Case Description of Juvenile Criminal Offenses at Tanjung Gusta Medan Penitentiary in 2024

Background: Juvenile crime is a critical issue, particularly as children are the nation's future. This study examines the profiles and types of crimes committed by juvenile inmates at the Tanjung Gusta Penitentiary, Medan, in 2024. Methods: Using a descriptive observational approach, data were collected from legal documents and administrative records of 50 juvenile inmates with final court decisions. Results: Results showed that all inmates were male, aged 14–19 years, with education levels ranging from elementary to high school. Sexual violence was the most prevalent offense (52%), followed by theft, narcotics distribution, and assault. Sentences ranged from less than one year to a maximum of ten years, with most inmates receiving 1–3 years. Conclusion: The findings underscore the need for targeted interventions to address socio-economic and educational factors contributing to juvenile delinquency. Further studies and policy enhancements are recommended to prevent juvenile crimes and support their rehabilitation. Keyword: Juvenile Crime, Penitentiary, Tanjung Gusta, Rehabilitation, Youth Offenders Latar Belakang: Kejahatan anak merupakan masalah yang sangat penting, terutama karena anak-anak adalah masa depan bangsa. Studi ini mengkaji profil dan jenis kejahatan yang dilakukan oleh narapidana anak di Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta, Medan, pada tahun 2024. Metode: Dengan menggunakan pendekatan observasional deskriptif, data dikumpulkan dari dokumen hukum dan catatan administratif 50 narapidana anak yang telah memiliki putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua narapidana berjenis kelamin laki-laki, berusia 14-19 tahun, dengan tingkat pendidikan mulai dari SD hingga SMA. Kekerasan seksual adalah pelanggaran yang paling banyak dilakukan (52%), diikuti oleh pencurian, peredaran narkotika, dan penganiayaan. Hukuman berkisar dari kurang dari satu tahun hingga maksimal sepuluh tahun, dengan sebagian besar narapidana menerima hukuman 1-3 tahun. Kesimpulan: Temuan ini menggarisbawahi perlunya intervensi yang ditargetkan untuk mengatasi faktor sosial-ekonomi dan pendidikan yang berkontribusi terhadap kenakalan remaja. Studi lebih lanjut dan peningkatan kebijakan direkomendasikan untuk mencegah kejahatan remaja dan mendukung rehabilitasi mereka. Kata Kunci: Kejahatan Anak, Lembaga Pemasyarakatan, Tanjung Gusta, Rehabilitasi, Pelaku Tindak Pidana Anak

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal
Published
2025-08-13
DOI
https://doi.org/10.32734/scripta.v7i1.20592
Primary Topic
Legal and Social Justice Studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Case Description of Juvenile Criminal Offenses at Tanjung Gusta Medan Penitentiary in 2024

Asan Petrus, Ahmad Danial Hakim
SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal
Legal and Social Justice Studies
article

Case Description of Juvenile Criminal Offenses at Tanjung Gusta Medan Penitentiary in 2024

Asan Petrus, Ahmad Danial Hakim
article en

Abstract

Background: Juvenile crime is a critical issue, particularly as children are the nation's future. This study examines the profiles and types of crimes committed by juvenile inmates at the Tanjung Gusta Penitentiary, Medan, in 2024. Methods: Using a descriptive observational approach, data were collected from legal documents and administrative records of 50 juvenile inmates with final court decisions. Results: Results showed that all inmates were male, aged 14–19 years, with education levels ranging from elementary to high school. Sexual violence was the most prevalent offense (52%), followed by theft, narcotics distribution, and assault. Sentences ranged from less than one year to a maximum of ten years, with most inmates receiving 1–3 years. Conclusion: The findings underscore the need for targeted interventions to address socio-economic and educational factors contributing to juvenile delinquency. Further studies and policy enhancements are recommended to prevent juvenile crimes and support their rehabilitation. Keyword: Juvenile Crime, Penitentiary, Tanjung Gusta, Rehabilitation, Youth Offenders Latar Belakang: Kejahatan anak merupakan masalah yang sangat penting, terutama karena anak-anak adalah masa depan bangsa. Studi ini mengkaji profil dan jenis kejahatan yang dilakukan oleh narapidana anak di Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta, Medan, pada tahun 2024. Metode: Dengan menggunakan pendekatan observasional deskriptif, data dikumpulkan dari dokumen hukum dan catatan administratif 50 narapidana anak yang telah memiliki putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua narapidana berjenis kelamin laki-laki, berusia 14-19 tahun, dengan tingkat pendidikan mulai dari SD hingga SMA. Kekerasan seksual adalah pelanggaran yang paling banyak dilakukan (52%), diikuti oleh pencurian, peredaran narkotika, dan penganiayaan. Hukuman berkisar dari kurang dari satu tahun hingga maksimal sepuluh tahun, dengan sebagian besar narapidana menerima hukuman 1-3 tahun. Kesimpulan: Temuan ini menggarisbawahi perlunya intervensi yang ditargetkan untuk mengatasi faktor sosial-ekonomi dan pendidikan yang berkontribusi terhadap kenakalan remaja. Studi lebih lanjut dan peningkatan kebijakan direkomendasikan untuk mencegah kejahatan remaja dan mendukung rehabilitasi mereka. Kata Kunci: Kejahatan Anak, Lembaga Pemasyarakatan, Tanjung Gusta, Rehabilitasi, Pelaku Tindak Pidana Anak

SCRIPTA SCORE Scientific Medical JournalVol. 7(1)
Universitas Sumatera Utara (ID)
Openalex Percentile: Top 63%
Legal and Social Justice Studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.