Penyampaian Informasi Kebudayaan Indonesia di Akun Instagram @kemenparekraf.ri

This research aims to analyse the public communication conducted by the Ministry of Tourism and Creative Economy (Kemenparekraf) through the Instagram account @kemenparekraf.ri in conveying Indonesian cultural information to the public. Using a descriptive qualitative approach and case study method, this research identifies how the ministry utilises Instagram in public communication to promote Indonesian culture. The researcher analysed the four pillars of public communication applied in the Instagram account, namely informative, educative, entertainment, and interactive content. The results showed that the Instagram account @kemenparekraf.ri succeeded in attracting audience attention with relevant, interesting, and easy-to-understand content. Professional content and visual quality as well as simple language make Indonesian cultural information well received. Evaluation through social media metrics shows high audience interaction with the content presented. However, some content needs to be strengthened in its narrative to increase the impact of cultural messages. This research provides insights for public communication strategies in cultural promotion through social media. Penelitian ini bertujuan menganalisis komunikasi publik yang dilakukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melalui akun Instagram @kemenparekraf.ri dalam menyampaikan informasi kebudayaan Indonesia kepada masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi kasus, penelitian ini mengidentifikasi bagaimana Kemenparekraf memanfaatkan Instagram dalam komunikasi publik untuk mempromosikan kebudayaan Indonesia. Peneliti menganalisis empat pilar komunikasi publik yang diterapkan dalam akun Instagram tersebut, yaitu konten informatif, edukatif, hiburan, dan interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun Instagram @kemenparekraf.ri berhasil menarik perhatian audiens dengan konten yang relevan, menarik, dan mudah dipahami. Isi konten dan kualitas visual yang profesional serta bahasa yang sederhana membuat informasi kebudayaan Indonesia diterima dengan baik. Evaluasi melalui metrik media sosial menunjukkan tingginya interaksi audiens dengan konten yang disajikan. Namun, beberapa konten perlu diperkuat narasinya untuk meningkatkan dampak pesan kebudayaan. Penelitian ini memberikan wawasan untuk strategi komunikasi publik dalam promosi kebudayaan melalui media sosial.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Kiwari
Published
2025-06-30
DOI
https://doi.org/10.24912/ki.v4i2.34988
Primary Topic
Community-based Tourism Development and Sustainability
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Penyampaian Informasi Kebudayaan Indonesia di Akun Instagram @kemenparekraf.ri

Lydia Irena, Sinta Paramita, Setya Kholifah
Kiwari
Community-based Tourism Development and Sustainability
article

Penyampaian Informasi Kebudayaan Indonesia di Akun Instagram @kemenparekraf.ri

Lydia Irena, Sinta Paramita, Setya Kholifah
article en

Abstract

This research aims to analyse the public communication conducted by the Ministry of Tourism and Creative Economy (Kemenparekraf) through the Instagram account @kemenparekraf.ri in conveying Indonesian cultural information to the public. Using a descriptive qualitative approach and case study method, this research identifies how the ministry utilises Instagram in public communication to promote Indonesian culture. The researcher analysed the four pillars of public communication applied in the Instagram account, namely informative, educative, entertainment, and interactive content. The results showed that the Instagram account @kemenparekraf.ri succeeded in attracting audience attention with relevant, interesting, and easy-to-understand content. Professional content and visual quality as well as simple language make Indonesian cultural information well received. Evaluation through social media metrics shows high audience interaction with the content presented. However, some content needs to be strengthened in its narrative to increase the impact of cultural messages. This research provides insights for public communication strategies in cultural promotion through social media. Penelitian ini bertujuan menganalisis komunikasi publik yang dilakukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melalui akun Instagram @kemenparekraf.ri dalam menyampaikan informasi kebudayaan Indonesia kepada masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi kasus, penelitian ini mengidentifikasi bagaimana Kemenparekraf memanfaatkan Instagram dalam komunikasi publik untuk mempromosikan kebudayaan Indonesia. Peneliti menganalisis empat pilar komunikasi publik yang diterapkan dalam akun Instagram tersebut, yaitu konten informatif, edukatif, hiburan, dan interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun Instagram @kemenparekraf.ri berhasil menarik perhatian audiens dengan konten yang relevan, menarik, dan mudah dipahami. Isi konten dan kualitas visual yang profesional serta bahasa yang sederhana membuat informasi kebudayaan Indonesia diterima dengan baik. Evaluasi melalui metrik media sosial menunjukkan tingginya interaksi audiens dengan konten yang disajikan. Namun, beberapa konten perlu diperkuat narasinya untuk meningkatkan dampak pesan kebudayaan. Penelitian ini memberikan wawasan untuk strategi komunikasi publik dalam promosi kebudayaan melalui media sosial.

KiwariVol. 4(2)
Tarumanagara University (ID)
Openalex Percentile: Top 70%
Community-based Tourism Development and Sustainability
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.