PEMBERDAYAAN PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN LITERASI DAN NUMERASI BERBASIS BUDAYA LOKAL

Literacy and numeracy are two essential and inseparable components of daily life. This community service initiative aimed to provide training to raise community awareness of the importance of literacy and numeracy, specifically through the lens of local culture, in this case Mandar culture. The program was carried out in collaboration with the Community Learning Center (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat/PKBM) Lestari in Majene Regency. Although the PKBM has been established for some time, public interest in literacy and numeracy remained relatively low. Through this training, the program aimed to enhance community awareness about the value of education, encourage more active reading habits, and improve both literacy and numeracy skills. The activity was successfully implemented, as evidenced by field observations showing high levels of participant enthusiasm, active engagement with the speakers, and willingness to share opinions. The questionnaire results further supported the program’s effectiveness: 96.16% of participants acknowledged the importance of literacy and numeracy in daily life; 65.38% recognized the relevance of connecting literacy and numeracy to local culture; 69.23% expressed interest in attending future literacy and numeracy training based on local culture; and 84.61% rated the overall usefulness of the activity positively. It is hoped that participants will apply the literacy and numeracy skills acquired through this program in their daily lives, particularly in ways that reflect and preserve Mandar cultural values. --- Literasi dan numerasi merupakan dua hal yang tidak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang pentingnya literasi dan numerasi berbasis budaya lokal, dalam hal ini budaya Mandar. Pengabdian ini bermitra dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Lestari di Kabupaten Majene. PKBM ini sudah berdiri lama, namun minat masyarakat terhadap literasi dan numerasi masih rendah. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat di sekitar PKBM Lestari akan pentingnya pendidikan; memotivasi mereka untuk lebih giat membaca; dan meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi mereka. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah terlaksana dengan baik dan sukses. Hal itu dapat dilihat dari hasil observasi dilapangan para peserta begitu antusias mengikuti pelatihan, merespons narasumber dan memberikan pendapat. Selain itu, hasil angket pendapat peserta terkait pentingnya literasi dan numerasi dalam kehidupan sehari-hari mencapai 96,16%, pentingnya mengaitkan literasi dan numerasi dengan budaya lokal mencapai 65,38%, pendapat peserta mengenai minat peserta untuk mengikuti pelatihan literasi dan numerasi berbasis budaya lokal pada kesempatan lain mendapatkan respon positif yakni sebanyak 69,23%, dan aspek kebermanfaatan kegiatan mendapatkan nilai 84,61%. Diharapkan dari kegiatan ini, peserta dapat menerapkan materi literasi dan numerasi yang diberikan dalam kehidupan sehari-hari. Khususnya hal-hal yang berkaitan dengan budaya Mandar.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Published
2025-07-30
DOI
https://doi.org/10.20956/pa.v9i3.36834
Primary Topic
Educational Methods and Media Use
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

PEMBERDAYAAN PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN LITERASI DAN NUMERASI BERBASIS BUDAYA LOKAL

Nirma Paris, Hustiana Hustiana, Rafiqa Rafiqa, Murtafiah
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Educational Methods and Media Use
article

PEMBERDAYAAN PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN LITERASI DAN NUMERASI BERBASIS BUDAYA LOKAL

Nirma Paris, Hustiana Hustiana, Rafiqa Rafiqa, Murtafiah
article en

Abstract

Literacy and numeracy are two essential and inseparable components of daily life. This community service initiative aimed to provide training to raise community awareness of the importance of literacy and numeracy, specifically through the lens of local culture, in this case Mandar culture. The program was carried out in collaboration with the Community Learning Center (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat/PKBM) Lestari in Majene Regency. Although the PKBM has been established for some time, public interest in literacy and numeracy remained relatively low. Through this training, the program aimed to enhance community awareness about the value of education, encourage more active reading habits, and improve both literacy and numeracy skills. The activity was successfully implemented, as evidenced by field observations showing high levels of participant enthusiasm, active engagement with the speakers, and willingness to share opinions. The questionnaire results further supported the program’s effectiveness: 96.16% of participants acknowledged the importance of literacy and numeracy in daily life; 65.38% recognized the relevance of connecting literacy and numeracy to local culture; 69.23% expressed interest in attending future literacy and numeracy training based on local culture; and 84.61% rated the overall usefulness of the activity positively. It is hoped that participants will apply the literacy and numeracy skills acquired through this program in their daily lives, particularly in ways that reflect and preserve Mandar cultural values. --- Literasi dan numerasi merupakan dua hal yang tidak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang pentingnya literasi dan numerasi berbasis budaya lokal, dalam hal ini budaya Mandar. Pengabdian ini bermitra dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Lestari di Kabupaten Majene. PKBM ini sudah berdiri lama, namun minat masyarakat terhadap literasi dan numerasi masih rendah. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat di sekitar PKBM Lestari akan pentingnya pendidikan; memotivasi mereka untuk lebih giat membaca; dan meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi mereka. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah terlaksana dengan baik dan sukses. Hal itu dapat dilihat dari hasil observasi dilapangan para peserta begitu antusias mengikuti pelatihan, merespons narasumber dan memberikan pendapat. Selain itu, hasil angket pendapat peserta terkait pentingnya literasi dan numerasi dalam kehidupan sehari-hari mencapai 96,16%, pentingnya mengaitkan literasi dan numerasi dengan budaya lokal mencapai 65,38%, pendapat peserta mengenai minat peserta untuk mengikuti pelatihan literasi dan numerasi berbasis budaya lokal pada kesempatan lain mendapatkan respon positif yakni sebanyak 69,23%, dan aspek kebermanfaatan kegiatan mendapatkan nilai 84,61%. Diharapkan dari kegiatan ini, peserta dapat menerapkan materi literasi dan numerasi yang diberikan dalam kehidupan sehari-hari. Khususnya hal-hal yang berkaitan dengan budaya Mandar.

Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada MasyarakatVol. 9(3)
Universitas Sulawesi Barat (ID)
Openalex Percentile: Top 62%
Educational Methods and Media Use
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.