Interfaith Dialogue as the Face of Moderation: A Study of Tolerance Movement in Cyber Space
This article examines the urgency of interfaith dialogue as a manifestation of religious moderation in the digital space of modern society. The main objective of this study is to analyze how interfaith dialogue content on the online platforms “Jeda Nulis,” “Noice,” and “Cahaya Untuk Indonesia” can contribute to the creation of harmony and brotherhood, with a focus on the implementation of universal religious values and the principle of ukhuwwah. The article employs a qualitative approach and Christine Hine's virtual ethnography method to analyze interfaith dialogue content, particularly on visual and audio-based platforms, to understand the dynamics of interaction and narrative construction. Key findings indicate that the digital space, with its inherent potential for cross-faith collaboration, is an effective medium for disseminating messages of tolerance. Successful content actively emphasizes values such as social responsibility, mutual respect, pluralism, peace, equality, brotherhood, justice, accountability, freedom, and honesty, which tangibly shape an inclusive and compassionate religious civilization. The academic implications of this research are significant as it enriches digital ethnographic studies in the context of religious phenomena, provides specific empirical insights into the mechanisms of interfaith dialogue on social media, and contributes to the sociology of religion literature in the digital age. Although this article underscores the importance of utilizing cyberspace to support tolerance education, further research is needed to identify optimal strategies for promoting religious inclusivity through online dialogue.Artikel ini mengkaji urgensi dialog antaragama sebagai perwujudan moderasi beragama dalam ruang digital masyarakat modern. Tujuan utama dari studi ini adalah untuk menganalisis bagaimana konten dialog antaragama di platform daring “Jeda Nulis,” “Noice,” dan “Cahaya Untuk Indonesia” dapat berkontribusi pada terciptanya harmoni dan persaudaraan, dengan fokus pada implementasi nilai-nilai universal agama dan prinsip ukhuwwah. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode etnografi virtual Christine Hine untuk menganalisis konten dialog antaragama, khususnya pada platform berbasis visual dan audio, guna memahami dinamika interaksi dan konstruksi naratif. Temuan utama menunjukkan bahwa ruang digital, dengan potensi inherennya untuk kolaborasi lintas iman, merupakan media yang efektif untuk menyebarkan pesan toleransi. Konten yang berhasil secara aktif menekankan nilai-nilai seperti tanggung jawab sosial, saling menghormati, pluralisme, perdamaian, kesetaraan, persaudaraan, keadilan, akuntabilitas, kebebasan, dan kejujuran, yang secara nyata membentuk peradaban agama yang inklusif dan penuh kasih. Implikasi akademis dari penelitian ini cukup signifikan karena memperkaya studi etnografi digital dalam konteks fenomena keagamaan, memberikan wawasan empiris spesifik tentang mekanisme dialog antaragama di media sosial, serta berkontribusi pada literatur sosiologi agama di era digital. Meskipun artikel ini menekankan pentingnya pemanfaatan dunia maya untuk mendukung pendidikan toleransi, penelitian lanjutan masih diperlukan untuk mengidentifikasi strategi optimal dalam mempromosikan inklusivitas beragama melalui dialog daring.
Authors
- Ali Mursyid Azisi (ORCID: https://orcid.org/0000-0003-3140-3104)
- Rian Hidayat (ORCID: https://orcid.org/0000-0002-2362-5607)
- Ummu Melliya Adibah
- Waris Hartini
Publication Details
- Journal
- Al-Adyan Journal of Religious Studies
- Published
- 2025-07-11
- DOI
- https://doi.org/10.15548/al-adyan.v6i1.11351
- Primary Topic
- Media, Religion, Digital Communication
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00