Pola Komunikasi Organisasi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM)

Abstract. Disseminating information in Indonesia is a challenge, as tens of thousands of villages and cities currently lack adequate communication and information facilities. Rural communities in border, remote, and economically disadvantaged areas still face difficulties in accessing information. Therefore, this fact deserves the attention of all stakeholders, as the Ministry of Communication and Informatics continues its serious efforts to improve access to communication and information in villages through several programs. One of these programs is the empowerment of Community Information Groups (KIM). Community Information Groups (KIM) are communities formed by the community, by the community, for the community, and independently and creatively carry out information management and empowerment activities to provide added value to the community itself. This study aims to analyze the communication patterns of KIM organizations in West Java in building member cohesion. This study uses a qualitative method with a case study approach. Data collection techniques used in this study include in-depth interviews, observation, and documentation. The results of this study indicate that KIM West Java uses formal and informal communication, as well as internal communication. Cohesiveness is formed through work programs based on active participation and audience-based communication with supervisors (DISKOMINFO). Communication patterns play an important role in creating loyalty and attachment between members in an organization. Abstrak. Penyebaran informasi di Indonesia sendiri merupakan sebuah tantangan, karena saat ini terdapat puluhan ribu desa dan kota yang belum semuanya memiliki fasilitas komunikasi dan informasi yang memadai. Masyarakat pedesaan di daerah perbatasan, terpencil, dan tertinggal secara ekonomi masih mengalami kesulitan dalam mengakses informasi. Oleh karena itu, fakta ini patut menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan karena Kementerian Komunikasi dan Informatika terus berupaya serius meningkatkan akses komunikasi dan informasi di desa-desa melalui beberapa program. Salah satunya adalah pemberdayaan Kelompok Informasi Masyarakat yang dikenal dengan singkatan KIM. Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) merupakan komunitas yang dibentuk oleh masyarakat, dari masyarakat, untuk masyarakat serta secara mandiri dan kreatif melakukan aktivitas pengelolaan informasi dan pemberdayaan guna memberikan nilai tambah bagi masyarakat itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi organisasi KIM di Jawa Barat dalam membangun kohesivitas anggota. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa KIM Jabar menggunakan komunikasi formal dan infomal, serta menerapkan komunikasi internal. Kohesivitas terbentuk melalui program kerja berbasis partisipasi aktif dan komunikasi model audiensi dengan pembina (DISKOMINFO). Pola komunikasi berperan penting dalam menciptakan loyalitas dna keterikatan antaranggota dalam organisasi.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Bandung Conference Series Communication Management
Published
2025-08-03
DOI
https://doi.org/10.29313/bcscm.v5i2.19871
Primary Topic
Islamic Finance and Communication
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Pola Komunikasi Organisasi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM)

Davina Zahra Febriani, Ani Yuningsih
Bandung Conference Series Communication Management
Islamic Finance and Communication
article

Pola Komunikasi Organisasi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM)

Davina Zahra Febriani, Ani Yuningsih
article en

Abstract

Abstract. Disseminating information in Indonesia is a challenge, as tens of thousands of villages and cities currently lack adequate communication and information facilities. Rural communities in border, remote, and economically disadvantaged areas still face difficulties in accessing information. Therefore, this fact deserves the attention of all stakeholders, as the Ministry of Communication and Informatics continues its serious efforts to improve access to communication and information in villages through several programs. One of these programs is the empowerment of Community Information Groups (KIM). Community Information Groups (KIM) are communities formed by the community, by the community, for the community, and independently and creatively carry out information management and empowerment activities to provide added value to the community itself. This study aims to analyze the communication patterns of KIM organizations in West Java in building member cohesion. This study uses a qualitative method with a case study approach. Data collection techniques used in this study include in-depth interviews, observation, and documentation. The results of this study indicate that KIM West Java uses formal and informal communication, as well as internal communication. Cohesiveness is formed through work programs based on active participation and audience-based communication with supervisors (DISKOMINFO). Communication patterns play an important role in creating loyalty and attachment between members in an organization. Abstrak. Penyebaran informasi di Indonesia sendiri merupakan sebuah tantangan, karena saat ini terdapat puluhan ribu desa dan kota yang belum semuanya memiliki fasilitas komunikasi dan informasi yang memadai. Masyarakat pedesaan di daerah perbatasan, terpencil, dan tertinggal secara ekonomi masih mengalami kesulitan dalam mengakses informasi. Oleh karena itu, fakta ini patut menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan karena Kementerian Komunikasi dan Informatika terus berupaya serius meningkatkan akses komunikasi dan informasi di desa-desa melalui beberapa program. Salah satunya adalah pemberdayaan Kelompok Informasi Masyarakat yang dikenal dengan singkatan KIM. Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) merupakan komunitas yang dibentuk oleh masyarakat, dari masyarakat, untuk masyarakat serta secara mandiri dan kreatif melakukan aktivitas pengelolaan informasi dan pemberdayaan guna memberikan nilai tambah bagi masyarakat itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi organisasi KIM di Jawa Barat dalam membangun kohesivitas anggota. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa KIM Jabar menggunakan komunikasi formal dan infomal, serta menerapkan komunikasi internal. Kohesivitas terbentuk melalui program kerja berbasis partisipasi aktif dan komunikasi model audiensi dengan pembina (DISKOMINFO). Pola komunikasi berperan penting dalam menciptakan loyalitas dna keterikatan antaranggota dalam organisasi.

Bandung Conference Series Communication ManagementVol. 5(2)
Bandung Islamic University (ID)
Openalex Percentile: Top 71%
Islamic Finance and Communication
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.