Penerjemahan Alkitab dalam Bahasa Ibu Misi Kontekstual dan Dampaknya bagi Orang Percaya

Abstract The Bible is the most translated book into various languages. Although, studies on the impact of these Bible translations on the spirituality of the language readers in their local community is still limited. This research is aimed to measure the role of Bible translations into the various heart languages as an integral part of contextual mission. This research uses a library research method with a qualitative theological approach, characterized by two main frameworks: a narrative and a hermeneutical approach to the Bible. The result of the research shows that Bible translations into heart languages, significantly increases understanding, affection and spiritual involvement of the users. Therefore, heart language translations are not just about a communication tool, but also as an emotional and cultural bridge that is important in spreading the Gospel. To that end, translating the Bible into more heart languages need to be supported even more as a relevant and transformative strategy for contextual mission. AbstrakAlkitab merupakan buku yang paling banyak diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Namun, studi tentang dampak penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa ibu terhadap spiritualitas pengguna bahasa tersebut di dalam komunitas lokal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa ibu sebagai bagian integral dari misi kontekstual. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif teologis dengan dua corak utama yaitu pendekatan naratif dan hermeneutik dari Alkitab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa ibu, secara signifikan memperkuat pemahaman, afeksi, dan keterlibatan spiritual masyarakat penggunanya. Dengan demikian, fungsi bahasa ibu tidak terbatas sebagai alat komunikasi saja, tetapi juga sebagai jembatan emosional dan budaya yang penting dalam pewartaan Injil. Oleh karena itu, penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa ibu perlu terus didukung sebagai strategi misi kontekstual yang relevan dan transformatif.

Authors

Publication Details

Journal
Kharisma Jurnal Ilmiah Teologi
Published
2025-08-29
DOI
https://doi.org/10.54553/kharisma.v6i1.383
Primary Topic
Contemporary Christian Leadership and Education
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Penerjemahan Alkitab dalam Bahasa Ibu Misi Kontekstual dan Dampaknya bagi Orang Percaya

Rubin Adi Abraham
1 links
Kharisma Jurnal Ilmiah Teologi
Contemporary Christian Leadership and Education
article

Penerjemahan Alkitab dalam Bahasa Ibu Misi Kontekstual dan Dampaknya bagi Orang Percaya

Rubin Adi Abraham
article en

Abstract

Abstract The Bible is the most translated book into various languages. Although, studies on the impact of these Bible translations on the spirituality of the language readers in their local community is still limited. This research is aimed to measure the role of Bible translations into the various heart languages as an integral part of contextual mission. This research uses a library research method with a qualitative theological approach, characterized by two main frameworks: a narrative and a hermeneutical approach to the Bible. The result of the research shows that Bible translations into heart languages, significantly increases understanding, affection and spiritual involvement of the users. Therefore, heart language translations are not just about a communication tool, but also as an emotional and cultural bridge that is important in spreading the Gospel. To that end, translating the Bible into more heart languages need to be supported even more as a relevant and transformative strategy for contextual mission. AbstrakAlkitab merupakan buku yang paling banyak diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Namun, studi tentang dampak penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa ibu terhadap spiritualitas pengguna bahasa tersebut di dalam komunitas lokal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa ibu sebagai bagian integral dari misi kontekstual. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif teologis dengan dua corak utama yaitu pendekatan naratif dan hermeneutik dari Alkitab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa ibu, secara signifikan memperkuat pemahaman, afeksi, dan keterlibatan spiritual masyarakat penggunanya. Dengan demikian, fungsi bahasa ibu tidak terbatas sebagai alat komunikasi saja, tetapi juga sebagai jembatan emosional dan budaya yang penting dalam pewartaan Injil. Oleh karena itu, penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa ibu perlu terus didukung sebagai strategi misi kontekstual yang relevan dan transformatif.

Kharisma Jurnal Ilmiah TeologiVol. 6(1)
Openalex Percentile: Top 82%
Contemporary Christian Leadership and Education
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.