Pengaruh Struktur Geologi terhadap Getaran Peledakan di CV Panghegar Purwakarta Desa Cilalawi dan Linggungung, Kecamatan Sukatani Dan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat
Abstract. CV Panghegar is an andesite stone mining company that uses blasting methods for rock fragmentation. One of the negative impacts of blasting is ground vibration caused by seismic waves, which can affect nearby infrastructure, such as the Jakarta–Bandung High-Speed Railway. These vibrations are influenced by wave propagation velocity and the characteristics of the medium, including geological structures. This study aims to analyze Peak Particle Acceleration (PPA) values, evaluate the influence of geological structures on vibration attenuation, and develop a predictive model using the Scaled Distance (USBM) approach. The methods used include linear-logarithmic regression analysis and comparison between SD and PPA values. Data were collected through vibration measurements using Minimate and Micromate devices and joint mapping using the scanline method. Results show that actual PPA values range from 0.01 to 0.41 g, with the highest values recorded in the longitudinal direction. PPA tends to decrease with increasing distance from the blast center and is influenced by joint orientation. Geological structures aligned with wave propagation increase PPA, while intersecting structures tend to attenuate vibrations. The predictive model demonstrates a good level of agreement with actual field data. Abstrak. CV Panghegar merupakan perusahaan tambang batu andesit yang menggunakan metode peledakan untuk fragmentasi batuan. Salah satu dampak negatif dari peledakan adalah getaran tanah yang ditimbulkan oleh gelombang seismik, yang dapat memengaruhi infrastruktur di sekitarnya, seperti jalur Kereta Cepat Indonesia–China. Getaran tersebut dipengaruhi oleh kecepatan rambat gelombang dan kondisi medium, termasuk struktur geologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai Peak Particle Acceleration (PPA), pengaruh struktur geologi terhadap redaman getaran, serta menyusun model prediksi menggunakan pendekatan Scaled Distance (USBM). Metode yang digunakan meliputi analisis regresi linier-logaritmik serta perbandingan antara nilai SD dan PPA. Data diperoleh melalui pengukuran getaran menggunakan Minimate dan Micromate serta pemetaan kekar dengan metode scanline. Hasil menunjukkan nilai PPA aktual berkisar 0,01–0,41 g, tertinggi pada arah longitudinal. Nilai PPA menurun seiring bertambahnya jarak dan dipengaruhi orientasi kekar. Struktur yang searah rambat gelombang meningkatkan PPA, sedangkan yang berpotongan meredamnya. Model prediktif menunjukkan tingkat kesesuaian yang baik terhadap data aktual.
Authors
- Zaenal
- Erlanda Alfansa Asidqi
- Yuliadi
Institutions
- Bandung Islamic University (ID)
Publication Details
- Journal
- Bandung Conference Series Mining Engineering
- Published
- 2025-08-07
- DOI
- https://doi.org/10.29313/bcsme.v5i2.20409
- Primary Topic
- Geological and Geophysical Studies
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00