Pemahaman Taurat dalam Terang Injil: Pendidikan Doktrinal Kontekstual bagi Pemimpin GBI di BPD Palu

This community service program addresses the theological confusion among GBI leaders in Palu regarding the relevance of the Mosaic Law in the light of the Gospel. The tension between legalistic interpretations and the liberating message of Christ has resulted in doctrinal inconsistencies within congregational teachings, especially concerning dietary laws and ritual observances. This study aims to develop a contextual doctrinal education program that equips church leaders to understand the role of the Torah within the framework of redemptive history. Using a qualitative-descriptive approach, the program included literature reviews, participatory observations, and semi-structured interviews. Educational interventions were delivered through interactive seminars, case-based discussions, and contextual theological reflections. The program was grounded in Robert Banks’ framework of theological leadership formation, emphasizing the integration of biblical studies, systematic theology, and pastoral application. The results show significant growth in theological understanding, with participants demonstrating the ability to differentiate between timeless moral principles and ceremonial laws fulfilled in Christ. Participants also showed readiness to implement the new understanding through catechetical materials and contextual teaching plans. This project proves that contextual doctrinal education fosters not only cognitive clarity but also spiritual and pastoral transformation, which is vital for maintaining the integrity and unity of the church's witness in pluralistic contexts.Program pengabdian kepada masyarakat ini merespons kebingungan teologis di kalangan pemimpin GBI BPD Palu terkait relevansi hukum Taurat dalam terang Injil. Ketegangan antara interpretasi yang octrinal dan pesan pembebasan dari Kristus telah menimbulkan inkonsistensi octrinal dalam pengajaran jemaat, khususnya menyangkut hukum makanan dan ritus ibadah. Penelitian ini bertujuan merancang pendidikan octrinal yang kontekstual guna memperlengkapi para pemimpin gereja agar memahami peran Taurat dalam kerangka sejarah keselamatan. Dengan pendekatan deskriptif-kualitatif, data dikumpulkan melalui studi literatur, observasi partisipatif, dan wawancara semi-terstruktur. Intervensi edukatif dilakukan melalui seminar interaktif, diskusi berbasis kasus, serta refleksi teologis yang kontekstual. Program ini merujuk pada kerangka formasi kepemimpinan teologis dari Robert Banks yang menekankan integrasi kajian biblika, teologi sistematika, dan aplikasi pastoral. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman teologis, peserta mampu membedakan prinsip moral yang bersifat kekal dari hukum seremonial yang telah digenapi dalam Kristus. Peserta juga menunjukkan kesiapan untuk menerapkan pemahaman ini melalui materi katekisasi dan rencana pengajaran jemaat yang kontekstual. Program ini membuktikan bahwa pendidikan octrinal kontekstual tidak hanya membawa kejelasan kognitif, tetapi juga transformasi spiritual dan pastoral yang penting bagi integritas dan kesatuan kesaksian gereja di tengah masyarakat yang majemuk.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Jurnal PKM Setiadharma
Published
2025-08-30
DOI
https://doi.org/10.47457/jps.v6i2.670
Primary Topic
Contemporary Christian Leadership and Education
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Pemahaman Taurat dalam Terang Injil: Pendidikan Doktrinal Kontekstual bagi Pemimpin GBI di BPD Palu

Gernaida Krisna R. Pakpahan
Jurnal PKM Setiadharma
Contemporary Christian Leadership and Education
article

Pemahaman Taurat dalam Terang Injil: Pendidikan Doktrinal Kontekstual bagi Pemimpin GBI di BPD Palu

Gernaida Krisna R. Pakpahan
article en

Abstract

This community service program addresses the theological confusion among GBI leaders in Palu regarding the relevance of the Mosaic Law in the light of the Gospel. The tension between legalistic interpretations and the liberating message of Christ has resulted in doctrinal inconsistencies within congregational teachings, especially concerning dietary laws and ritual observances. This study aims to develop a contextual doctrinal education program that equips church leaders to understand the role of the Torah within the framework of redemptive history. Using a qualitative-descriptive approach, the program included literature reviews, participatory observations, and semi-structured interviews. Educational interventions were delivered through interactive seminars, case-based discussions, and contextual theological reflections. The program was grounded in Robert Banks’ framework of theological leadership formation, emphasizing the integration of biblical studies, systematic theology, and pastoral application. The results show significant growth in theological understanding, with participants demonstrating the ability to differentiate between timeless moral principles and ceremonial laws fulfilled in Christ. Participants also showed readiness to implement the new understanding through catechetical materials and contextual teaching plans. This project proves that contextual doctrinal education fosters not only cognitive clarity but also spiritual and pastoral transformation, which is vital for maintaining the integrity and unity of the church's witness in pluralistic contexts.Program pengabdian kepada masyarakat ini merespons kebingungan teologis di kalangan pemimpin GBI BPD Palu terkait relevansi hukum Taurat dalam terang Injil. Ketegangan antara interpretasi yang octrinal dan pesan pembebasan dari Kristus telah menimbulkan inkonsistensi octrinal dalam pengajaran jemaat, khususnya menyangkut hukum makanan dan ritus ibadah. Penelitian ini bertujuan merancang pendidikan octrinal yang kontekstual guna memperlengkapi para pemimpin gereja agar memahami peran Taurat dalam kerangka sejarah keselamatan. Dengan pendekatan deskriptif-kualitatif, data dikumpulkan melalui studi literatur, observasi partisipatif, dan wawancara semi-terstruktur. Intervensi edukatif dilakukan melalui seminar interaktif, diskusi berbasis kasus, serta refleksi teologis yang kontekstual. Program ini merujuk pada kerangka formasi kepemimpinan teologis dari Robert Banks yang menekankan integrasi kajian biblika, teologi sistematika, dan aplikasi pastoral. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman teologis, peserta mampu membedakan prinsip moral yang bersifat kekal dari hukum seremonial yang telah digenapi dalam Kristus. Peserta juga menunjukkan kesiapan untuk menerapkan pemahaman ini melalui materi katekisasi dan rencana pengajaran jemaat yang kontekstual. Program ini membuktikan bahwa pendidikan octrinal kontekstual tidak hanya membawa kejelasan kognitif, tetapi juga transformasi spiritual dan pastoral yang penting bagi integritas dan kesatuan kesaksian gereja di tengah masyarakat yang majemuk.

Jurnal PKM SetiadharmaVol. 6(2)
Jakarta Theological Seminary (ID)
Openalex Percentile: Top 81%
Contemporary Christian Leadership and Education
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.