Pesan Edukasi Kesehatan mental pada pengidap odhiv dalam pertunjukan kabaret bandung (Analisis Semiotika Ferdinan De Saussure Pada Pertunjukan 3Kata 2Hati 1Pita)

Abstract. This study explores the educational messages about mental health for people living with HIV/AIDS (PLWHA) conveyed through the cabaret performance “3 Words 2 Hearts 1 Ribbon”, showcased at the GyFestival 2024 in Bandung City. The aim of this research is to examine the mental health messages delivered through the performance using Ferdinand de Saussure’s semiotic approach. The main focus lies in how visual symbols and theatrical expressions serve as a medium to communicate the psychological conditions of PLWHA, and how social meanings are constructed through each element of the performance. This research employs a qualitative approach within the constructivist paradigm, using Ferdinand de Saussure’s semiotic method, which divides signs into signifier and signified, while also tracing the construction of social reality and theatrical aesthetics as a medium of communication. Data collection techniques include observation and documentation, analyzed through the lens of signifier and signified. The findings reveal that the cabaret performance effectively conveys strong moral messages, fosters empathy, and influences the audience’s perception of PLWHA. Visual aesthetics, music, and spoken dialogue successfully create an emotional and intellectual experience that enhances social understanding. Visual and symbolic elements such as the red ribbon scarf, ARV medication, lighting, music, as well as actors’ bodily movements and emotional expressions, function as signifiers of the psychological conditions experienced by PLWHA. The embedded meanings reflect trauma, stigma, fear, as well as hope for recovery and self-acceptance. This performance presents a powerful narrative and serves as a touching medium of social education, fostering empathy and awareness among the younger generation regarding HIV/AIDS issues. Abstrak. Penelitian ini membahas pesan edukasi kesehatan mental bagi pengidap HIV/AIDS (ODHIV) dalam pertunjukan kabaret “3Kata 2Hati 1Pita” yang ditampilkan pada ajang GyFestival 2024 di Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pesan edukasi kesehatan mental yang disampaikan melalui pertunjukan kabaret '3 Kata 2 Hati 1 Pita' dengan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure. Fokus utama terletak pada bagaimana simbol visual dan ekspresi teater menjadi media dalam mengkomunikasikan kondisi psikologis pengidap HIV/AIDS (ODHIV), serta bagaimana makna sosial dibangun dari setiap elemen pertunjukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme dan metode analisis semiotika Ferdinand de Saussure yang membagi tanda menjadi signifier (penanda) dan signified (petanda), serta menelusuri konstruksi realitas sosial dan estetika teater sebagai medium komunikasi. Teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan pendekatan signifier dan signified. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertunjukan kabaret mampu menyampaikan pesan moral yang kuat, membangun empati, dan mempengaruhi persepsi penonton terhadap ODHIV. Estetika visual, musik, dan dialog yang dibawakan berhasil menciptakan pengalaman emosional dan intelektual yang berdampak pada pemahaman sosial. Elemen visual dan simbolik seperti syal merah, obat ARV, pencahayaan, musik, serta gerak tubuh dan ekspresi emosional para aktor berfungsi sebagai penanda kondisi psikologis pengidap ODHIV. Makna-makna yang terkandung mencerminkan trauma, stigma, rasa takut, serta harapan untuk pemulihan dan penerimaan diri. Pertunjukan ini menghadirkan narasi yang kuat dan menjadi media edukasi sosial yang menyentuh dalam membentuk empati dan pemahaman generasi muda terhadap isu HIV/AIDS.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Bandung Conference Series Communication Management
Published
2025-08-04
DOI
https://doi.org/10.29313/bcscm.v5i2.20845
Primary Topic
Educational Research and Methods
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Pesan Edukasi Kesehatan mental pada pengidap odhiv dalam pertunjukan kabaret bandung (Analisis Semiotika Ferdinan De Saussure Pada Pertunjukan 3Kata 2Hati 1Pita)

Ani Yuningsih, N Aziz
Bandung Conference Series Communication Management
Educational Research and Methods
article

Pesan Edukasi Kesehatan mental pada pengidap odhiv dalam pertunjukan kabaret bandung (Analisis Semiotika Ferdinan De Saussure Pada Pertunjukan 3Kata 2Hati 1Pita)

Ani Yuningsih, N Aziz
article en

Abstract

Abstract. This study explores the educational messages about mental health for people living with HIV/AIDS (PLWHA) conveyed through the cabaret performance “3 Words 2 Hearts 1 Ribbon”, showcased at the GyFestival 2024 in Bandung City. The aim of this research is to examine the mental health messages delivered through the performance using Ferdinand de Saussure’s semiotic approach. The main focus lies in how visual symbols and theatrical expressions serve as a medium to communicate the psychological conditions of PLWHA, and how social meanings are constructed through each element of the performance. This research employs a qualitative approach within the constructivist paradigm, using Ferdinand de Saussure’s semiotic method, which divides signs into signifier and signified, while also tracing the construction of social reality and theatrical aesthetics as a medium of communication. Data collection techniques include observation and documentation, analyzed through the lens of signifier and signified. The findings reveal that the cabaret performance effectively conveys strong moral messages, fosters empathy, and influences the audience’s perception of PLWHA. Visual aesthetics, music, and spoken dialogue successfully create an emotional and intellectual experience that enhances social understanding. Visual and symbolic elements such as the red ribbon scarf, ARV medication, lighting, music, as well as actors’ bodily movements and emotional expressions, function as signifiers of the psychological conditions experienced by PLWHA. The embedded meanings reflect trauma, stigma, fear, as well as hope for recovery and self-acceptance. This performance presents a powerful narrative and serves as a touching medium of social education, fostering empathy and awareness among the younger generation regarding HIV/AIDS issues. Abstrak. Penelitian ini membahas pesan edukasi kesehatan mental bagi pengidap HIV/AIDS (ODHIV) dalam pertunjukan kabaret “3Kata 2Hati 1Pita” yang ditampilkan pada ajang GyFestival 2024 di Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pesan edukasi kesehatan mental yang disampaikan melalui pertunjukan kabaret '3 Kata 2 Hati 1 Pita' dengan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure. Fokus utama terletak pada bagaimana simbol visual dan ekspresi teater menjadi media dalam mengkomunikasikan kondisi psikologis pengidap HIV/AIDS (ODHIV), serta bagaimana makna sosial dibangun dari setiap elemen pertunjukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme dan metode analisis semiotika Ferdinand de Saussure yang membagi tanda menjadi signifier (penanda) dan signified (petanda), serta menelusuri konstruksi realitas sosial dan estetika teater sebagai medium komunikasi. Teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan pendekatan signifier dan signified. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertunjukan kabaret mampu menyampaikan pesan moral yang kuat, membangun empati, dan mempengaruhi persepsi penonton terhadap ODHIV. Estetika visual, musik, dan dialog yang dibawakan berhasil menciptakan pengalaman emosional dan intelektual yang berdampak pada pemahaman sosial. Elemen visual dan simbolik seperti syal merah, obat ARV, pencahayaan, musik, serta gerak tubuh dan ekspresi emosional para aktor berfungsi sebagai penanda kondisi psikologis pengidap ODHIV. Makna-makna yang terkandung mencerminkan trauma, stigma, rasa takut, serta harapan untuk pemulihan dan penerimaan diri. Pertunjukan ini menghadirkan narasi yang kuat dan menjadi media edukasi sosial yang menyentuh dalam membentuk empati dan pemahaman generasi muda terhadap isu HIV/AIDS.

Bandung Conference Series Communication ManagementVol. 5(2)
Bandung Islamic University (ID)
Openalex Percentile: Top 76%
Educational Research and Methods
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.