Adaptasi dan Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa Bandung di UNSOED Purwokerto
Abstract. Students are in diaspora to continue their studies at universities that are considered more qualified than in their home regions. Students from Bandung who travel to Purwokerto to study at Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) face adaptation and intercultural communication challenges due to differences in language, norms, and habits that trigger culture. By using qualitative method and phenomenological approach, this research focuses on (1) What are the intercultural communication barriers experienced by students from Bandung at UNSOED Purwokerto? (2) How do students from Bandung overcome communication barriers between Sundanese culture and Purwokerto local culture? (3) How do students from Bandung interpret cultural differences in interaction with local people. Data were collected through interviews, observations, and documentation from three Bandung students who studied more than one year at UNSOED. The results show that communication barriers arise due to cultural differences, including differences in language, social norms, and local community habits. They overcome them by using Indonesian, utilizing local friends as translators, and learning ngapak Javanese culture and language. Cultural differences are interpreted as opportunities to improve and strengthen Sundanese identity without rejecting local culture, fostering tolerance, and appreciating cultural diversity. Abstrak. Mahasiswa berdiaspora untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi yang dinilai lebih berkualitas dibandingkan di daerah asalnya. Mahasiswa asal Bandung yang berdiaspora ke Purwokerto untuk studi di Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) menghadapi tantangan adaptasi dan komunikasi antarbudaya akibat perbedaan bahasa, norma, dan kebiasaan yang memicu terjadinya culture. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi, penelitian ini berfokus pada (1) Apa hambatan komunikasi antarbudaya yang dialami mahasiswa asal Bandung di UNSOED Purwokerto? (2) Bagaimana mahasiswa asal Bandung mengatasi hambatan komunikasi antara budaya Sunda dan budaya lokal Purwokerto? (3) Bagaimana mahasiswa asal Bandung memaknai perbedaan budaya dalam interaksi dengan masyarakat lokal. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dari tiga mahasiswa Bandung yang berkuliah lebih dari satu tahun di UNSOED. Hasil penelitian menunjukkan hambatan komunikasi muncul akibat perbedaan budaya, meliputi perbedaan bahasa, norma sosial, dan kebiasaan masyarakat lokal. Mereka mengatasinya dengan penggunaan bahasa Indonesia, memanfaatkan teman lokal sebagai penerjemah, dan mempelajari budaya serta bahasa Jawa ngapak. Perbedaan budaya dimaknai sebagai peluang meningkatkan dan memperkuat identitas Sunda tanpa menolak budaya lokal, menumbuhkan toleransi, dan menghargai keragaman budaya.
Authors
- Tia Muthiah Umar (ORCID: https://orcid.org/0000-0002-9329-441X)
- Cut Hana Salsabila Jananti
Institutions
- Bandung Islamic University (ID)
Publication Details
- Journal
- Bandung Conference Series Public Relations
- Published
- 2025-08-03
- DOI
- https://doi.org/10.29313/bcspr.v5i2.19629
- Primary Topic
- Educational Research and Methods
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00