Makna Hubungan Emosional antara Manusia dan Artificial Intelligence (AI) dalam Film "Her" (Studi Semiotika Roland Barthes)

Abstract. Artificial intelligence has become part of everyday life, present in various aspects ranging from virtual assistants to recommendation systems in social media. This development raises profound questions about how humans form emotional relationships with non-human entities. The film Her (2013), by Spike Jonze, raises the theme of the emotional relationship between humans and artificial intelligence as a reflection of contemporary social reality that is increasingly digitalized. This study analyzes the emotional relationship between humans and artificial intelligence in the film Her (2013) using Roland Barthes' semiotic approach. Through the analysis of signs such as shooting techniques, verbal dialogue, and visual expressions, this study explores the denotative, connotative, and mythical meanings contained in the film. This study provides new insights into the relationship between humans and artificial intelligence and its application to social and cultural contexts in the digital era, while also revealing how signs in the film reflect social and emotional realities. The results of this study are useful for expanding understanding of the emotional impact of technological advances in society, while encouraging critical reflection on the use of artificial intelligence in everyday life. Practically, these findings can be a reference in media studies, cultural studies, and ethical discussions about the limits and potential of human relations with artificial technology. Abstrak. Kecerdasan buatan telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, hadir dalam berbagai aspek mulai dari asisten virtual hingga sistem rekomendasi dalam media sosial. Perkembangan ini menimbulkan pertanyaan mendalam mengenai bagaimana manusia membentuk relasi emosional dengan entitas non-manusia. Film Her (2013), karya Spike Jonze, mengangkat tema hubungan emosional antara manusia dan kecerdasan buatan sebagai refleksi atas realitas sosial kontemporer yang semakin terdigitalisasi. Penelitian ini menganalisis hubungan emosional antara manusia dan kecerdasan buatan dalam film Her (2013) dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Melalui analisis tanda-tanda seperti teknik pengambilan gambar, dialog verbal, dan ekspresi visual, penelitian ini mengeksplorasi arti atau makna denotatif, konotatif, dan mitos yang terdapat pada film. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang hubungan manusia dan kecerdasan buatan serta implikasinya terhadap konteks sosial dan budaya di era digital, sekaligus mengungkap bagaimana tanda-tanda dalam film mencerminkan realitas sosial dan emosional. Hasil penelitian ini bermanfaat untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap dampak emosional dari kemajuan teknologi, sekaligus mendorong refleksi kritis terhadap penggunaan kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-hari. Secara praktis, temuan ini dapat menjadi rujukan dalam kajian media, studi budaya, serta diskusi etis tentang batas dan potensi hubungan manusia dengan teknologi buatan.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Bandung Conference Series Communication Management
Published
2025-08-04
DOI
https://doi.org/10.29313/bcscm.v5i2.20278
Primary Topic
Islamic Finance and Communication
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Makna Hubungan Emosional antara Manusia dan Artificial Intelligence (AI) dalam Film "Her" (Studi Semiotika Roland Barthes)

Ani Yuningsih, Devian Anugrah Djayaputra
Bandung Conference Series Communication Management
Islamic Finance and Communication
article

Makna Hubungan Emosional antara Manusia dan Artificial Intelligence (AI) dalam Film "Her" (Studi Semiotika Roland Barthes)

Ani Yuningsih, Devian Anugrah Djayaputra
article en

Abstract

Abstract. Artificial intelligence has become part of everyday life, present in various aspects ranging from virtual assistants to recommendation systems in social media. This development raises profound questions about how humans form emotional relationships with non-human entities. The film Her (2013), by Spike Jonze, raises the theme of the emotional relationship between humans and artificial intelligence as a reflection of contemporary social reality that is increasingly digitalized. This study analyzes the emotional relationship between humans and artificial intelligence in the film Her (2013) using Roland Barthes' semiotic approach. Through the analysis of signs such as shooting techniques, verbal dialogue, and visual expressions, this study explores the denotative, connotative, and mythical meanings contained in the film. This study provides new insights into the relationship between humans and artificial intelligence and its application to social and cultural contexts in the digital era, while also revealing how signs in the film reflect social and emotional realities. The results of this study are useful for expanding understanding of the emotional impact of technological advances in society, while encouraging critical reflection on the use of artificial intelligence in everyday life. Practically, these findings can be a reference in media studies, cultural studies, and ethical discussions about the limits and potential of human relations with artificial technology. Abstrak. Kecerdasan buatan telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, hadir dalam berbagai aspek mulai dari asisten virtual hingga sistem rekomendasi dalam media sosial. Perkembangan ini menimbulkan pertanyaan mendalam mengenai bagaimana manusia membentuk relasi emosional dengan entitas non-manusia. Film Her (2013), karya Spike Jonze, mengangkat tema hubungan emosional antara manusia dan kecerdasan buatan sebagai refleksi atas realitas sosial kontemporer yang semakin terdigitalisasi. Penelitian ini menganalisis hubungan emosional antara manusia dan kecerdasan buatan dalam film Her (2013) dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Melalui analisis tanda-tanda seperti teknik pengambilan gambar, dialog verbal, dan ekspresi visual, penelitian ini mengeksplorasi arti atau makna denotatif, konotatif, dan mitos yang terdapat pada film. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang hubungan manusia dan kecerdasan buatan serta implikasinya terhadap konteks sosial dan budaya di era digital, sekaligus mengungkap bagaimana tanda-tanda dalam film mencerminkan realitas sosial dan emosional. Hasil penelitian ini bermanfaat untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap dampak emosional dari kemajuan teknologi, sekaligus mendorong refleksi kritis terhadap penggunaan kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-hari. Secara praktis, temuan ini dapat menjadi rujukan dalam kajian media, studi budaya, serta diskusi etis tentang batas dan potensi hubungan manusia dengan teknologi buatan.

Bandung Conference Series Communication ManagementVol. 5(2)
Bandung Islamic University (ID)
Openalex Percentile: Top 71%
Islamic Finance and Communication
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.