Peningkatan Kemampuan Menulis Pesan di Media Sosial dengan Kesantunan Berbahasa Indonesia Masyarakat Kampung Sawah Bekasi

Social media is a collection of digital applications that enable users to interact online by sharing information in the form of photos, videos, news, and short stories. This convenience has made the dissemination of information rapid and widespread. However, alongside these advantages come challenges, particularly the use of impolite language that can disrupt communication, both in process and content. In such a context, it is essential to foster awareness of polite language use in social media, especially within communities that embrace diversity. Kampung Sawah, a Betawi community located in Jatimurni Subdistrict, offers a unique example of harmony, where three houses of worship mosque, church, and chapel stand side by side. Residents of different faiths Islam, Christianity, and Catholicism have long maintained familial ties dating back to before Indonesia's independence. This harmony is sustained through shared customs, culture, and language. Therefore, training in polite message writing for social media targeted at residents, teachers, students, and parents of SD (elementary school) in Kampung Sawah is of great significance. The training focused on writing messages that promote tolerance and unity, as well as identifying polite and impolite language forms. The results show an improvement in the ability to write respectfully using strategies such as direct speech, positive and negative politeness, and off-record strategies. With this understanding, community members are better equipped to avoid profanity, curses, and expressions that degrade others, while fostering wisdom and setting a positive example in their digital communication practices. Abstrak Media sosial merupakan kumpulan aplikasi digital yang memungkinkan penggunanya berinteraksi secara daring dengan berbagi informasi dalam bentuk foto, video, berita, hingga cerita singkat. Kemudahan ini membuat penyebaran informasi menjadi sangat cepat dan luas. Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul tantangan berupa penggunaan bahasa yang tidak santun, yang dapat mengganggu jalannya komunikasi, baik dari segi proses maupun isi pesan. Di tengah situasi ini, penting untuk mengembangkan kesadaran berbahasa santun dalam bermedia sosial, terutama di komunitas dengan latar belakang keberagaman. Kampung Sawah, sebuah komunitas masyarakat Betawi di Kelurahan Jatimurni, menjadi contoh unik kerukunan, di mana tiga rumah ibadah berdiri berdekatan, dan masyarakat Islam, Kristen, serta Katolik hidup berdampingan dalam ikatan kekeluargaan yang telah terjalin jauh sebelum Indonesia merdeka. Harmoni ini dijaga melalui kesamaan adat, budaya, dan bahasa. Oleh karena itu, pelatihan menulis pesan santun di media sosial bagi warga, guru, murid, dan orang tua murid SD di Kampung Sawah menjadi sangat penting. Pelatihan ini menekankan pada penulisan pesan yang mendukung kerukunan dan toleransi, serta mengenalkan bentuk-bentuk bahasa yang santun dan tidak santun. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan menulis secara santun dengan pendekatan strategi pembicaraan langsung, kesantunan positif dan negatif, serta strategi pembicaraan semu. Dengan pemahaman ini, masyarakat mampu menghindari penggunaan makian, umpatan, dan ungkapan yang merendahkan, serta menumbuhkan sikap bijak dan memberi contoh positif dalam komunikasi digital sehari-hari.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Mitra Teras Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat
Published
2025-06-30
DOI
https://doi.org/10.58797/teras.0401.05
Primary Topic
SMEs Development and Digital Marketing
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Peningkatan Kemampuan Menulis Pesan di Media Sosial dengan Kesantunan Berbahasa Indonesia Masyarakat Kampung Sawah Bekasi

Krisanjaya Krisanjaya, Asisda Wahyu, Aulia Rahmawati, Ida Widia
1 links
Mitra Teras Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat
SMEs Development and Digital Marketing
article

Peningkatan Kemampuan Menulis Pesan di Media Sosial dengan Kesantunan Berbahasa Indonesia Masyarakat Kampung Sawah Bekasi

Krisanjaya Krisanjaya, Asisda Wahyu, Aulia Rahmawati, Ida Widia
article en

Abstract

Social media is a collection of digital applications that enable users to interact online by sharing information in the form of photos, videos, news, and short stories. This convenience has made the dissemination of information rapid and widespread. However, alongside these advantages come challenges, particularly the use of impolite language that can disrupt communication, both in process and content. In such a context, it is essential to foster awareness of polite language use in social media, especially within communities that embrace diversity. Kampung Sawah, a Betawi community located in Jatimurni Subdistrict, offers a unique example of harmony, where three houses of worship mosque, church, and chapel stand side by side. Residents of different faiths Islam, Christianity, and Catholicism have long maintained familial ties dating back to before Indonesia's independence. This harmony is sustained through shared customs, culture, and language. Therefore, training in polite message writing for social media targeted at residents, teachers, students, and parents of SD (elementary school) in Kampung Sawah is of great significance. The training focused on writing messages that promote tolerance and unity, as well as identifying polite and impolite language forms. The results show an improvement in the ability to write respectfully using strategies such as direct speech, positive and negative politeness, and off-record strategies. With this understanding, community members are better equipped to avoid profanity, curses, and expressions that degrade others, while fostering wisdom and setting a positive example in their digital communication practices. Abstrak Media sosial merupakan kumpulan aplikasi digital yang memungkinkan penggunanya berinteraksi secara daring dengan berbagi informasi dalam bentuk foto, video, berita, hingga cerita singkat. Kemudahan ini membuat penyebaran informasi menjadi sangat cepat dan luas. Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul tantangan berupa penggunaan bahasa yang tidak santun, yang dapat mengganggu jalannya komunikasi, baik dari segi proses maupun isi pesan. Di tengah situasi ini, penting untuk mengembangkan kesadaran berbahasa santun dalam bermedia sosial, terutama di komunitas dengan latar belakang keberagaman. Kampung Sawah, sebuah komunitas masyarakat Betawi di Kelurahan Jatimurni, menjadi contoh unik kerukunan, di mana tiga rumah ibadah berdiri berdekatan, dan masyarakat Islam, Kristen, serta Katolik hidup berdampingan dalam ikatan kekeluargaan yang telah terjalin jauh sebelum Indonesia merdeka. Harmoni ini dijaga melalui kesamaan adat, budaya, dan bahasa. Oleh karena itu, pelatihan menulis pesan santun di media sosial bagi warga, guru, murid, dan orang tua murid SD di Kampung Sawah menjadi sangat penting. Pelatihan ini menekankan pada penulisan pesan yang mendukung kerukunan dan toleransi, serta mengenalkan bentuk-bentuk bahasa yang santun dan tidak santun. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan menulis secara santun dengan pendekatan strategi pembicaraan langsung, kesantunan positif dan negatif, serta strategi pembicaraan semu. Dengan pemahaman ini, masyarakat mampu menghindari penggunaan makian, umpatan, dan ungkapan yang merendahkan, serta menumbuhkan sikap bijak dan memberi contoh positif dalam komunikasi digital sehari-hari.

Mitra Teras Jurnal Terapan Pengabdian MasyarakatVol. 4(1)
Indonesia University of Education (ID), State University of Jakarta (ID)
Openalex Percentile: Top 60%
SMEs Development and Digital Marketing
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.