Usulan Perbaikan Kualitas Produk Buku Menggunakan SQC dan FMEA di PT.XX
Abstract. PT. XX is a book printing company facing a high number of defective products due to the lack of comprehensive quality control across its production processes. Based on data from January to September 2024, the highest defect rate occurred in January at 4.63%, while the lowest was in July at 2.59%. This study aims to identify the dominant causes of product defects and propose corrective actions. The methods used include Statistical Quality Control (SQC) to identify defect types and root causes, and Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) to evaluate the potential risk of each failure. The results show the most frequent defect was dirty paper (35%), followed by blurry printing (29%), folding defects (23%), and glue defects (13%). Contributing factors included human error, poor material quality, aging machinery, suboptimal environmental conditions, and the absence of standardized work procedures. The highest Risk Priority Number (RPN) was recorded for dirty paper (384), followed by blurry printing (245), folding defects (180), and glue defects (175). Improvement recommendations were developed using the 5W+1H method, including operator training, ink monitoring, machine maintenance, and SOP development. Implementing these strategies is expected to reduce the defect rate and improve overall product quality sustainably. Abstrak. PT. XX merupakan perusahaan industri percetakan buku yang menghadapi permasalahan tingginya jumlah produk cacat akibat belum diterapkannya pengendalian kualitas secara menyeluruh pada setiap proses produksi. Berdasarkan data periode Januari hingga September 2024, tingkat kecacatan tertinggi terjadi pada bulan Januari sebesar 4,63%, dan terendah pada bulan Juli sebesar 2,59%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab dominan dari kecacatan produk serta memberikan usulan perbaikan. Metode yang digunakan meliputi Statistical Quality Control (SQC) untuk mengidentifikasi jenis dan penyebab kecacatan, serta Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengevaluasi potensi risiko kegagalan. Hasil menunjukkan jenis kecacatan tertinggi adalah kertas kotor (35%), diikuti tulisan berbayang (29%), cacat lipatan (23%), dan cacat lem (13%). Faktor penyebab berasal dari manusia, material, mesin, lingkungan, dan metode kerja. Nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi tercatat pada kertas kotor (384), kemudian tulisan berbayang (245), cacat lipatan (180), dan cacat lem (175). Usulan perbaikan disusun dengan pendekatan 5W+1H seperti pelatihan operator, pengawasan tinta, perawatan mesin, dan penyusunan SOP. Implementasi usulan ini diharapkan dapat menurunkan tingkat kecacatan dan meningkatkan kualitas produk secara berkelanjutan.
Authors
- Dewi Shofi Mulyati
- Rakhmat Ceha
- Putri Auliani Fitri
Institutions
- Bandung Islamic University (ID)
Publication Details
- Journal
- Bandung Conference Series Industrial Engineering Science
- Published
- 2025-08-04
- DOI
- https://doi.org/10.29313/bcsies.v5i2.20573
- Primary Topic
- Management and Optimization Techniques
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00