Hubungan Penggunaan Love Language Dengan Kualitas Komunikasi Interpersonal Antara Anak Dan Orang Tua (Studi Korelasional dalam Membangun Kedekatan Emosional Dikalangan Pelajar MAN Bandung Barat)

Abstract. Middle adolescence (15–18 years) is an important period in an individual's social and emotional development, where adolescents begin to find their identity and establish meaningful relationships. One important factor in this process is emotional closeness with parents. This study aims to determine the relationship between the use of Love Language and the quality of interpersonal communication between children and parents. The study was conducted quantitatively using quota sampling techniques on 124 students of MAN West Bandung. The instrument used was a questionnaire with 22 Likert-scale statement items. Data were analyzed using validity, reliability, frequency distribution, and Spearman Rho correlation tests. The results showed a strong and significant relationship between the use of Love Language and the quality of interpersonal communication, with a correlation coefficient value of 0.754 (p <0.001). This finding indicates that the higher the application of Love Language, the better the quality of interpersonal communication that is built. This study supports Gary Chapman's theory on the role of Love Language in creating effective communication and strengthening emotional closeness in family relationships. Abstrak. Masa remaja pertengahan (15–18 tahun) merupakan masa penting dalam perkembangan sosial dan emosional individu, dimana remaja mulai mencari jati diri dan menjalin hubungan yang bermakna. Salah satu faktor penting dalam proses ini adalah kedekatan emosional dengan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan Bahasa Cinta dengan kualitas komunikasi interpersonal anak dan orang tua. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan teknik quota sampling terhadap 124 siswa MAN Bandung Barat. Instrumen yang digunakan berupa angket dengan 22 item pernyataan berskala likert. Data dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, distribusi frekuensi, dan korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan signifikan antara penggunaan Bahasa Cinta dengan kualitas komunikasi interpersonal, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,754 (p<0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi penerapan Bahasa Cinta maka semakin baik pula kualitas komunikasi interpersonal yang terbangun. Penelitian ini mendukung teori Gary Chapman tentang peran Bahasa Cinta dalam menciptakan komunikasi efektif dan memperkuat kedekatan emosional dalam hubungan keluarga.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Bandung Conference Series Communication Management
Published
2025-08-07
DOI
https://doi.org/10.29313/bcscm.v5i2.20743
Primary Topic
Language Acquisition and Education
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Hubungan Penggunaan Love Language Dengan Kualitas Komunikasi Interpersonal Antara Anak Dan Orang Tua (Studi Korelasional dalam Membangun Kedekatan Emosional Dikalangan Pelajar MAN Bandung Barat)

Oji Kurniadi, Saniah Fitriyani
Bandung Conference Series Communication Management
Language Acquisition and Education
article

Hubungan Penggunaan Love Language Dengan Kualitas Komunikasi Interpersonal Antara Anak Dan Orang Tua (Studi Korelasional dalam Membangun Kedekatan Emosional Dikalangan Pelajar MAN Bandung Barat)

Oji Kurniadi, Saniah Fitriyani
article en

Abstract

Abstract. Middle adolescence (15–18 years) is an important period in an individual's social and emotional development, where adolescents begin to find their identity and establish meaningful relationships. One important factor in this process is emotional closeness with parents. This study aims to determine the relationship between the use of Love Language and the quality of interpersonal communication between children and parents. The study was conducted quantitatively using quota sampling techniques on 124 students of MAN West Bandung. The instrument used was a questionnaire with 22 Likert-scale statement items. Data were analyzed using validity, reliability, frequency distribution, and Spearman Rho correlation tests. The results showed a strong and significant relationship between the use of Love Language and the quality of interpersonal communication, with a correlation coefficient value of 0.754 (p <0.001). This finding indicates that the higher the application of Love Language, the better the quality of interpersonal communication that is built. This study supports Gary Chapman's theory on the role of Love Language in creating effective communication and strengthening emotional closeness in family relationships. Abstrak. Masa remaja pertengahan (15–18 tahun) merupakan masa penting dalam perkembangan sosial dan emosional individu, dimana remaja mulai mencari jati diri dan menjalin hubungan yang bermakna. Salah satu faktor penting dalam proses ini adalah kedekatan emosional dengan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan Bahasa Cinta dengan kualitas komunikasi interpersonal anak dan orang tua. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan teknik quota sampling terhadap 124 siswa MAN Bandung Barat. Instrumen yang digunakan berupa angket dengan 22 item pernyataan berskala likert. Data dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, distribusi frekuensi, dan korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan signifikan antara penggunaan Bahasa Cinta dengan kualitas komunikasi interpersonal, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,754 (p<0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi penerapan Bahasa Cinta maka semakin baik pula kualitas komunikasi interpersonal yang terbangun. Penelitian ini mendukung teori Gary Chapman tentang peran Bahasa Cinta dalam menciptakan komunikasi efektif dan memperkuat kedekatan emosional dalam hubungan keluarga.

Bandung Conference Series Communication ManagementVol. 5(2)
Bandung Islamic University (ID)
Openalex Percentile: Top 77%
Language Acquisition and Education
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.