educational leadership, there is still no comprehensive bibliographic analysis integrating these findings. This research aims to fill this gap by using quantitative methods and bibliometric analysis on data taken from Scopus from 2000 to 2025. The keywords used were "Emotional Intelligence" and "Education Leadership". The initial search yielded 200 articles, which were then filtered by topic relevance. After making the selection, 10 articles were used as the main reference because of their deep relevance to the research focus. The results of the analysis also included author and keyword mapping using VOSviewer, which shows publication trends and clustering of related topics. Abstrak: Penelitian ini menganalisis peran kecerdasan emosional dalam kepemimpinan pendidikan melalui analisis bibliografi sistematis dari literatur yang diterbitkan antara tahun 2000 dan 2025. Kepemimpinan yang berhasil tidak hanya bergantung pada kecerdasan kognitif, tetapi juga pada kemampuan mengelola emosi, menahan diri, memiliki motivasi tinggi, memahami emosi orang lain, empati, kreativitas, dan toleransi. Dalam konteks pendidikan, pemimpin harus mampu menginspirasi dan memotivasi staf dan peserta didik, di mana kapasitas intelektual dan keterampilan manajerial saja tidak cukup tanpa kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional menurut Goleman meliputi kemampuan mengenali dan mengelola emosi diri sendiri dan orang lain, memotivasi, dan membangun hubungan sosial yang positif. Meskipun banyak penelitian telah membahas aspek kecerdasan emosional dalam kepemimpinan pendidikan, masih belum ada analisis bibliografi komprehensif yang mengintegrasikan temuan-temuan ini. Penelitian ini bertujuan mengisi kekosongan tersebut dengan menggunakan metode kuantitatif dan analisis bibliometrik pada data yang diambil dari Scopus dari tahun 2000 hingga 2025. Kata kunci yang digunakan adalah "Emotional Intelligence" dan "Education Leadership". Pencarian awal menghasilkan 200 artikel, yang kemudian disaring berdasarkan relevansi tema. Setelah melakukan penyeleksian, 10 artikel dijadikan rujukan utama karena relevansinya yang mendalam terhadap fokus penelitian. Hasil analisis juga mencakup pemetaan penulis dan kata kunci menggunakan VOSviewer, yang menunjukkan tren publikasi dan klasterisasi topik terkait.

Transformasi Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal InformalVol. 11(2)
Openalex Percentile: Top 71%
School Leadership and Teacher Performance
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.