Optimalisasi Pancasila Sebagai Landasan Hukum Yang Humanis Dalam Pembangunan Karakter Bangsa

This study aims to examine the role of Pancasila as a humanistic legal foundation in character development of society by identifying the gap between the normative values enshrined in legal documents and their implementation in practice. The research employs a qualitative approach with a normative design, supported by empirical data from in-depth interviews with legal practitioners, academics, and policymakers. The analysis reveals that although the values of Pancasila have been formally integrated into legislation, structural and bureaucratic obstacles, as well as differing interpretations among institutions, hinder the realization of a truly humanistic legal system. The discussion highlights that legal system reform and character education require synergy between theory, policy, and operational practice. Therefore, efforts are needed to improve inter-agency coordination, provide continuous training for law enforcement officials, and utilize information technology to monitor policy implementation. In conclusion, consistent and integrated integration of Pancasila values is key to establishing a just legal system and inclusive character development in society, which is expected to serve as a foundation for legal reform and more responsive character education strategies in light of social and global dynamics. Abstrak Penelitian ini bertujuan mengkaji peran Pancasila sebagai landasan hukum yang humanis dalam pembangunan karakter masyarakat dengan mengidentifikasi kesenjangan antara nilai-nilai normatif yang tertuang dalam dokumen hukum dan implementasinya di lapangan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan desain normatif yang didukung oleh data empiris dari wawancara mendalam dengan praktisi hukum, akademisi, dan pembuat kebijakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun nilai-nilai Pancasila telah diintegrasikan secara formal ke dalam peraturan perundang-undangan, terdapat hambatan struktural, birokratis, serta perbedaan interpretasi antar institusi yang menghambat terwujudnya sistem hukum yang benar-benar humanis. Diskusi mengungkapkan bahwa reformasi sistem hukum dan pendidikan karakter memerlukan sinergi antara teori, kebijakan, dan praktik operasional, sehingga perlu ada upaya peningkatan koordinasi antar lembaga, pelatihan berkelanjutan bagi aparat penegak hukum, dan pemanfaatan teknologi informasi dalam pengawasan implementasi kebijakan. Kesimpulannya, integrasi nilai Pancasila secara konsisten dan terintegrasi merupakan kunci untuk mewujudkan sistem hukum yang adil dan pembangunan karakter masyarakat yang inklusif, yang diharapkan dapat menjadi dasar bagi reformasi hukum dan strategi pendidikan karakter yang lebih responsif terhadap dinamika sosial dan global. Kata kunci: Pancasila; Hukum Humanis; Pembangunan Karakter; Reformasi Hukum.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Ethics and Law Journal Business and Notary
Published
2025-08-26
DOI
https://doi.org/10.61292/eljbn.281
Primary Topic
Legal Studies and Policies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Optimalisasi Pancasila Sebagai Landasan Hukum Yang Humanis Dalam Pembangunan Karakter Bangsa

Alexander Kennedy
Ethics and Law Journal Business and Notary
Legal Studies and Policies
article

Optimalisasi Pancasila Sebagai Landasan Hukum Yang Humanis Dalam Pembangunan Karakter Bangsa

Alexander Kennedy
article en

Abstract

This study aims to examine the role of Pancasila as a humanistic legal foundation in character development of society by identifying the gap between the normative values enshrined in legal documents and their implementation in practice. The research employs a qualitative approach with a normative design, supported by empirical data from in-depth interviews with legal practitioners, academics, and policymakers. The analysis reveals that although the values of Pancasila have been formally integrated into legislation, structural and bureaucratic obstacles, as well as differing interpretations among institutions, hinder the realization of a truly humanistic legal system. The discussion highlights that legal system reform and character education require synergy between theory, policy, and operational practice. Therefore, efforts are needed to improve inter-agency coordination, provide continuous training for law enforcement officials, and utilize information technology to monitor policy implementation. In conclusion, consistent and integrated integration of Pancasila values is key to establishing a just legal system and inclusive character development in society, which is expected to serve as a foundation for legal reform and more responsive character education strategies in light of social and global dynamics. Abstrak Penelitian ini bertujuan mengkaji peran Pancasila sebagai landasan hukum yang humanis dalam pembangunan karakter masyarakat dengan mengidentifikasi kesenjangan antara nilai-nilai normatif yang tertuang dalam dokumen hukum dan implementasinya di lapangan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan desain normatif yang didukung oleh data empiris dari wawancara mendalam dengan praktisi hukum, akademisi, dan pembuat kebijakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun nilai-nilai Pancasila telah diintegrasikan secara formal ke dalam peraturan perundang-undangan, terdapat hambatan struktural, birokratis, serta perbedaan interpretasi antar institusi yang menghambat terwujudnya sistem hukum yang benar-benar humanis. Diskusi mengungkapkan bahwa reformasi sistem hukum dan pendidikan karakter memerlukan sinergi antara teori, kebijakan, dan praktik operasional, sehingga perlu ada upaya peningkatan koordinasi antar lembaga, pelatihan berkelanjutan bagi aparat penegak hukum, dan pemanfaatan teknologi informasi dalam pengawasan implementasi kebijakan. Kesimpulannya, integrasi nilai Pancasila secara konsisten dan terintegrasi merupakan kunci untuk mewujudkan sistem hukum yang adil dan pembangunan karakter masyarakat yang inklusif, yang diharapkan dapat menjadi dasar bagi reformasi hukum dan strategi pendidikan karakter yang lebih responsif terhadap dinamika sosial dan global. Kata kunci: Pancasila; Hukum Humanis; Pembangunan Karakter; Reformasi Hukum.

Ethics and Law Journal Business and Notary
Pelita Harapan University (ID)
Openalex Percentile: Top 65%
Legal Studies and Policies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.