Strategi Manajemen Konten Self Love dalam Dakwah Digital

Abstract. Self-love is a positive behavior that involves self-acceptance and appreciation. This concept is particularly important for Muslim women, especially due to social pressure stemming from unrealistic beauty standards. Social media, especially Instagram, often displays beauty ideals that make it difficult for women to accept themselves. Therefore, it is essential to link self-love with Islamic teachings that emphasize gratitude and maintaining Allah's trust. One Instagram account consistently advocating self-love based on Islamic values is @wanitateduh. This study aims to analyze the content management strategy applied by the @wanitateduh account, understand the rationale for choosing digital da'wah as a medium, and explore the role of visuals and aesthetics in attracting the audience. This research employs a qualitative method with a case study approach, including interviews, observations, and documentation. The findings indicate that @wanitateduh implements a personal and reflective content management strategy, utilizing Instagram as an effective medium for digital da'wah. Consistent use of visuals and aesthetics enhances the appeal of da'wah messages and fosters an emotional connection with the audience, inspiring followers to practice self-love in an Islamic way. Abstrak. Self-love merupakan perilaku positif yang melibatkan penerimaan dan penghargaan terhadap diri sendiri. Konsep ini menjadi penting bagi perempuan muslim, terutama karena adanya tekanan sosial yang muncul akibat standar kecantikan yang tidak realistis. Media sosial, khususnya Instagram, sering kali menampilkan standar kecantikan yang membuat perempuan kesulitan menerima diri sendiri. Oleh karena itu, penting untuk mengaitkan self-love dengan ajaran Islam yang menekankan rasa syukur serta menjaga amanah dari Allah SWT. Salah satu akun Instagram yang konsisten menyuarakan self-love berbasis nilai-nilai Islam adalah @wanitateduh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen konten self-love yang diterapkan oleh akun @wanitateduh, memahami alasan pemilihan dakwah digital sebagai sarana penyampaian pesan, serta mengeksplorasi peran visual dan estetika dalam menarik audiens. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun @wanitateduh menerapkan manajemen konten yang personal dan reflektif, dengan memanfaatkan Instagram sebagai media dakwah digital yang efektif. Penggunaan visual dan estetika yang konsisten memperkuat daya tarik pesan dakwah dan membangun kedekatan emosional dengan audiens, sehingga menginspirasi pengikut untuk mencintai diri secara Islami.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Bandung Conference Series Communication Management
Published
2025-08-03
DOI
https://doi.org/10.29313/bcscm.v5i2.19920
Primary Topic
Islamic Finance and Communication
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Strategi Manajemen Konten Self Love dalam Dakwah Digital

Rita Gani, Sheifa Aulia Dimyati
Bandung Conference Series Communication Management
Islamic Finance and Communication
article

Strategi Manajemen Konten Self Love dalam Dakwah Digital

Rita Gani, Sheifa Aulia Dimyati
article en

Abstract

Abstract. Self-love is a positive behavior that involves self-acceptance and appreciation. This concept is particularly important for Muslim women, especially due to social pressure stemming from unrealistic beauty standards. Social media, especially Instagram, often displays beauty ideals that make it difficult for women to accept themselves. Therefore, it is essential to link self-love with Islamic teachings that emphasize gratitude and maintaining Allah's trust. One Instagram account consistently advocating self-love based on Islamic values is @wanitateduh. This study aims to analyze the content management strategy applied by the @wanitateduh account, understand the rationale for choosing digital da'wah as a medium, and explore the role of visuals and aesthetics in attracting the audience. This research employs a qualitative method with a case study approach, including interviews, observations, and documentation. The findings indicate that @wanitateduh implements a personal and reflective content management strategy, utilizing Instagram as an effective medium for digital da'wah. Consistent use of visuals and aesthetics enhances the appeal of da'wah messages and fosters an emotional connection with the audience, inspiring followers to practice self-love in an Islamic way. Abstrak. Self-love merupakan perilaku positif yang melibatkan penerimaan dan penghargaan terhadap diri sendiri. Konsep ini menjadi penting bagi perempuan muslim, terutama karena adanya tekanan sosial yang muncul akibat standar kecantikan yang tidak realistis. Media sosial, khususnya Instagram, sering kali menampilkan standar kecantikan yang membuat perempuan kesulitan menerima diri sendiri. Oleh karena itu, penting untuk mengaitkan self-love dengan ajaran Islam yang menekankan rasa syukur serta menjaga amanah dari Allah SWT. Salah satu akun Instagram yang konsisten menyuarakan self-love berbasis nilai-nilai Islam adalah @wanitateduh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen konten self-love yang diterapkan oleh akun @wanitateduh, memahami alasan pemilihan dakwah digital sebagai sarana penyampaian pesan, serta mengeksplorasi peran visual dan estetika dalam menarik audiens. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun @wanitateduh menerapkan manajemen konten yang personal dan reflektif, dengan memanfaatkan Instagram sebagai media dakwah digital yang efektif. Penggunaan visual dan estetika yang konsisten memperkuat daya tarik pesan dakwah dan membangun kedekatan emosional dengan audiens, sehingga menginspirasi pengikut untuk mencintai diri secara Islami.

Bandung Conference Series Communication ManagementVol. 5(2)
Bandung Islamic University (ID)
Openalex Percentile: Top 71%
Islamic Finance and Communication
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.