EDUKASI KENALI DAN CEGAH BAHAYA RABIES PADA SISWA(I) SEKOLAH DASAR DI KELURAHAN KATIMBANG, KECAMATAN BIRINGKANAYA, KOTA MAKASSAR

Rabies is a zoonotic disease transmitted through the bite of an animal infected with the rabies virus. It occurs in more than 150 countries and causes nearly 55,000 deaths annually. Infections originating from dogs carry the highest risk, accounting for approximately 95% of rabies-related human fatalities. In Indonesia, rabies remains a critical public health concern due to its 100% case fatality rate. Observations in the Katimbang area revealed a high number of stray dogs, which increases the risk of rabies transmission. According to data from the Paccerakkang Health Center, there were 33 reported rabies cases in 2023. In response to this issue, an educational outreach program was developed to raise awareness about recognizing and preventing the dangers of rabies. The objective of the activity was to provide students with knowledge about rabies, its modes of transmission, and effective prevention strategies. The educational sessions were delivered through PowerPoint presentations, educational videos, and the administration of pre-tests and post-tests to assess learning outcomes. The activity was conducted at UPT SPF SD Negeri Paccerakkang and UPT SPF SD Nusa Harapan Permai, involving a total of 106 students from grades III, IV, V, and VI. The results indicated an increase in students’ knowledge after the educational intervention. It is expected that students will be able to apply the knowledge gained to prevent rabies transmission in their communities. --- Rabies merupakan penyakit zoonosis yang menular melalui gigitan hewan yang terinfeksi rabies. Kasus rabies terjadi dilebih dari 150 negara dan menyebabkan ha mpir 55.000 orang meninggal. Virus rabies yang menginfeksi anjing lebih berisiko tinggi dalam menularkan rabies dan berpotensi menyebabkan 95% kematian pada manusia. Di Indonesia, rabies merupakan permasalahan kesehatan yang dipandang serius, karena telah menimbulkan tingkat kematian 100% pada setiap kasus. Berdasarkan observasi yang dilakukan di Kelurahan Katimbang terdapat banyak anjing liar yang berkeliaran dan berpotensi menularkan rabies. Hasil wawancara dengan petugas Puskesmas Paccerakkang, pada Tahun 2023 terdapat 33 kasus rabies. Maka dari itu, dibentuklah program kerja mengenai edukasi kenali dan cegah bahaya rabies. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan edukasi mengenai rabies dan cara pencegahannya, serta pemahaman akan bahaya penyakit rabies. Metode yang digunakan yaitu penyampaian materi dengan presentasi menggunakan media power point, video edukasi, serta pemberian pre-test dan post-test. Kegiatan dilakukan di UPT SPF SD Negeri Paccerakkang dan UPT SPF SD Nusa Harapan Permai, dengan jumlah peserta 106 siswa(i) dari kelas III, IV, V dan VI. Peserta mengalami peningkatan pengetahuan mengenai edukasi kenali dan cegah bahaya rabies. Dengan adanya peningkatan pengetahuan yang diperoleh dari siswa(i) setelah diberikannya edukasi diharapkan peserta dapat mengaplikasikan pengetahuan yang didapatkan sehingga dapat mencegah penularan penyakit rabies.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Published
2025-07-30
DOI
https://doi.org/10.20956/pa.v9i3.40106
Primary Topic
Rabies epidemiology and control
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

EDUKASI KENALI DAN CEGAH BAHAYA RABIES PADA SISWA(I) SEKOLAH DASAR DI KELURAHAN KATIMBANG, KECAMATAN BIRINGKANAYA, KOTA MAKASSAR

Nuurhidayat Jafar, Dita Natasya, Pahdila Rezki Annisa, Nur Isra Nopianti et al.
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Rabies epidemiology and control
article

EDUKASI KENALI DAN CEGAH BAHAYA RABIES PADA SISWA(I) SEKOLAH DASAR DI KELURAHAN KATIMBANG, KECAMATAN BIRINGKANAYA, KOTA MAKASSAR

Nuurhidayat Jafar, Dita Natasya, Pahdila Rezki Annisa, Nur Isra Nopianti, Maghfira Meyghafary Anhariza Dawa, Muhamad Gilang Ramadhan Tunggeng
article en

Abstract

Rabies is a zoonotic disease transmitted through the bite of an animal infected with the rabies virus. It occurs in more than 150 countries and causes nearly 55,000 deaths annually. Infections originating from dogs carry the highest risk, accounting for approximately 95% of rabies-related human fatalities. In Indonesia, rabies remains a critical public health concern due to its 100% case fatality rate. Observations in the Katimbang area revealed a high number of stray dogs, which increases the risk of rabies transmission. According to data from the Paccerakkang Health Center, there were 33 reported rabies cases in 2023. In response to this issue, an educational outreach program was developed to raise awareness about recognizing and preventing the dangers of rabies. The objective of the activity was to provide students with knowledge about rabies, its modes of transmission, and effective prevention strategies. The educational sessions were delivered through PowerPoint presentations, educational videos, and the administration of pre-tests and post-tests to assess learning outcomes. The activity was conducted at UPT SPF SD Negeri Paccerakkang and UPT SPF SD Nusa Harapan Permai, involving a total of 106 students from grades III, IV, V, and VI. The results indicated an increase in students’ knowledge after the educational intervention. It is expected that students will be able to apply the knowledge gained to prevent rabies transmission in their communities. --- Rabies merupakan penyakit zoonosis yang menular melalui gigitan hewan yang terinfeksi rabies. Kasus rabies terjadi dilebih dari 150 negara dan menyebabkan ha mpir 55.000 orang meninggal. Virus rabies yang menginfeksi anjing lebih berisiko tinggi dalam menularkan rabies dan berpotensi menyebabkan 95% kematian pada manusia. Di Indonesia, rabies merupakan permasalahan kesehatan yang dipandang serius, karena telah menimbulkan tingkat kematian 100% pada setiap kasus. Berdasarkan observasi yang dilakukan di Kelurahan Katimbang terdapat banyak anjing liar yang berkeliaran dan berpotensi menularkan rabies. Hasil wawancara dengan petugas Puskesmas Paccerakkang, pada Tahun 2023 terdapat 33 kasus rabies. Maka dari itu, dibentuklah program kerja mengenai edukasi kenali dan cegah bahaya rabies. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan edukasi mengenai rabies dan cara pencegahannya, serta pemahaman akan bahaya penyakit rabies. Metode yang digunakan yaitu penyampaian materi dengan presentasi menggunakan media power point, video edukasi, serta pemberian pre-test dan post-test. Kegiatan dilakukan di UPT SPF SD Negeri Paccerakkang dan UPT SPF SD Nusa Harapan Permai, dengan jumlah peserta 106 siswa(i) dari kelas III, IV, V dan VI. Peserta mengalami peningkatan pengetahuan mengenai edukasi kenali dan cegah bahaya rabies. Dengan adanya peningkatan pengetahuan yang diperoleh dari siswa(i) setelah diberikannya edukasi diharapkan peserta dapat mengaplikasikan pengetahuan yang didapatkan sehingga dapat mencegah penularan penyakit rabies.

Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada MasyarakatVol. 9(3)
Hasanuddin University (ID)
Openalex Percentile: Top 72%
Rabies epidemiology and control
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.