Analisis Rencana Detail Tata Ruang dan Strategi Pengembangan Kawasan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu

The Detailed Spatial Plan (RDTR) of the Administrative Regency of the Kepulauan Seribu is a crucial instrument in supporting sustainable and adaptive coastal development. This region possesses unique geographical characteristics that require a spatial planning approach based on local ecosystem, social, and economic conditions. This study aims to analyze the strengths, weaknesses, opportunities, and threats (SWOT) in the implementation of the RDTR of the Kepulauan Seribu, as well as provide strategic recommendations for regional development. The method used is a literature study with a descriptive-analytical approach based on secondary data. The analysis results show that the main strength of the region lies in its extensive tourism and conservation areas, while its primary weakness is the limited basic infrastructure and spatial data management. Significant opportunities arise from the growing trend of ecotourism and strong government policy support, yet the region also faces serious threats such as natural disasters and conflicts over spatial use. This study recommends the integration of technology, human resource development, and improved spatial governance as strategic steps toward achieving inclusive and sustainable spatial planning in the Kepulauan Seribu. Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu merupakan instrumen penting dalam mendukung pembangunan wilayah pesisir yang berkelanjutan dan adaptif. Wilayah ini memiliki karakteristik geografis unik yang menuntut pendekatan perencanaan ruang berbasis ekosistem, sosial, dan ekonomi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT) dalam implementasi RDTR Kepulauan Seribu serta rekomendasi strategi dalam pengembangan kawasan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif analitis berbasis data sekunder. Hasil analisis menunjukkan bahwa kekuatan utama wilayah ini terletak pada luas kawasan pariwisata dan konservasi, sementara kelemahan utamanya adalah terbatasnya infrastruktur dasar dan pengelolaan data ruang. Peluang besar datang dari tren ekowisata dan dukungan kebijakan pemerintah, namun wilayah ini juga menghadapi ancaman serius seperti bencana alam dan konflik pemanfaatan ruang. Hasil penelitian ini merekomendasikan integrasi teknologi, peningkatan SDM, serta perbaikan tata kelola ruang sebagai langkah strategis untuk mewujudkan perencanaan ruang yang inklusif dan berkelanjutan di Kepulauan Seribu.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Tunas Agraria
Published
2025-09-02
DOI
https://doi.org/10.31292/jta.v8i3.486
Primary Topic
Economic Growth and Fiscal Policies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Analisis Rencana Detail Tata Ruang dan Strategi Pengembangan Kawasan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu

Ramones
Tunas Agraria
Economic Growth and Fiscal Policies
article

Analisis Rencana Detail Tata Ruang dan Strategi Pengembangan Kawasan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu

Ramones
article en

Abstract

The Detailed Spatial Plan (RDTR) of the Administrative Regency of the Kepulauan Seribu is a crucial instrument in supporting sustainable and adaptive coastal development. This region possesses unique geographical characteristics that require a spatial planning approach based on local ecosystem, social, and economic conditions. This study aims to analyze the strengths, weaknesses, opportunities, and threats (SWOT) in the implementation of the RDTR of the Kepulauan Seribu, as well as provide strategic recommendations for regional development. The method used is a literature study with a descriptive-analytical approach based on secondary data. The analysis results show that the main strength of the region lies in its extensive tourism and conservation areas, while its primary weakness is the limited basic infrastructure and spatial data management. Significant opportunities arise from the growing trend of ecotourism and strong government policy support, yet the region also faces serious threats such as natural disasters and conflicts over spatial use. This study recommends the integration of technology, human resource development, and improved spatial governance as strategic steps toward achieving inclusive and sustainable spatial planning in the Kepulauan Seribu. Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu merupakan instrumen penting dalam mendukung pembangunan wilayah pesisir yang berkelanjutan dan adaptif. Wilayah ini memiliki karakteristik geografis unik yang menuntut pendekatan perencanaan ruang berbasis ekosistem, sosial, dan ekonomi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT) dalam implementasi RDTR Kepulauan Seribu serta rekomendasi strategi dalam pengembangan kawasan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif analitis berbasis data sekunder. Hasil analisis menunjukkan bahwa kekuatan utama wilayah ini terletak pada luas kawasan pariwisata dan konservasi, sementara kelemahan utamanya adalah terbatasnya infrastruktur dasar dan pengelolaan data ruang. Peluang besar datang dari tren ekowisata dan dukungan kebijakan pemerintah, namun wilayah ini juga menghadapi ancaman serius seperti bencana alam dan konflik pemanfaatan ruang. Hasil penelitian ini merekomendasikan integrasi teknologi, peningkatan SDM, serta perbaikan tata kelola ruang sebagai langkah strategis untuk mewujudkan perencanaan ruang yang inklusif dan berkelanjutan di Kepulauan Seribu.

Tunas AgrariaVol. 8(3)
Indonesia Open University (ID)
Openalex Percentile: Top 69%
Economic Growth and Fiscal Policies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.