Beyond Boundaries: Mengundang yang Terpinggirkan ke Meja Perjamuan (Tafsir Lukas 14:12-14 melalui Perspektif Disabilitas)

AbstractPersons with disabilities continue to face various forms of discrimination and social exclusion, including limited access to education, employment, healthcare services, and participation in religious communities. Deeply rooted societal stigma often leads to their marginalization and devaluation. In the context of Christian theology, biblical texts have often been interpreted either literally or metaphorically in ways that associate disability with sin, lack of faith, or a condition that needs healing. Such interpretations reinforce the exclusion of persons with disabilities within churches and society. This study aims to interpret Luke 14:12-14 through the lens of disability theology to foster a more inclusive understanding. The findings indicate that a theological perspective on disability can serve as a foundation for churches and society to create a more just and inclusive environment, removing structural barriers that hinder the full participation of persons with disabilities in social and religious life. AbstrakPenyandang disabilitas masih menghadapi berbagai bentuk diskriminasi dan pengucilan sosial, baik dalam akses terhadap pendidikan, pekerjaan, layanan kesehatan, maupun partisipasi dalam komunitas keagamaan. Stigma yang mengakar dalam masyarakat sering kali menyebabkan mereka terasing dan kurang dihargai. Dalam konteks teologi Kristen, teks-teks Alkitab sering kali ditafsirkan secara literal maupun metaforis dengan kecenderungan memandang disabilitas sebagai akibat dosa, kurangnya iman, atau kondisi yang perlu disembuhkan. Pemahaman ini memperkuat marginalisasi penyandang disabilitas dalam gereja dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan teks Lukas 14:12-14 melalui perspektif disabilitas guna membangun pemahaman yang lebih inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perspektif teologi disabilitas dapat menjadi landasan bagi gereja dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih adil dan inklusif, serta menghapus hambatan strukturalyang menghalangi partisipasi penuh penyandang disabilitas dalam kehidupan sosial dan keagamaan.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Aradha Journal of Divinity Peace and Conflict Studies
Published
2025-08-30
DOI
https://doi.org/10.21460/aradha.2025.52.1422
Primary Topic
Marriage and Family Dynamics
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Beyond Boundaries: Mengundang yang Terpinggirkan ke Meja Perjamuan (Tafsir Lukas 14:12-14 melalui Perspektif Disabilitas)

Adila Sekar Pambayun
Aradha Journal of Divinity Peace and Conflict Studies
Marriage and Family Dynamics
article

Beyond Boundaries: Mengundang yang Terpinggirkan ke Meja Perjamuan (Tafsir Lukas 14:12-14 melalui Perspektif Disabilitas)

Adila Sekar Pambayun
article en

Abstract

AbstractPersons with disabilities continue to face various forms of discrimination and social exclusion, including limited access to education, employment, healthcare services, and participation in religious communities. Deeply rooted societal stigma often leads to their marginalization and devaluation. In the context of Christian theology, biblical texts have often been interpreted either literally or metaphorically in ways that associate disability with sin, lack of faith, or a condition that needs healing. Such interpretations reinforce the exclusion of persons with disabilities within churches and society. This study aims to interpret Luke 14:12-14 through the lens of disability theology to foster a more inclusive understanding. The findings indicate that a theological perspective on disability can serve as a foundation for churches and society to create a more just and inclusive environment, removing structural barriers that hinder the full participation of persons with disabilities in social and religious life. AbstrakPenyandang disabilitas masih menghadapi berbagai bentuk diskriminasi dan pengucilan sosial, baik dalam akses terhadap pendidikan, pekerjaan, layanan kesehatan, maupun partisipasi dalam komunitas keagamaan. Stigma yang mengakar dalam masyarakat sering kali menyebabkan mereka terasing dan kurang dihargai. Dalam konteks teologi Kristen, teks-teks Alkitab sering kali ditafsirkan secara literal maupun metaforis dengan kecenderungan memandang disabilitas sebagai akibat dosa, kurangnya iman, atau kondisi yang perlu disembuhkan. Pemahaman ini memperkuat marginalisasi penyandang disabilitas dalam gereja dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan teks Lukas 14:12-14 melalui perspektif disabilitas guna membangun pemahaman yang lebih inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perspektif teologi disabilitas dapat menjadi landasan bagi gereja dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih adil dan inklusif, serta menghapus hambatan strukturalyang menghalangi partisipasi penuh penyandang disabilitas dalam kehidupan sosial dan keagamaan.

Aradha Journal of Divinity Peace and Conflict StudiesVol. 5(2)
Duta Wacana Christian University (ID)
Openalex Percentile: Top 67%
Marriage and Family Dynamics
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.