RITUAL AND REVEAL: THE POWER OF PLOT IN SHIRLEY JACKSON’S "THE LOTTERY"

ABSTRACT Shirley Jackson’s The Lottery remains one of the most disturbing and widely discussed short stories in American literature. Its enduring appeal lies largely in the carefully crafted plot structure, which cleverly conceals the true nature of the small town’s annual ritual until the story’s climax. This article presents a close reading of the narrative using formalist and structuralist approaches, focusing on how tension and irony are built through narrative delay, symbolic cues, and a cyclical ritual structure. These narrative techniques not only generate emotional tension but also serve as critical tools used by Jackson to challenge themes of social conformity, the banality of evil, and culturally legitimized violence. This study employs a qualitative descriptive method, focusing on literary analysis through close reading and interpretative strategies. The research begins with an intensive reading of The Lottery to identify narrative techniques and literary devices used. This is followed by textual analysis using formalist and structuralist criticism. The study also examines secondary sources from academic journals and literary theory. The final stage involves interpreting meaning to uncover the social, psychological, and ideological implications of the text. By emphasizing the ethical dimension of the plot’s architecture, this study argues that The Lottery goes beyond mere storytelling and functions as a sharp critique of unquestioned traditions, urging readers to confront the hidden violence within normalized communal practices. ABSTRAK The Lottery karya Shirley Jackson tetap menjadi salah satu cerpen yang paling menggelisahkan dan banyak dibahas dalam sastra Amerika. Daya tariknya yang bertahan lama sebagian besar disebabkan oleh struktur plot yang dirancang dengan cermat, yang secara cerdik menyembunyikan sifat sebenarnya dari ritual tahunan di kota kecil tersebut hingga klimaks cerita. Artikel ini menyajikan pembacaan mendalam terhadap narasi menggunakan pendekatan formalis dan strukturalis, dengan fokus pada bagaimana ketegangan dan ironi dibangun melalui penundaan naratif, petunjuk simbolik, serta struktur ritual yang bersifat siklik. Teknik-teknik naratif ini tidak hanya menciptakan ketegangan emosional, tetapi juga berfungsi sebagai alat kritis yang digunakan Jackson untuk menggugat tema konformitas sosial, banalitas kejahatan, dan kekerasan yang dilegitimasi secara budaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan fokus pada analisis sastra melalui pendekatan close reading dan strategi interpretatif. Penelitian ini diawali dengan pembacaan intensif terhadap cerpen The Lottery untuk mengidentifikasi teknik naratif dan perangkat sastra yang digunakan. Selanjutnya, dilakukan analisis teks dengan pendekatan kritik formalistis dan strukturalis. Peneliti juga mengkaji sumber-sumber sekunder dari jurnal akademik dan teori sastra. Tahapan akhir berupa interpretasi makna untuk mengungkap implikasi sosial, psikologis, dan ideologis dari teks. Dengan menekankan dimensi etis dari arsitektur plot, studi ini berargumen bahwa The Lottery melampaui sekadar penceritaan dan berfungsi sebagai kritik tajam terhadap tradisi yang tidak dipertanyakan, mendorong pembaca untuk menghadapi kekerasan tersembunyi dalam praktik komunal yang telah dinormalisasi.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
LANGUAGE Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra
Published
2025-08-16
DOI
https://doi.org/10.51878/language.v5i3.6591
Primary Topic
Cinema and Media Studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

RITUAL AND REVEAL: THE POWER OF PLOT IN SHIRLEY JACKSON’S "THE LOTTERY"

Gustina Siregar, Nurhayati Purba, Esterlita Mandalahi, Novitasari Siagian
LANGUAGE Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra
Cinema and Media Studies
article

RITUAL AND REVEAL: THE POWER OF PLOT IN SHIRLEY JACKSON’S "THE LOTTERY"

Gustina Siregar, Nurhayati Purba, Esterlita Mandalahi, Novitasari Siagian
article en

Abstract

ABSTRACT Shirley Jackson’s The Lottery remains one of the most disturbing and widely discussed short stories in American literature. Its enduring appeal lies largely in the carefully crafted plot structure, which cleverly conceals the true nature of the small town’s annual ritual until the story’s climax. This article presents a close reading of the narrative using formalist and structuralist approaches, focusing on how tension and irony are built through narrative delay, symbolic cues, and a cyclical ritual structure. These narrative techniques not only generate emotional tension but also serve as critical tools used by Jackson to challenge themes of social conformity, the banality of evil, and culturally legitimized violence. This study employs a qualitative descriptive method, focusing on literary analysis through close reading and interpretative strategies. The research begins with an intensive reading of The Lottery to identify narrative techniques and literary devices used. This is followed by textual analysis using formalist and structuralist criticism. The study also examines secondary sources from academic journals and literary theory. The final stage involves interpreting meaning to uncover the social, psychological, and ideological implications of the text. By emphasizing the ethical dimension of the plot’s architecture, this study argues that The Lottery goes beyond mere storytelling and functions as a sharp critique of unquestioned traditions, urging readers to confront the hidden violence within normalized communal practices. ABSTRAK The Lottery karya Shirley Jackson tetap menjadi salah satu cerpen yang paling menggelisahkan dan banyak dibahas dalam sastra Amerika. Daya tariknya yang bertahan lama sebagian besar disebabkan oleh struktur plot yang dirancang dengan cermat, yang secara cerdik menyembunyikan sifat sebenarnya dari ritual tahunan di kota kecil tersebut hingga klimaks cerita. Artikel ini menyajikan pembacaan mendalam terhadap narasi menggunakan pendekatan formalis dan strukturalis, dengan fokus pada bagaimana ketegangan dan ironi dibangun melalui penundaan naratif, petunjuk simbolik, serta struktur ritual yang bersifat siklik. Teknik-teknik naratif ini tidak hanya menciptakan ketegangan emosional, tetapi juga berfungsi sebagai alat kritis yang digunakan Jackson untuk menggugat tema konformitas sosial, banalitas kejahatan, dan kekerasan yang dilegitimasi secara budaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan fokus pada analisis sastra melalui pendekatan close reading dan strategi interpretatif. Penelitian ini diawali dengan pembacaan intensif terhadap cerpen The Lottery untuk mengidentifikasi teknik naratif dan perangkat sastra yang digunakan. Selanjutnya, dilakukan analisis teks dengan pendekatan kritik formalistis dan strukturalis. Peneliti juga mengkaji sumber-sumber sekunder dari jurnal akademik dan teori sastra. Tahapan akhir berupa interpretasi makna untuk mengungkap implikasi sosial, psikologis, dan ideologis dari teks. Dengan menekankan dimensi etis dari arsitektur plot, studi ini berargumen bahwa The Lottery melampaui sekadar penceritaan dan berfungsi sebagai kritik tajam terhadap tradisi yang tidak dipertanyakan, mendorong pembaca untuk menghadapi kekerasan tersembunyi dalam praktik komunal yang telah dinormalisasi.

LANGUAGE Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan SastraVol. 5(3)
Universitas Methodist Indonesia (ID)
Openalex Percentile: Top 70%
Cinema and Media Studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.