Faktor-Faktor yang Menentukan Ketimpangan Pendapatan di 5 Kota Besar Indonesia

Abstract. Income inequality in major Indonesian cities is becoming increasingly alarming amid rising urbanization and the dominance of the informal sector. This study aims to analyze the influence of urbanization, economic growth rate (EGR), and the proportion of informal sector workers on income inequality in five major cities Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, and Makassar during the period 2020–2024. The study adopts a quantitative approach using panel data regression, with the best model selected through the Chow Test and Hausman Test. The results show that urbanization and informal sector employment have a positive and significant effect on income inequality, while EGR has a negative but insignificant effect. These findings indicate that poorly managed urbanization and a high proportion of informal workers are key factors driving the increase in inequality in urban areas. Therefore, more inclusive development strategies are needed, along with improvements in the quality and availability of formal employment. Such policies are expected to reduce income inequality and promote more equitable and inclusive economic growth in Indonesia’s major cities. Abstrak. Ketimpangan pendapatan di kota-kota besar Indonesia semakin mengkhawatirkan seiring dengan peningkatan urbanisasi dan dominasi sektor informal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh urbanisasi, laju pertumbuhan ekonomi (LPE), dan proporsi pekerja sektor informal terhadap tingkat ketimpangan pendapatan di lima kota besar Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, dan Makassar selama periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel, serta pemilihan model terbaik dilakukan melalui Uji Chow dan Uji Hausman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa urbanisasi dan pekerja sektor informal berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan, sementara LPE memiliki pengaruh negatif tetapi tidak signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa urbanisasi yang tidak terkelola dengan baik serta tingginya proporsi pekerja sektor informal menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan ketimpangan di wilayah perkotaan. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembangunan yang lebih inklusif, serta peningkatan kualitas dan ketersediaan lapangan kerja formal. Kebijakan ini diharapkan dapat menekan ketimpangan pendapatan dan mendukung terciptanya pertumbuhan ekonomi yang lebih adil dan merata di kota-kota besar Indonesia.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Bandung Conference Series Economics Studies
Published
2025-08-03
DOI
https://doi.org/10.29313/bcses.v5i2.20064
Primary Topic
Economic Growth and Fiscal Policies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Faktor-Faktor yang Menentukan Ketimpangan Pendapatan di 5 Kota Besar Indonesia

Dina Meilinda, Aan Julia
Bandung Conference Series Economics Studies
Economic Growth and Fiscal Policies
article

Faktor-Faktor yang Menentukan Ketimpangan Pendapatan di 5 Kota Besar Indonesia

Dina Meilinda, Aan Julia
article en

Abstract

Abstract. Income inequality in major Indonesian cities is becoming increasingly alarming amid rising urbanization and the dominance of the informal sector. This study aims to analyze the influence of urbanization, economic growth rate (EGR), and the proportion of informal sector workers on income inequality in five major cities Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, and Makassar during the period 2020–2024. The study adopts a quantitative approach using panel data regression, with the best model selected through the Chow Test and Hausman Test. The results show that urbanization and informal sector employment have a positive and significant effect on income inequality, while EGR has a negative but insignificant effect. These findings indicate that poorly managed urbanization and a high proportion of informal workers are key factors driving the increase in inequality in urban areas. Therefore, more inclusive development strategies are needed, along with improvements in the quality and availability of formal employment. Such policies are expected to reduce income inequality and promote more equitable and inclusive economic growth in Indonesia’s major cities. Abstrak. Ketimpangan pendapatan di kota-kota besar Indonesia semakin mengkhawatirkan seiring dengan peningkatan urbanisasi dan dominasi sektor informal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh urbanisasi, laju pertumbuhan ekonomi (LPE), dan proporsi pekerja sektor informal terhadap tingkat ketimpangan pendapatan di lima kota besar Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, dan Makassar selama periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel, serta pemilihan model terbaik dilakukan melalui Uji Chow dan Uji Hausman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa urbanisasi dan pekerja sektor informal berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan, sementara LPE memiliki pengaruh negatif tetapi tidak signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa urbanisasi yang tidak terkelola dengan baik serta tingginya proporsi pekerja sektor informal menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan ketimpangan di wilayah perkotaan. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembangunan yang lebih inklusif, serta peningkatan kualitas dan ketersediaan lapangan kerja formal. Kebijakan ini diharapkan dapat menekan ketimpangan pendapatan dan mendukung terciptanya pertumbuhan ekonomi yang lebih adil dan merata di kota-kota besar Indonesia.

Bandung Conference Series Economics StudiesVol. 5(2)
Bandung Islamic University (ID)
Openalex Percentile: Top 67%
Economic Growth and Fiscal Policies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.