Kualitatif Representasi Komunikasi Ritual Dalam Tradisi Penangkapan Paus (Studi Etnografi Komunikasi Pada Masyarakat Lamalera Di Nusa Tenggara Timur)

Abstract. The whale hunting tradition in Lamalera, East Nusa Tenggara, is a preserved maritime cultural heritage. This activity is not only economic in nature but also rich in spiritual, symbolic, and social values expressed through ritual communication. This study aims to examine the representation of ritual communication in Lamalera’s whale hunting tradition using the ethnography of communication approach. The research object includes communication practices throughout the stages of ritual from preparation, execution, to post-hunt. This qualitative study employs participant observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that ritual communication is conveyed both verbally through prayers and chants, and non-verbally through gestures, visual symbols, and distinctive sounds. Such communication serves as a medium to transmit ancestral values, reinforce cultural identity, and shape the community’s social structure. It also reflects the integration of Catholicism and indigenous beliefs in a unified and harmonious meaning. Abstrak. Tradisi penangkapan paus di Lamalera, Nusa Tenggara Timur, merupakan salah satu warisan budaya maritim yang masih bertahan hingga saat ini. Kegiatan ini tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga sarat akan makna spiritual, simbolik, dan sosial yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi komunikasi ritual dalam tradisi penangkapan paus masyarakat Lamalera melalui pendekatan etnografi komunikasi. Objek penelitian adalah praktik komunikasi dalam berbagai tahapan ritual, mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga pasca penangkapan paus. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dalam ritual ini tidak hanya berlangsung secara verbal melalui doa dan syair adat, tetapi juga secara non-verbal melalui gestur, simbol visual, dan suara khas. Komunikasi ritual menjadi media pewarisan nilai leluhur, penguat identitas budaya, dan pembentuk struktur sosial masyarakat. Tradisi ini juga menunjukkan integrasi antara agama Katolik dan kepercayaan adat dalam satu kesatuan makna yang harmonis.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Bandung Conference Series Communication Management
Published
2025-08-03
DOI
https://doi.org/10.29313/bcscm.v5i2.19929
Primary Topic
Communication Studies and Media
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Kualitatif Representasi Komunikasi Ritual Dalam Tradisi Penangkapan Paus (Studi Etnografi Komunikasi Pada Masyarakat Lamalera Di Nusa Tenggara Timur)

Muhammad Abdul Ar'Rauf Patra, Kiki Zakiah
Bandung Conference Series Communication Management
Communication Studies and Media
article

Kualitatif Representasi Komunikasi Ritual Dalam Tradisi Penangkapan Paus (Studi Etnografi Komunikasi Pada Masyarakat Lamalera Di Nusa Tenggara Timur)

Muhammad Abdul Ar'Rauf Patra, Kiki Zakiah
article en

Abstract

Abstract. The whale hunting tradition in Lamalera, East Nusa Tenggara, is a preserved maritime cultural heritage. This activity is not only economic in nature but also rich in spiritual, symbolic, and social values expressed through ritual communication. This study aims to examine the representation of ritual communication in Lamalera’s whale hunting tradition using the ethnography of communication approach. The research object includes communication practices throughout the stages of ritual from preparation, execution, to post-hunt. This qualitative study employs participant observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that ritual communication is conveyed both verbally through prayers and chants, and non-verbally through gestures, visual symbols, and distinctive sounds. Such communication serves as a medium to transmit ancestral values, reinforce cultural identity, and shape the community’s social structure. It also reflects the integration of Catholicism and indigenous beliefs in a unified and harmonious meaning. Abstrak. Tradisi penangkapan paus di Lamalera, Nusa Tenggara Timur, merupakan salah satu warisan budaya maritim yang masih bertahan hingga saat ini. Kegiatan ini tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga sarat akan makna spiritual, simbolik, dan sosial yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi komunikasi ritual dalam tradisi penangkapan paus masyarakat Lamalera melalui pendekatan etnografi komunikasi. Objek penelitian adalah praktik komunikasi dalam berbagai tahapan ritual, mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga pasca penangkapan paus. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dalam ritual ini tidak hanya berlangsung secara verbal melalui doa dan syair adat, tetapi juga secara non-verbal melalui gestur, simbol visual, dan suara khas. Komunikasi ritual menjadi media pewarisan nilai leluhur, penguat identitas budaya, dan pembentuk struktur sosial masyarakat. Tradisi ini juga menunjukkan integrasi antara agama Katolik dan kepercayaan adat dalam satu kesatuan makna yang harmonis.

Bandung Conference Series Communication ManagementVol. 5(2)
Bandung Islamic University (ID)
Openalex Percentile: Top 75%
Communication Studies and Media
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.