Adaptasi Budaya Mahasiswa Aceh di Bandung
Abstract. As social beings, humans require interaction with others, especially when adapting to a new environment that differs from their place of origin. This adaptation process is essential, particularly in navigating social interactions within a culturally different setting. Bandung, known as an educational hub with several prominent universities, attracts students from various regions, including Aceh. This study aims to explore how Acehnese students adapt to culture shock while living in Bandung. A qualitative research method was employed, using observation, interviews, and documentation as data collection techniques. The findings reveal that the adaptation process occurs in four phases: honeymoon, crisis, adjustment, and bicultural. To cope with cultural differences, Acehnese students apply communication strategies such as convergence and divergence to integrate into their new environment. However, they still face challenges, especially in forming friendships and communicating with fellow students. These obstacles are influenced by cultural and communicative differences, requiring extra effort to build effective social relationships during their time away from home. Abstrak. Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan orang lain, terutama saat beradaptasi di lingkungan baru yang berbeda dari asalnya. Proses adaptasi ini penting, terutama dalam interaksi sosial di lingkungan yang memiliki perbedaan budaya. Bandung, sebagai kota pendidikan dengan berbagai universitas ternama, menjadi tujuan banyak mahasiswa dari luar daerah, termasuk dari Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses adaptasi mahasiswa Aceh dalam menghadapi culture shock di Bandung. Metode yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses adaptasi mahasiswa Aceh berlangsung dalam empat fase: honeymoon, krisis, penyesuaian, dan bi-kultural. Dalam menghadapi perbedaan budaya, mereka menerapkan strategi komunikasi seperti konvergensi dan divergensi untuk menyesuaikan diri. Meski begitu, mereka tetap menghadapi hambatan, terutama dalam menjalin relasi sosial dan komunikasi dengan mahasiswa lain. Hambatan ini dipengaruhi oleh perbedaan budaya dan gaya komunikasi, sehingga dibutuhkan upaya ekstra untuk membangun hubungan sosial yang efektif selama tinggal di perantauan.
Authors
- Muhammad Naufal
- Rini Rinawati
Institutions
- Bandung Islamic University (ID)
Publication Details
- Journal
- Bandung Conference Series Public Relations
- Published
- 2025-08-03
- DOI
- https://doi.org/10.29313/bcspr.v5i2.20204
- Primary Topic
- Education and Character Development
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00