Strategi Pengembangan UMKM Kuliner di Kota Bandung melalui Sistem Pembayaran QRIS

Abstract. This study examines the development strategy of culinary Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Bandung City through the implementation of the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) as a digital payment solution. In the face of increasing digitalization, many culinary MSMEs still rely on cash transactions, which are less efficient and more vulnerable to financial risk. QRIS, as a unified QR-based payment system, offers ease of transaction, increased efficiency, improved financial recording, and enhanced customer trust. Using a descriptive quantitative method, data were collected from 111 culinary MSME respondents who had adopted QRIS. The research applied SWOT analysis to identify internal strengths and weaknesses, as well as external opportunities and threats. The results show that QRIS has significantly improved transaction processes, security, and financial documentation. With a strength score of 3.40 and opportunity score of 4.00, the analysis places MSMEs in Quadrant I, recommending an aggressive strategy. This includes digital literacy training, integration with online platforms, promotion of cashless transactions, and collaboration with the government. QRIS not only serves as a payment tool but also acts as a driver of digital transformation and financial inclusion for MSMEs, enhancing their competitiveness in the evolving economic landscape. Abstrak. Penelitian ini membahas strategi pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner di Kota Bandung melalui implementasi sistem pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Di tengah perkembangan digitalisasi, banyak pelaku UMKM kuliner masih bergantung pada transaksi tunai yang kurang efisien dan berisiko tinggi. QRIS hadir sebagai solusi pembayaran terpadu yang mampu meningkatkan efisiensi transaksi, kemudahan pencatatan keuangan, dan kenyamanan pelanggan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner kepada 111 responden pelaku UMKM kuliner di Kota Bandung yang telah menggunakan QRIS. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan SWOT untuk mengidentifikasi faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan QRIS berdampak positif terhadap proses transaksi dan pengelolaan usaha. Dengan skor kekuatan sebesar 3,40 dan peluang sebesar 4,00, UMKM kuliner berada pada Kuadran I (agresif) dalam matriks SWOT. Strategi yang direkomendasikan meliputi edukasi digital, integrasi QRIS dengan platform online, promosi transaksi non-tunai, serta sinergi dengan pemerintah. QRIS tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran, tetapi juga menjadi pendorong transformasi digital UMKM dan peningkatan inklusi keuangan yang mendukung daya saing di era ekonomi digital.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Bandung Conference Series Economics Studies
Published
2025-08-09
DOI
https://doi.org/10.29313/bcses.v5i2.21512
Primary Topic
SMEs Development and Digital Marketing
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Strategi Pengembangan UMKM Kuliner di Kota Bandung melalui Sistem Pembayaran QRIS

Ima Amaliah, Ferida Nur Adha
Bandung Conference Series Economics Studies
SMEs Development and Digital Marketing
article

Strategi Pengembangan UMKM Kuliner di Kota Bandung melalui Sistem Pembayaran QRIS

Ima Amaliah, Ferida Nur Adha
article en

Abstract

Abstract. This study examines the development strategy of culinary Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Bandung City through the implementation of the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) as a digital payment solution. In the face of increasing digitalization, many culinary MSMEs still rely on cash transactions, which are less efficient and more vulnerable to financial risk. QRIS, as a unified QR-based payment system, offers ease of transaction, increased efficiency, improved financial recording, and enhanced customer trust. Using a descriptive quantitative method, data were collected from 111 culinary MSME respondents who had adopted QRIS. The research applied SWOT analysis to identify internal strengths and weaknesses, as well as external opportunities and threats. The results show that QRIS has significantly improved transaction processes, security, and financial documentation. With a strength score of 3.40 and opportunity score of 4.00, the analysis places MSMEs in Quadrant I, recommending an aggressive strategy. This includes digital literacy training, integration with online platforms, promotion of cashless transactions, and collaboration with the government. QRIS not only serves as a payment tool but also acts as a driver of digital transformation and financial inclusion for MSMEs, enhancing their competitiveness in the evolving economic landscape. Abstrak. Penelitian ini membahas strategi pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner di Kota Bandung melalui implementasi sistem pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Di tengah perkembangan digitalisasi, banyak pelaku UMKM kuliner masih bergantung pada transaksi tunai yang kurang efisien dan berisiko tinggi. QRIS hadir sebagai solusi pembayaran terpadu yang mampu meningkatkan efisiensi transaksi, kemudahan pencatatan keuangan, dan kenyamanan pelanggan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner kepada 111 responden pelaku UMKM kuliner di Kota Bandung yang telah menggunakan QRIS. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan SWOT untuk mengidentifikasi faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan QRIS berdampak positif terhadap proses transaksi dan pengelolaan usaha. Dengan skor kekuatan sebesar 3,40 dan peluang sebesar 4,00, UMKM kuliner berada pada Kuadran I (agresif) dalam matriks SWOT. Strategi yang direkomendasikan meliputi edukasi digital, integrasi QRIS dengan platform online, promosi transaksi non-tunai, serta sinergi dengan pemerintah. QRIS tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran, tetapi juga menjadi pendorong transformasi digital UMKM dan peningkatan inklusi keuangan yang mendukung daya saing di era ekonomi digital.

Bandung Conference Series Economics StudiesVol. 5(2)
Bandung Islamic University (ID)
Openalex Percentile: Top 56%
SMEs Development and Digital Marketing
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.