BUNGA SEKOLAH MEKAR TANPA KEKERASAN: MEMBANGUN KESETARAAN GENDER DAN ANTI KEKERASAN SEKSUAL

The Blooming School Program: Flourishing Without Violence aims to raise awareness about gender equality and prevent sexual violence in schools. This initiative aligns with one of the Sustainable Development Goals (SDGs), which targets achieving gender equality by 2030. However, as of 2024, Indonesia continues to face significant challenges in addressing gender inequality and sexual violence. According to Indonesia's Gender Inequality Index (GII) in 2020, a score of 0.40 indicates that gender inequality contributes to a 40% loss in human development. This program was designed to address these issues through an evidence-based educational approach. As part of the program's implementation, pre-tests and post-tests were conducted with 44 students from partner schools to evaluate the effectiveness of the educational materials provided. The results revealed a significant improvement in students' understanding of gender equality and sexual violence prevention, with average scores increasing from 61.5 in the pre-test to 81.5 in the post-test, reflecting a 20-point improvement. These findings confirm that this educational program effectively enhances students' awareness. Based on the program's success, it is recommended that gender equality materials be systematically integrated into school curricula. Additionally, organizing regular seminars and establishing Anti-Violence Task Forces in schools are strategic steps toward creating safer, more inclusive learning environments. With an integrated approach, this program is expected to make a significant contribution to achieving gender equality in Indonesia. --- Program Bunga Sekolah Mekar Tanpa Kekerasan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang kesetaraan gender sekaligus mencegah kekerasan seksual di lingkungan sekolah. Hal ini sejalan dengan salah satu tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu tercapainya kesetaraan gender pada tahun 2030. Namun, hingga tahun 2024, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam mengatasi kesenjangan gender dan kekerasan seksual. Berdasarkan data Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Indonesia tahun 2020, nilai 0,40 menunjukkan bahwa ketimpangan gender menyebabkan kerugian pembangunan manusia hingga 40%. Program ini dirancang untuk menjawab tantangan tersebut melalui pendekatan edukasi berbasis bukti. Sebagai bagian dari implementasi program, dilakukan pre-test dan post-test terhadap 44 siswa dari sekolah mitra guna mengevaluasi efektivitas materi edukasi yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap isu kesetaraan gender dan pencegahan kekerasan seksual, dengan rata-rata skor meningkat dari 61,5 pada pre-test menjadi 81,5 pada post-test, atau peningkatan sebesar 20 poin. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi berbasis program ini efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa. Berdasarkan keberhasilan program ini, disarankan agar materi tentang kesetaraan gender diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah secara sistematis. Selain itu, pelaksanaan seminar rutin dan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Anti Kekerasan di sekolah menjadi langkah strategis untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan. Dengan pendekatan yang terintegrasi, diharapkan program ini dapat berkontribusi signifikan dalam mewujudkan kesetaraan gender di Indonesia.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Published
2025-07-30
DOI
https://doi.org/10.20956/pa.v9i3.41978
Primary Topic
Legal and Social Justice Studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

BUNGA SEKOLAH MEKAR TANPA KEKERASAN: MEMBANGUN KESETARAAN GENDER DAN ANTI KEKERASAN SEKSUAL

Anita Yuliani, Nike Arta Puspitasari, Gita Kirana
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Legal and Social Justice Studies
article

BUNGA SEKOLAH MEKAR TANPA KEKERASAN: MEMBANGUN KESETARAAN GENDER DAN ANTI KEKERASAN SEKSUAL

Anita Yuliani, Nike Arta Puspitasari, Gita Kirana
article en

Abstract

The Blooming School Program: Flourishing Without Violence aims to raise awareness about gender equality and prevent sexual violence in schools. This initiative aligns with one of the Sustainable Development Goals (SDGs), which targets achieving gender equality by 2030. However, as of 2024, Indonesia continues to face significant challenges in addressing gender inequality and sexual violence. According to Indonesia's Gender Inequality Index (GII) in 2020, a score of 0.40 indicates that gender inequality contributes to a 40% loss in human development. This program was designed to address these issues through an evidence-based educational approach. As part of the program's implementation, pre-tests and post-tests were conducted with 44 students from partner schools to evaluate the effectiveness of the educational materials provided. The results revealed a significant improvement in students' understanding of gender equality and sexual violence prevention, with average scores increasing from 61.5 in the pre-test to 81.5 in the post-test, reflecting a 20-point improvement. These findings confirm that this educational program effectively enhances students' awareness. Based on the program's success, it is recommended that gender equality materials be systematically integrated into school curricula. Additionally, organizing regular seminars and establishing Anti-Violence Task Forces in schools are strategic steps toward creating safer, more inclusive learning environments. With an integrated approach, this program is expected to make a significant contribution to achieving gender equality in Indonesia. --- Program Bunga Sekolah Mekar Tanpa Kekerasan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang kesetaraan gender sekaligus mencegah kekerasan seksual di lingkungan sekolah. Hal ini sejalan dengan salah satu tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu tercapainya kesetaraan gender pada tahun 2030. Namun, hingga tahun 2024, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam mengatasi kesenjangan gender dan kekerasan seksual. Berdasarkan data Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Indonesia tahun 2020, nilai 0,40 menunjukkan bahwa ketimpangan gender menyebabkan kerugian pembangunan manusia hingga 40%. Program ini dirancang untuk menjawab tantangan tersebut melalui pendekatan edukasi berbasis bukti. Sebagai bagian dari implementasi program, dilakukan pre-test dan post-test terhadap 44 siswa dari sekolah mitra guna mengevaluasi efektivitas materi edukasi yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap isu kesetaraan gender dan pencegahan kekerasan seksual, dengan rata-rata skor meningkat dari 61,5 pada pre-test menjadi 81,5 pada post-test, atau peningkatan sebesar 20 poin. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi berbasis program ini efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa. Berdasarkan keberhasilan program ini, disarankan agar materi tentang kesetaraan gender diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah secara sistematis. Selain itu, pelaksanaan seminar rutin dan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Anti Kekerasan di sekolah menjadi langkah strategis untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan. Dengan pendekatan yang terintegrasi, diharapkan program ini dapat berkontribusi signifikan dalam mewujudkan kesetaraan gender di Indonesia.

Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada MasyarakatVol. 9(3)
Universitas 'Aisyiyah Bandung
Openalex Percentile: Top 60%
Legal and Social Justice Studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.