Pengaruh FDR, BOPO, Inflasi, dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap Profitabilitas (ROA) Bank Muamalat Tahun 2009-2024
Abstract. The banking sector plays a crucial role in driving Indonesia’s economic growth. Profitability is a key indicator of bank performance, commonly reflected in the Return on Assets (ROA) ratio. Bank Muamalat, as the pioneer of Islamic banking in Indonesia, has faced profitability challenges, indicated by its persistently low ROA ranging between 0% and 0.5% over the past 15 years, placing it in the less healthy category. This study aims to analyze the effect of internal factors such as the Financing to Deposit Ratio (FDR) and Operating Expenses to Operating Income (BOPO), as well as external factors including inflation and economic growth, on the ROA of Bank Muamalat during the period 2009–2024. The research employs a quantitative approach using multiple linear regression analysis and secondary data sourced from Bank Indonesia, Statistics Indonesia, and Bank Muamalat’s financial reports. The findings show that FDR and economic growth have no significant effect on ROA, while BOPO and inflation have a significant negative effect on ROA. These results highlight the need for the Bank to enhance operational cost efficiency, improve financing performance, control inflation, and effectively leverage economic growth momentum to increase profitability in the future. Abstrak. Perbankan berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Profitabilitas merupakan indikator utama kinerja bank, yang digambarkan melalui rasio Return on Assets (ROA). Bank Muamalat sebagai pelopor bank syariah di Indonesia mengalami permasalahan dalam profitabilitas, dari rendahnya ROA yang hanya berada di kisaran 0%–0,5% selama 15 tahun terakhir, dan termasuk kategori kurang sehat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor internal seperti Financing to Deposit Ratio (FDR) dan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), serta faktor eksternal yaitu inflasi dan pertumbuhan ekonomi, terhadap ROA Bank Muamalat selama tahun 2009–2024. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan regresi linear berganda dan data sekunder dari Bank Indonesia, BPS, serta laporan keuangan Bank Muamalat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FDR dan LPE tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA, sedangkan BOPO dan inflasi berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA. Hasil temuan penelitian ini menegaskan bahwa Bank perlu memaksimalkan efisiensi biaya operasional, memperbaiki kinerja pembiayaan, pengendalian inflasi, dan mengoptimalkan momentum pertumbuhan ekonomi untuk mendorong peningkatan profitabilitas pada masa mendatang.
Authors
- Vania Malva Nabila
- Dewi Rahmi
Publication Details
- Journal
- Bandung Conference Series Economics Studies
- Published
- 2025-08-03
- DOI
- https://doi.org/10.29313/bcses.v5i2.19942
- Primary Topic
- Financial Analysis and Corporate Governance
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00