Peran Komunikasi Artifaktual dalam Membangun Identitas Visual dan Budaya Mahasiswa Fashion di Burgo Indonesia

With cultural diversity, fashion goes beyond aesthetics and becomes a non-verbal communication tool that reflects an individual's identity, social status and values. It is able to shape perceptions and self-image that reflect the visuals and culture that characterise a person. This research wants to know and describe artifactual communication as a visual and cultural identity of fashion students in Burgo Indonesia. This research uses symbolic interaction theory by George Herbert Mead, which explains social symbols and meanings influence human interaction. This research uses a descriptive qualitative method with a case study approach. Data was collected through in-depth interviews and direct observation of fashion students at Burgo Indonesia. The results showed that the work of fashion students in Burgo Indonesia is aesthetic but also has meaning, reflecting a distinctive visual and cultural identity. The findings contribute to the development of artifactual communication theory as well as providing practical guidance for fashion students in creating design works that combine aesthetics and culture as individual characteristics. Dengan keberagaman budaya, fashion tidak hanya berbicara estetika, melainkan menjadi alat komunikasi non-verbal yang mencerminkan identitas, status sosial, dan nilai individu. Hal ini mampu membentuk persepsi dan citra diri yang mencerminkan visual dan budaya yang menjadi ciri khas seseorang. Penelitian ini ingin mengetahui dan mendeskripsikan komunikasi artifaktual sebagai identitas visual dan budaya mahasiswa fashion di Burgo Indonesia. Penelitian ini menggunakan teori interaksi simbolik oleh George Herbert Mead, yang menjelaskan simbol dan makna sosial mempengaruhi interaksi manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi langsung terhadap mahasiswa fashion di Burgo Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karya mahasiswa fashion di Burgo Indonesia estetis tetapi juga memiliki makna, mencerminkan identitas visual dan budaya yang khas. Temuan ini memberikan kontribusi pada pengembangan teori komunikasi artifaktual serta memberikan panduan praktis bagi mahasiswa fashion dalam menciptakan karya desain yang memadukan estetika dan budaya sebagai ciri khas individu.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Kiwari
Published
2025-06-30
DOI
https://doi.org/10.24912/ki.v4i2.34990
Primary Topic
Cultural and Artistic Studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Peran Komunikasi Artifaktual dalam Membangun Identitas Visual dan Budaya Mahasiswa Fashion di Burgo Indonesia

Yessica Yessica, Lusia Savitri Setyo Utami
Kiwari
Cultural and Artistic Studies
article

Peran Komunikasi Artifaktual dalam Membangun Identitas Visual dan Budaya Mahasiswa Fashion di Burgo Indonesia

Yessica Yessica, Lusia Savitri Setyo Utami
article en

Abstract

With cultural diversity, fashion goes beyond aesthetics and becomes a non-verbal communication tool that reflects an individual's identity, social status and values. It is able to shape perceptions and self-image that reflect the visuals and culture that characterise a person. This research wants to know and describe artifactual communication as a visual and cultural identity of fashion students in Burgo Indonesia. This research uses symbolic interaction theory by George Herbert Mead, which explains social symbols and meanings influence human interaction. This research uses a descriptive qualitative method with a case study approach. Data was collected through in-depth interviews and direct observation of fashion students at Burgo Indonesia. The results showed that the work of fashion students in Burgo Indonesia is aesthetic but also has meaning, reflecting a distinctive visual and cultural identity. The findings contribute to the development of artifactual communication theory as well as providing practical guidance for fashion students in creating design works that combine aesthetics and culture as individual characteristics. Dengan keberagaman budaya, fashion tidak hanya berbicara estetika, melainkan menjadi alat komunikasi non-verbal yang mencerminkan identitas, status sosial, dan nilai individu. Hal ini mampu membentuk persepsi dan citra diri yang mencerminkan visual dan budaya yang menjadi ciri khas seseorang. Penelitian ini ingin mengetahui dan mendeskripsikan komunikasi artifaktual sebagai identitas visual dan budaya mahasiswa fashion di Burgo Indonesia. Penelitian ini menggunakan teori interaksi simbolik oleh George Herbert Mead, yang menjelaskan simbol dan makna sosial mempengaruhi interaksi manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi langsung terhadap mahasiswa fashion di Burgo Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karya mahasiswa fashion di Burgo Indonesia estetis tetapi juga memiliki makna, mencerminkan identitas visual dan budaya yang khas. Temuan ini memberikan kontribusi pada pengembangan teori komunikasi artifaktual serta memberikan panduan praktis bagi mahasiswa fashion dalam menciptakan karya desain yang memadukan estetika dan budaya sebagai ciri khas individu.

KiwariVol. 4(2)
Tarumanagara University (ID)
Openalex Percentile: Top 73%
Cultural and Artistic Studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.