Komunikasi Interpersonal dan Pemenuhan Psikososial Lansia di Panti Sosial
Abstract. This study aims to explore the role of interpersonal communication between caregivers and elderly at Yayasan Panti Sosial Tresna Werdha Budi Pertiwi in fulfilling their psychosocial needs. Psychosocial refers to how psychological aspects (such as emotions, mentality, and behavior) and social aspects (such as relationships, environment, and status) interact and influence an individual's well-being. As they aged, they often experience both physical and mental decline, which can lead to feelings of loneliness and a loss of meaning in life. This research focuses on how effective interpersonal communication can help reduce these negative emotions and improving the quality of life for the elderly in nursing homes. With qualitative case study approach and data collected through in-depth interviews and participatory observation involving both caregivers and the elderly in the nursing home. The findings highlight that interpersonal communication by caregivers is not only about meeting the physical needs of the elderly but also plays a crucial role in addressing their emotional and social needs. Caregivers who communicate with empathy by listening attentively and providing emotional support have been shown to significantly help the elderly cope with anxiety and loneliness. These results are expected to contribute to the development of best practices in elderly care. Furthermore, the findings can serve as a valuable reference for improving communication quality between caregivers and the elderly in various nursing homes. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran komunikasi interpersonal antara pengasuh dan lansia di Yayasan Panti Sosial Tresna Werdha Budi Pertiwi dalam memenuhi kebutuhan psikososial lansia. Istilah psikososial merujuk pada bagaimana aspek psikologis (seperti emosi, mentalitas, dan perilaku) dan aspek sosial (seperti hubungan dengan orang lain, lingkungan, dan status) saling berinteraksi dan memengaruhi kesejahteraan individu. Seiring bertambahnya usia, lansia sering menghadapi penurunan fisik dan mental yang dapat memengaruhi kesejahteraan psikososial mereka, termasuk perasaan kesepian dan kehilangan makna hidup. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada bagaimana komunikasi interpersonal yang terjalin dapat mengurangi perasaan negatif tersebut dan meningkatkan kualitas hidup lansia di panti jompo. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif yang melibatkan pengasuh dan lansia di panti tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang dilakukan pengasuh tidak hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan fisik lansia, tetapi juga sangat berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan emosional dan sosial mereka. Komunikasi yang dilakukan dengan empati, seperti mendengarkan dengan perhatian penuh dan memberikan dukungan emosional, terbukti sangat membantu lansia dalam meredakan kecemasan dan perasaan kesepian yang mereka alami. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan praktik terbaik dalam pelayanan lansia. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat menjadi referensi berharga untuk meningkatkan kualitas komunikasi antara pengasuh dan lansia di berbagai panti jompo, demi tercapainya kesejahteraan lansia yang lebih baik.
Authors
- Santi Indra Astuti
- Adzkiyaa Ardhinissa
Institutions
- Bandung Islamic University (ID)
Publication Details
- Journal
- Bandung Conference Series Communication Management
- Published
- 2025-08-07
- DOI
- https://doi.org/10.29313/bcscm.v5i2.20486
- Primary Topic
- Education, Sociology, Communication Studies
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00