Integrasi Nilai Islam dalam Budaya Organisasi pada Diskominfo Kota Bandung
Abstract.. As a local government institution that plays a vital role in public services in the digital era, the Bandung City Communications and Informatics Office (Diskominfo) is required to have an adaptive, collaborative, and innovative work culture. This research uses a qualitative approach with a case study method, analyzing data from in-depth interviews, observations, and documentation. The results show that the communication culture at the Bandung City Communications and Informatics Office is characterized by openness, where the leadership creates a non-hierarchical and easily accessible environment for all staff. Two-way communication is consistently established, both through formal forums and informal interactions, allowing for a dialogic exchange of ideas and feedback. This organizational culture is enriched by the integration of Islamic communication values, namely Amanah, Tabayyun, and Musyawarah. The Amanah value is manifested in the responsibility and integrity of staff in conveying information. The Tabayyun value is implemented through the practice of clarifying information to avoid miscommunication and hoaxes. Meanwhile, the Musyawarah value is the main foundation for decision-making that involves all members, so that decisions are collaborative and inclusive. The integration of these values not only creates a religious and humanistic work atmosphere but also strengthens relationships between divisions and the organization's effectiveness in responding to challenges in the digital era. The Bandung City Communications and Information Service has successfully created an organizational culture model that balances flexibility, professionalism, and Islamic values to support performance and innovation. Abstrak. Sebagai institusi pemerintah daerah yang berperan vital dalam pelayanan publik di era digital, Diskominfo Kota Bandung dituntut untuk memiliki budaya kerja yang adaptif, kolaboratif, dan inovatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, menganalisis data dari wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya komunikasi di Diskominfo Kota Bandung dicirikan oleh keterbukaan, di mana pimpinan menciptakan lingkungan yang non-hierarkis dan mudah diakses oleh seluruh staf. Komunikasi dua arah terjalin secara konsisten, baik melalui forum formal maupun interaksi informal, yang memungkinkan pertukaran ide dan umpan balik secara dialogis. Budaya organisasi ini diperkaya oleh integrasi nilai-nilai komunikasi Islam, yaitu Amanah, Tabayyun, dan Musyawarah. Nilai Amanah terwujud dalam tanggung jawab dan integritas staf dalam menyampaikan informasi. Nilai Tabayyun diterapkan melalui praktik klarifikasi informasi untuk menghindari miskomunikasi dan hoaks. Sementara itu, nilai Musyawarah menjadi landasan utama dalam pengambilan keputusan yang melibatkan seluruh anggota, sehingga keputusan yang diambil bersifat kolaboratif dan inklusif. Integrasi nilai-nilai ini tidak hanya menciptakan suasana kerja yang religius dan humanis, tetapi juga memperkuat hubungan antar divisi dan efektivitas organisasi dalam merespons tantangan di era digital. Diskominfo Kota Bandung berhasil menciptakan model budaya organisasi yang mampu menyeimbangkan fleksibilitas, profesionalisme, dan nilai-nilai keislaman untuk mendukung kinerja dan inovasi.
Authors
- Maman Suherman
- Rachmawati Nur Janah
Institutions
- Bandung Islamic University (ID)
Publication Details
- Journal
- Bandung Conference Series Communication Management
- Published
- 2025-08-03
- DOI
- https://doi.org/10.29313/bcscm.v5i2.20048
- Primary Topic
- Islamic Finance and Communication
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00