Pengaruh Pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Syariah Indonesia KCP Indramanyu Patrol Terhadap Pengembangan Usaha Petani di Kecamatan Haurgeulis
Abstract. The Syariah-based People's Business Credit (KUR) program is considered essential in addressing farmers' difficulties in accessing capital, particularly through financing mechanisms based on Murabahah bil Wakalah and Ijarah Muntahiya bit Tamlik contracts. This study aims to analyze the impact of the KUR product financing by Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Indramayu Patrol on the development of rice farming businesses in Haurgeulis District. Due to limited access to capital, farmers require bank loans with sufficient credit amounts to meet their agricultural business needs. Given this situation, alternative and effective solutions are needed to provide agricultural financing. One such promising solution is Sharia-based financing offered by Bank Syariah Indonesia. This research employs a quantitative method with a field survey approach. Primary data were collected through questionnaires distributed to 49 farmer respondents who are KUR recipients from BSI, and analyzed using simple linear regression. The findings indicate that KUR financing has a significant impact on the development of farming businesses, with a coefficient of determination (R²) of 54.5%. Furthermore, an average of 67.6% of respondents agreed that the KUR financing product meets their basic needs, the financing period aligns with their requirements, the associated risks are manageable, and the profit-sharing system is easy to implement. Abstrak. Program KUR yang berlandaskan prinsip syariah dianggap penting untuk mengatasi kesulitan dalam akses modal petani, melalui mekanisme pembiayaan dengan akad Murabahah bil Wakalah dan Ijarah Muntahiya bit Tamlik. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak pembiayaan produk Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Indramayu Patrol terhadap pengembangan usaha petani padi di Kecamatan Haurgeulis. Terkait kendala kurangnya permodalan, petani membutuhkan pinjaman dari perbankan dengan jumlah kredit yang mampu mencukupi kebutuhan dalam usaha taninya. Melihat situasi ini, perlu dicari alternatif dan solusi untuk memberikan modal pada pertanian. Solusi yang saat ini memberikan peluang adalah pembiayaan berbasis syariah yang disediakan oleh Bank Syariah Indonesia. Metode yang diterapkan dalam studi ini adalah kuantitatif dengan pendekatan survei di lapangan. Data awal diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada 49 responden nasabah petani penerima KUR BSI dan dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa pembiayaan KUR berpengaruh dan signifikan terhadap pengembangan usaha petani, dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 54,5%. Maka dapat diambil kesimpulan berdasarkan hasil kuesioner bahwa secara rata-rata 67,6% responden menyetujui bahwa produk pembiayaan KUR di BSI KCP Indramayu Patrol telah sesuai dengan kebutuhan pokok, jangka waktu pembiayaan, risiko pembiayaan, dan sistem bagi hasil.
Authors
- Niko Andriyan
- Intan Manggala W
- Ifa Hanifia Senjiati
Institutions
- Bandung Islamic University (ID)
Publication Details
- Journal
- Bandung Conference Series Syariah Banking
- Published
- 2025-08-03
- DOI
- https://doi.org/10.29313/bcssb.v4i2.19967
- Primary Topic
- Islamic Finance and Communication
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00