Strategi Komunikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung (Studi kasus Kualitaif Mengenai Strategi Komunikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Dalam Mengatasi Golongan Putih (GOLPUT) Pada Kalangan Pemilih Pemula Di Kota Bandung)
Abstract. During this election period, there were a lot of White Group (Golput) phenomena or people's non-participation in the election period, which became a special and serious concern in various regions, including the city of Bandung. Abstention is a phenomenon that often occurs during elections, where a citizen has the ability to vote but does not use it as wisely as possible. Community involvement in elections has a very important role because this concerns and influences people's lives in the future. Several studies show that the use of digital and social media has a significant impact in increasing awareness and participation among first-time voters. This research aims to find out how the KPU's communication strategy is in dealing with the white group among first-time voters in the city of Bandung. The theory used in this research is strategy theory according to Middleton (1980). This research method uses a constructivism paradigm, a qualitative method with a case study approach. The data collection techniques used were observation, interviews and documentation. Abstrak. Pada Periode Pemilu terdapat banyak sekali fenomena Golongan Putih (Golput) atau ketidak ikut sertaan masyarakat dalam masa pemilu, yang mana hal ini menjadi perhatian khusus dan serius di berbagai daerah termasuk di Kota Bandung. Golput merupakan fenomena yang marak terjadi pada saat pemilu, dimana seorang warga negara yang memiliki hal memilih namum tidak digunakan sebijak mungkin. Keterlibatan masyarakat dalam pemilu memiliki peran yang sangat penting karena hal ini menyangkut dan mempengaruhi kehidupan masyarakat kedepannya. Beberapa penelitian menunjukan bahwa penggunaan media digital dan sosial memiliki dampak yang cukup disorot dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi terhadap pemilih pemula. Penelitian ini bertujuan umtuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi KPU dalam mengatasi golongan putih pada kalangan pemilih pemula di kota Bandung. Metode penelitian ini menggunakan paradigm konstruktivisme, metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan Teori Stategi Komunikasi oleh Middleton (1980). Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Dimana hasil penelitian menunjukkan bahwa KPU Kota Bandung dalam meningkatkan jumlah pemilih pemula menggunakan staregi komunikasi yang memanfatakan sosial media dan juga beberapa startegi komunikasi konvensional seperti pengadaan acara stand-up comedy dan pelibatan influencer muda Kota Bandung.
Authors
- Zulfebriges
- Saniyyah Nur Aini
Institutions
- Bandung Islamic University (ID)
Publication Details
- Journal
- Bandung Conference Series Communication Management
- Published
- 2025-08-07
- DOI
- https://doi.org/10.29313/bcscm.v5i2.20667
- Primary Topic
- Indonesian Election Politics and Participation
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00