Komunikasi Ibu Dan Anak Dalam Membangun Minat Baca Anak Pada Buku Di Era Digital
Abstract. This study aims to understand the role of interpersonal communication between mothers and children in building interest in reading books in the digital era, by taking a study of members of the Pustakalana Children's Library in Bandung City. The background of this study is based on the low level of child literacy in Indonesia and the high exposure to digital devices. The study used a descriptive qualitative method with a constructivist approach. Data collection techniques were carried out through participatory observation, in-depth interviews, and documentation, with three main informants (two mothers and one library volunteer). Data were analyzed using the Miles and Huberman model. The results of the study showed that mothers play a major role as literacy facilitators through warm, two-way, and consistent communication. Activities such as reading books, discussing story content, and giving freedom to choose reading materials form strong emotional involvement. Participation in library programs also expands communication space and strengthens children's reading habits. These findings emphasize the importance of integrating emotional attachment, role models, and community support in creating a family literacy ecosystem. Mothers play a role as the main communicators who build a literacy culture based on affection, relationships, and shared experiences Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran komunikasi antar pribadi antara ibu dan anak dalam membangun minat baca buku di era digital, dengan mengambil studi pada anggota Pustakalana Children’s Library di Kota Bandung. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya tingkat literasi anak di Indonesia serta tingginya paparan terhadap perangkat digital. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan konstruktivisme. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan tiga informan utama (dua ibu dan satu volunteer pustaka). Data dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu memainkan peran utama sebagai fasilitator literasi melalui komunikasi yang hangat, dua arah, dan konsisten. Aktivitas seperti membacakan buku, berdiskusi isi cerita, dan memberi kebebasan memilih bacaan membentuk keterlibatan emosional yang kuat. Partisipasi dalam program pustaka juga memperluas ruang komunikasi dan memperkuat kebiasaan membaca anak. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi kelekatan emosional, keteladanan, dan dukungan komunitas dalam menciptakan ekosistem literasi keluarga. Ibu berperan sebagai komunikator utama yang membangun budaya literasi berbasis afeksi, relasi, dan pengalaman bersama.
Authors
- Alya Syiffa Azzahra
- Andalusia Neneng Permatasari
Institutions
- Bandung Islamic University (ID)
Publication Details
- Journal
- Bandung Conference Series Communication Management
- Published
- 2025-08-03
- DOI
- https://doi.org/10.29313/bcscm.v5i2.19869
- Primary Topic
- Educational Methods and Media Use
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00