Peran Fasilitator Dalam Program Pelatihan Membatik Guna Meningkatkan Sumber Penghasilan Masyarakat

Abstract: This study aims to analyze the role of facilitators in batik training programs as an effort to increase community income, using a case study of Batik Tulis Namiroh in Kampung Batik Jetis, Sidoarjo. A descriptive qualitative method was employed, with data collected through observation, interviews, and documentation. The results indicate that facilitators play a vital role as motivators, mentors, liaisons, and agents of change throughout the training process. Their presence significantly enhances participants' technical skills in batik-making, builds self-confidence, and encourages economic independence. The training not only contributes to the preservation of traditional batik culture but also creates new economic opportunities for local communities, particularly those from lower-income backgrounds. Therefore, the facilitator's role is a key factor in bridging local cultural potential with sustainable improvements in community welfare. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran fasilitator dalam program pelatihan membatik sebagai upaya meningkatkan sumber penghasilan masyarakat, dengan studi kasus pada Batik Tulis Namiroh di Kampung Batik Jetis, Sidoarjo. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitator memegang peranan penting sebagai motivator, pendamping, penghubung, dan agen perubahan dalam proses pelatihan membatik. Keberadaan fasilitator terbukti mampu meningkatkan keterampilan teknis peserta dalam membatik, membangun kepercayaan diri, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Pelatihan ini tidak hanya berkontribusi dalam pelestarian budaya batik, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar, khususnya yang berasal dari latar belakang ekonomi menengah ke bawah. Dengan demikian, peran fasilitator menjadi faktor kunci dalam menjembatani potensi budaya lokal dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Authors

Publication Details

Journal
Transformasi Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal
Published
2025-09-18
DOI
https://doi.org/10.33394/jtni.v11i2.16175
Primary Topic
SMEs Development and Digital Marketing
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Peran Fasilitator Dalam Program Pelatihan Membatik Guna Meningkatkan Sumber Penghasilan Masyarakat

Heryanto Susilo, Tri ‘Ulya Qodriyati, Zacky Raffi Al Faridzi, Nur Laili Fitriyah et al.
Transformasi Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal
SMEs Development and Digital Marketing
article

Peran Fasilitator Dalam Program Pelatihan Membatik Guna Meningkatkan Sumber Penghasilan Masyarakat

Heryanto Susilo, Tri ‘Ulya Qodriyati, Zacky Raffi Al Faridzi, Nur Laili Fitriyah, Ahsanun Nihayah, Arifah Az Zahra, Aisyah Aprillia Rahmawati, Ayat Akhras Tamam
article en

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the role of facilitators in batik training programs as an effort to increase community income, using a case study of Batik Tulis Namiroh in Kampung Batik Jetis, Sidoarjo. A descriptive qualitative method was employed, with data collected through observation, interviews, and documentation. The results indicate that facilitators play a vital role as motivators, mentors, liaisons, and agents of change throughout the training process. Their presence significantly enhances participants' technical skills in batik-making, builds self-confidence, and encourages economic independence. The training not only contributes to the preservation of traditional batik culture but also creates new economic opportunities for local communities, particularly those from lower-income backgrounds. Therefore, the facilitator's role is a key factor in bridging local cultural potential with sustainable improvements in community welfare. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran fasilitator dalam program pelatihan membatik sebagai upaya meningkatkan sumber penghasilan masyarakat, dengan studi kasus pada Batik Tulis Namiroh di Kampung Batik Jetis, Sidoarjo. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitator memegang peranan penting sebagai motivator, pendamping, penghubung, dan agen perubahan dalam proses pelatihan membatik. Keberadaan fasilitator terbukti mampu meningkatkan keterampilan teknis peserta dalam membatik, membangun kepercayaan diri, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Pelatihan ini tidak hanya berkontribusi dalam pelestarian budaya batik, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar, khususnya yang berasal dari latar belakang ekonomi menengah ke bawah. Dengan demikian, peran fasilitator menjadi faktor kunci dalam menjembatani potensi budaya lokal dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Transformasi Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal InformalVol. 11(2)
Openalex Percentile: Top 54%
SMEs Development and Digital Marketing
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.