Pelayanan Melalui Aktivitas Komunikasi Interpersonal (Studi Kasus Komunikasi Interpersonal Yang Dilakukan 1994 Coffee and Creative Space Dago Kepada Customer Melalui Program Open Bar)

Abstract. Service is a crucial factor in building customer satisfaction and loyalty, particularly in the food and beverage industry. Interpersonal communication plays a significant role in creating a personalized experience between staff and customers. This study focuses on how 1994 Coffee and Creative Space, a café in Bandung that promotes a 90s hangout-style concept, implements interpersonal communication as a service strategy. The study used a qualitative case study approach to collect data through interviews, observation, and documentation. This method allows researchers to fully understand the communication context through interviews, observation, and documentation. Interviews explore the direct experiences of communication actors, observations capture the dynamics of interactions in the field, and documentation supports the validity of the data. With this approach, researchers can explain how interpersonal communication plays a role in service delivery in greater depth and context. The results show that café staff, the majority of whom are students, are trained to build closer relationships with customers through in-depth conversations and a personal approach. This helps them better understand customer needs and expectations. These findings contribute to understanding the importance of interpersonal communication in improving service quality and building customer loyalty in the café business sector.. Abstrak. Pelayanan menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepuasan dan loyalitas pelanggan, khususnya di industri makanan dan minuman. Komunikasi interpersonal berperan besar dalam menciptakan pengalaman yang personal antara staf dan pelanggan. Penelitian ini berfokus pada bagaimana 1994 Coffee and Creative Space, sebuah café di Bandung yang mengusung konsep gaya nongkrong tahun 90-an, menerapkan komunikasi interpersonal sebagai strategi dalam memberikan pelayanan, Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif Pendekatan studi kasus pengumpulan data melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi karena Metode ini memungkinkan peneliti untuk memahami konteks komunikasi secara utuh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara menggali pengalaman langsung dari pelaku komunikasi, observasi menangkap dinamika interaksi di lapangan, dan dokumentasi mendukung validitas data. Dengan pendekatan ini, peneliti dapat menjelaskan bagaimana komunikasi interpersonal berperan dalam pelayanan secara lebih mendalam dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa staf café, yang mayoritas merupakan mahasiswa, dilatih untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan melalui percakapan yang mendalam dan pendekatan personal. Hal ini membantu mereka memahami kebutuhan serta harapan pelanggan secara lebih baik. Temuan ini memberikan kontribusi dalam memahami pentingnya komunikasi interpersonal dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta membangun loyalitas pelanggan di sektor usaha café.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Bandung Conference Series Communication Management
Published
2025-08-07
DOI
https://doi.org/10.29313/bcscm.v5i2.20285
Primary Topic
Employee Performance and Motivation
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Pelayanan Melalui Aktivitas Komunikasi Interpersonal (Studi Kasus Komunikasi Interpersonal Yang Dilakukan 1994 Coffee and Creative Space Dago Kepada Customer Melalui Program Open Bar)

Muhammad Iqbal Lutfi Fajar, Mohamad Subur Drajat
Bandung Conference Series Communication Management
Employee Performance and Motivation
article

Pelayanan Melalui Aktivitas Komunikasi Interpersonal (Studi Kasus Komunikasi Interpersonal Yang Dilakukan 1994 Coffee and Creative Space Dago Kepada Customer Melalui Program Open Bar)

Muhammad Iqbal Lutfi Fajar, Mohamad Subur Drajat
article en

Abstract

Abstract. Service is a crucial factor in building customer satisfaction and loyalty, particularly in the food and beverage industry. Interpersonal communication plays a significant role in creating a personalized experience between staff and customers. This study focuses on how 1994 Coffee and Creative Space, a café in Bandung that promotes a 90s hangout-style concept, implements interpersonal communication as a service strategy. The study used a qualitative case study approach to collect data through interviews, observation, and documentation. This method allows researchers to fully understand the communication context through interviews, observation, and documentation. Interviews explore the direct experiences of communication actors, observations capture the dynamics of interactions in the field, and documentation supports the validity of the data. With this approach, researchers can explain how interpersonal communication plays a role in service delivery in greater depth and context. The results show that café staff, the majority of whom are students, are trained to build closer relationships with customers through in-depth conversations and a personal approach. This helps them better understand customer needs and expectations. These findings contribute to understanding the importance of interpersonal communication in improving service quality and building customer loyalty in the café business sector.. Abstrak. Pelayanan menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepuasan dan loyalitas pelanggan, khususnya di industri makanan dan minuman. Komunikasi interpersonal berperan besar dalam menciptakan pengalaman yang personal antara staf dan pelanggan. Penelitian ini berfokus pada bagaimana 1994 Coffee and Creative Space, sebuah café di Bandung yang mengusung konsep gaya nongkrong tahun 90-an, menerapkan komunikasi interpersonal sebagai strategi dalam memberikan pelayanan, Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif Pendekatan studi kasus pengumpulan data melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi karena Metode ini memungkinkan peneliti untuk memahami konteks komunikasi secara utuh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara menggali pengalaman langsung dari pelaku komunikasi, observasi menangkap dinamika interaksi di lapangan, dan dokumentasi mendukung validitas data. Dengan pendekatan ini, peneliti dapat menjelaskan bagaimana komunikasi interpersonal berperan dalam pelayanan secara lebih mendalam dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa staf café, yang mayoritas merupakan mahasiswa, dilatih untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan melalui percakapan yang mendalam dan pendekatan personal. Hal ini membantu mereka memahami kebutuhan serta harapan pelanggan secara lebih baik. Temuan ini memberikan kontribusi dalam memahami pentingnya komunikasi interpersonal dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta membangun loyalitas pelanggan di sektor usaha café.

Bandung Conference Series Communication ManagementVol. 5(2)
Bandung Islamic University (ID)
Openalex Percentile: Top 75%
Employee Performance and Motivation
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.