STUDI SURVEI : GAMBARAN PENYAKIT MENULAR PADA WANITA DI KABUPATEN MAGETAN

ABSTRACT Sexually Transmitted Infections (STIs) such as HIV, Hepatitis B, and Syphilis are serious public health problems, especially among high-risk groups like female sex workers. The Pasar Sayur Magetan area has a high potential for STI transmission due to nighttime entertainment activities and the presence of dimly lit establishments. This study aims to identify the presence of STIs among women in Magetan as a basis for planning prevention and education programs by the government and health authorities. This research uses an analytical cross-sectional survey design with venous blood samples collected in EDTA anticoagulant tubes from female sex workers at Pasar Sayur Magetan. Data were collected through Rapid Diagnostic Tests (RDT) using immunochromatographic methods to detect HIV, Hepatitis B, and Syphilis, along with questionnaires to identify risk factors and behaviors influencing STI transmission. The study found cases of HIV and Syphilis among female sex workers in Pasar Sayur Magetan. The main risk factors include unsafe sexual behavior, inconsistent condom use, frequent partner changes, and limited education and knowledge. Although all respondents practiced good genital hygiene, this did not fully prevent STIs transmitted through blood and bodily fluids. This survey reveals the prevalence of STIs and the main risk factors in Pasar Sayur Magetan. These findings serve as a foundation for the government and health services to design prevention, education, and early detection programs to reduce cases and increase awareness of safe sexual behavior. ABSTRAK Infeksi Menular Seksual (IMS) seperti HIV, Hepatitis B, dan Sifilis menjadi masalah kesehatan serius, terutama bagi kelompok berisiko tinggi seperti wanita pekerja seks. Kawasan Pasar Sayur Magetan berpotensi tinggi dalam penyebaran IMS karena aktivitas hiburan malam dan keberadaan warung remang-remang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya penyakit penyakit menular seksual pada wanita di daerah Magetan, agar dapat digunakan sebagai dasar dalam perencanaan program pencegahan dan edukasi oleh pemerintah dan dinas Kesehatan. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik cross-sectional dengan menggunakan sampel darah vena antikoagulan EDTA pada wanita pekerja seks di Pasar Sayur Magetan. Data dikumpulkan dari hasil pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) metode imunokromatografi untuk mendeteksi HIV, Hepatitis B, dan Sifilis, serta kuesioner untuk mengidentifikasi faktor risiko dan perilaku yang mempengaruhi penularan IMS. Penelitian ini menemukan adanya kasus HIV dan Sifilis di kalangan wanita pekerja seks di Pasar Sayur Magetan dengan faktor risiko utama berupa perilaku seksual tidak aman dan ketidakkonsistenan penggunaan kondom serta keterbatasan pendidikan dan pengetahuan. Kesimpulannya, meskipun praktik genital higiene baik, risiko penularan IMS tetap terjadi. Survei ini mengungkap tingkat penyebaran PMS di Pasar Sayur Magetan serta faktor risiko utama. Temuan ini menjadi dasar bagi pemerintah dan dinas kesehatan dalam merancang program pencegahan, edukasi, dan deteksi dini guna mengurangi kasus serta meningkatkan kesadaran akan perilaku seksual yang aman.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
HEALTHY Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
Published
2025-08-29
DOI
https://doi.org/10.51878/healthy.v4i3.6793
Primary Topic
Public Health and Nutrition
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

STUDI SURVEI : GAMBARAN PENYAKIT MENULAR PADA WANITA DI KABUPATEN MAGETAN

Evy Diah Woelansari, Digdo Riyanto, Musholli Himmatun Nabilah
HEALTHY Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
Public Health and Nutrition
article

STUDI SURVEI : GAMBARAN PENYAKIT MENULAR PADA WANITA DI KABUPATEN MAGETAN

Evy Diah Woelansari, Digdo Riyanto, Musholli Himmatun Nabilah
article en

Abstract

ABSTRACT Sexually Transmitted Infections (STIs) such as HIV, Hepatitis B, and Syphilis are serious public health problems, especially among high-risk groups like female sex workers. The Pasar Sayur Magetan area has a high potential for STI transmission due to nighttime entertainment activities and the presence of dimly lit establishments. This study aims to identify the presence of STIs among women in Magetan as a basis for planning prevention and education programs by the government and health authorities. This research uses an analytical cross-sectional survey design with venous blood samples collected in EDTA anticoagulant tubes from female sex workers at Pasar Sayur Magetan. Data were collected through Rapid Diagnostic Tests (RDT) using immunochromatographic methods to detect HIV, Hepatitis B, and Syphilis, along with questionnaires to identify risk factors and behaviors influencing STI transmission. The study found cases of HIV and Syphilis among female sex workers in Pasar Sayur Magetan. The main risk factors include unsafe sexual behavior, inconsistent condom use, frequent partner changes, and limited education and knowledge. Although all respondents practiced good genital hygiene, this did not fully prevent STIs transmitted through blood and bodily fluids. This survey reveals the prevalence of STIs and the main risk factors in Pasar Sayur Magetan. These findings serve as a foundation for the government and health services to design prevention, education, and early detection programs to reduce cases and increase awareness of safe sexual behavior. ABSTRAK Infeksi Menular Seksual (IMS) seperti HIV, Hepatitis B, dan Sifilis menjadi masalah kesehatan serius, terutama bagi kelompok berisiko tinggi seperti wanita pekerja seks. Kawasan Pasar Sayur Magetan berpotensi tinggi dalam penyebaran IMS karena aktivitas hiburan malam dan keberadaan warung remang-remang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya penyakit penyakit menular seksual pada wanita di daerah Magetan, agar dapat digunakan sebagai dasar dalam perencanaan program pencegahan dan edukasi oleh pemerintah dan dinas Kesehatan. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik cross-sectional dengan menggunakan sampel darah vena antikoagulan EDTA pada wanita pekerja seks di Pasar Sayur Magetan. Data dikumpulkan dari hasil pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) metode imunokromatografi untuk mendeteksi HIV, Hepatitis B, dan Sifilis, serta kuesioner untuk mengidentifikasi faktor risiko dan perilaku yang mempengaruhi penularan IMS. Penelitian ini menemukan adanya kasus HIV dan Sifilis di kalangan wanita pekerja seks di Pasar Sayur Magetan dengan faktor risiko utama berupa perilaku seksual tidak aman dan ketidakkonsistenan penggunaan kondom serta keterbatasan pendidikan dan pengetahuan. Kesimpulannya, meskipun praktik genital higiene baik, risiko penularan IMS tetap terjadi. Survei ini mengungkap tingkat penyebaran PMS di Pasar Sayur Magetan serta faktor risiko utama. Temuan ini menjadi dasar bagi pemerintah dan dinas kesehatan dalam merancang program pencegahan, edukasi, dan deteksi dini guna mengurangi kasus serta meningkatkan kesadaran akan perilaku seksual yang aman.

HEALTHY Jurnal Inovasi Riset Ilmu KesehatanVol. 4(3)
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta II (ID)
Openalex Percentile: Top 68%
Public Health and Nutrition
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.