Pemaknaan Guru Mengenai Pentingnya Komunikasi Interpersonal Kepada Siswa untuk Mengantisipasi Gangguan Mental

Abstract. The high rate of mental health issues among adolescents in West Java highlights the strategic role of schools in addressing the problem, particularly through guidance and counseling services. The quality of these services depends on how school counselors (BK teachers) interpret and engage in interpersonal communication with students. This study uses a qualitative method with Alfred Schutz’s phenomenological approach, employing interviews, observations, and document analysis. The findings reveal that the "because of" motives behind BK teachers’ communication are influenced by personal experiences, habits, and social awareness developed since adolescence. Meanwhile, the "in order to" motives include the desire to help students, fulfill professional responsibilities, and build trust. These factors shape various interpretations of interpersonal communication. In practice, BK teachers also apply a gradual approach aligned with Social Penetration Theory, supported by effective verbal and non-verbal communication. Abstrak. Tingginya angka gangguan mental pada remaja di Jawa Barat menjadikan sekolah sebagai ruang strategis untuk penanganannya, salah satunya melalui layanan bimbingan konseling. Kualitas layanan ini bergantung pada bagaimana guru BK memaknai komunikasi interpersonal dengan siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz, serta teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif sebab guru BK dalam berkomunikasi dipengaruhi oleh pengalaman pribadi, kebiasaan, dan kesadaran sosial sejak remaja. Sementara itu, motif tujuan meliputi keinginan membantu siswa, menjalankan tanggung jawab, dan membangun kepercayaan. Temuan ini membentuk beragam pemaknaan terhadap komunikasi interpersonal. Dalam praktiknya, guru BK juga menerapkan pendekatan bertahap sesuai Teori Penetrasi Sosial dengan dukungan komunikasi verbal dan non-verbal yang efektif.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Bandung Conference Series Communication Management
Published
2025-08-04
DOI
https://doi.org/10.29313/bcscm.v5i2.20414
Primary Topic
Mental Health and Well-being
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Pemaknaan Guru Mengenai Pentingnya Komunikasi Interpersonal Kepada Siswa untuk Mengantisipasi Gangguan Mental

Firmansyah, Sulthan Kinan Gholib
Bandung Conference Series Communication Management
Mental Health and Well-being
article

Pemaknaan Guru Mengenai Pentingnya Komunikasi Interpersonal Kepada Siswa untuk Mengantisipasi Gangguan Mental

Firmansyah, Sulthan Kinan Gholib
article en

Abstract

Abstract. The high rate of mental health issues among adolescents in West Java highlights the strategic role of schools in addressing the problem, particularly through guidance and counseling services. The quality of these services depends on how school counselors (BK teachers) interpret and engage in interpersonal communication with students. This study uses a qualitative method with Alfred Schutz’s phenomenological approach, employing interviews, observations, and document analysis. The findings reveal that the "because of" motives behind BK teachers’ communication are influenced by personal experiences, habits, and social awareness developed since adolescence. Meanwhile, the "in order to" motives include the desire to help students, fulfill professional responsibilities, and build trust. These factors shape various interpretations of interpersonal communication. In practice, BK teachers also apply a gradual approach aligned with Social Penetration Theory, supported by effective verbal and non-verbal communication. Abstrak. Tingginya angka gangguan mental pada remaja di Jawa Barat menjadikan sekolah sebagai ruang strategis untuk penanganannya, salah satunya melalui layanan bimbingan konseling. Kualitas layanan ini bergantung pada bagaimana guru BK memaknai komunikasi interpersonal dengan siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz, serta teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif sebab guru BK dalam berkomunikasi dipengaruhi oleh pengalaman pribadi, kebiasaan, dan kesadaran sosial sejak remaja. Sementara itu, motif tujuan meliputi keinginan membantu siswa, menjalankan tanggung jawab, dan membangun kepercayaan. Temuan ini membentuk beragam pemaknaan terhadap komunikasi interpersonal. Dalam praktiknya, guru BK juga menerapkan pendekatan bertahap sesuai Teori Penetrasi Sosial dengan dukungan komunikasi verbal dan non-verbal yang efektif.

Bandung Conference Series Communication ManagementVol. 5(2)
Bandung Islamic University (ID)
Openalex Percentile: Top 71%
Mental Health and Well-being
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.