Sanitasi Destinasi dan Ketahanan Tubuh: Diare sebagai Risiko Tersembunyi Wisatawan

ABSTRACT Traveler’s diarrhea remains one of the most frequent health issues encountered during travel, especially in destinations with inadequate sanitation. Environmental factors such as water quality, waste disposal, and food hygiene play a critical role in determining exposure to enteric pathogens. Additionally, the immune resilience of the traveler significantly affects susceptibility to gastrointestinal infections. This study aimed to examine the correlation between destination sanitation and immune resilience with the incidence of diarrhea among tourists. A quantitative cross-sectional design was employed, involving 100 respondents who had visited tropical areas within the past six months. Data were collected using a questionnaire adapted from the Health Belief Model and analyzed using chi-square and Spearman correlation tests. The results revealed a significant association between poor sanitation and diarrhea incidence (p < 0.05), while lower immune resilience was positively correlated with increased diarrhea risk (ρ = 0.452; p < 0.01). These findings highlight the need for comprehensive prevention strategies, including health education, immunization, and improved hygiene infrastructure at tourism destinations. Traveler’s diarrhea, although often overlooked, poses a serious threat to travel comfort and safety. Keywords: Traveler’s Diarrhea, Sanitation, Immune Resilience, Healthy Tourism ABSTRAK Diare wisatawan merupakan salah satu masalah kesehatan yang kerap terjadi selama perjalanan, terutama ketika mengunjungi destinasi dengan tingkat sanitasi yang buruk. Faktor lingkungan seperti kualitas air, pengolahan limbah, dan kebersihan makanan berperan besar dalam memengaruhi risiko diare. Di sisi lain, ketahanan tubuh individu juga menentukan seberapa rentan seseorang terhadap infeksi enterik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara kondisi sanitasi destinasi dan ketahanan tubuh terhadap kejadian diare pada wisatawan. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang terhadap 100 responden yang melakukan perjalanan ke daerah tropis dalam enam bulan terakhir. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang dikembangkan berdasarkan model Health Belief Model, dianalisis menggunakan uji chi-square dan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sanitasi buruk secara signifikan berhubungan dengan kejadian diare (p < 0,05), sementara ketahanan tubuh yang rendah juga memperbesar risiko diare secara bermakna (ρ = 0,452; p < 0,01). Temuan ini menegaskan pentingnya perhatian terhadap faktor lingkungan dan kondisi kesehatan wisatawan sebelum melakukan perjalanan. Strategi pencegahan berupa edukasi kesehatan, vaksinasi, dan peningkatan sanitasi destinasi dapat mengurangi risiko diare sebagai penyakit tersembunyi yang mengancam kenyamanan wisata. Kata Kunci: Diare Wisatawan, Sanitasi, Ketahanan Tubuh, Pariwisata Sehat

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Malahayati Nursing Journal
Published
2025-09-01
DOI
https://doi.org/10.33024/mnj.v7i9.21837
Primary Topic
Community-based Tourism Development and Sustainability
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Sanitasi Destinasi dan Ketahanan Tubuh: Diare sebagai Risiko Tersembunyi Wisatawan

Anik Suharna, Yuswanto Setyawan
Malahayati Nursing Journal
Community-based Tourism Development and Sustainability
article

Sanitasi Destinasi dan Ketahanan Tubuh: Diare sebagai Risiko Tersembunyi Wisatawan

Anik Suharna, Yuswanto Setyawan
article en

Abstract

ABSTRACT Traveler’s diarrhea remains one of the most frequent health issues encountered during travel, especially in destinations with inadequate sanitation. Environmental factors such as water quality, waste disposal, and food hygiene play a critical role in determining exposure to enteric pathogens. Additionally, the immune resilience of the traveler significantly affects susceptibility to gastrointestinal infections. This study aimed to examine the correlation between destination sanitation and immune resilience with the incidence of diarrhea among tourists. A quantitative cross-sectional design was employed, involving 100 respondents who had visited tropical areas within the past six months. Data were collected using a questionnaire adapted from the Health Belief Model and analyzed using chi-square and Spearman correlation tests. The results revealed a significant association between poor sanitation and diarrhea incidence (p < 0.05), while lower immune resilience was positively correlated with increased diarrhea risk (ρ = 0.452; p < 0.01). These findings highlight the need for comprehensive prevention strategies, including health education, immunization, and improved hygiene infrastructure at tourism destinations. Traveler’s diarrhea, although often overlooked, poses a serious threat to travel comfort and safety. Keywords: Traveler’s Diarrhea, Sanitation, Immune Resilience, Healthy Tourism ABSTRAK Diare wisatawan merupakan salah satu masalah kesehatan yang kerap terjadi selama perjalanan, terutama ketika mengunjungi destinasi dengan tingkat sanitasi yang buruk. Faktor lingkungan seperti kualitas air, pengolahan limbah, dan kebersihan makanan berperan besar dalam memengaruhi risiko diare. Di sisi lain, ketahanan tubuh individu juga menentukan seberapa rentan seseorang terhadap infeksi enterik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara kondisi sanitasi destinasi dan ketahanan tubuh terhadap kejadian diare pada wisatawan. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang terhadap 100 responden yang melakukan perjalanan ke daerah tropis dalam enam bulan terakhir. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang dikembangkan berdasarkan model Health Belief Model, dianalisis menggunakan uji chi-square dan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sanitasi buruk secara signifikan berhubungan dengan kejadian diare (p < 0,05), sementara ketahanan tubuh yang rendah juga memperbesar risiko diare secara bermakna (ρ = 0,452; p < 0,01). Temuan ini menegaskan pentingnya perhatian terhadap faktor lingkungan dan kondisi kesehatan wisatawan sebelum melakukan perjalanan. Strategi pencegahan berupa edukasi kesehatan, vaksinasi, dan peningkatan sanitasi destinasi dapat mengurangi risiko diare sebagai penyakit tersembunyi yang mengancam kenyamanan wisata. Kata Kunci: Diare Wisatawan, Sanitasi, Ketahanan Tubuh, Pariwisata Sehat

Malahayati Nursing JournalVol. 7(9)
University of Surabaya (ID), Universitas Ciputra (ID)
Openalex Percentile: Top 69%
Community-based Tourism Development and Sustainability
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.