Komunikasi Guru Sebagai Upaya Advokasi Literasi di Sekolah
Abstract. This research aims to analyze the role of teacher interpersonal communication as an advocacy effort for student literacy at the elementary school level, particularly at SD Negeri 1 Kertamulya. The background of this research is based on the low literacy skills of students, as evidenced by their lack of reading interest, limited comprehension, and difficulty in processing information. A qualitative approach with a case study method is employed, collecting data through interviews, observations, and documentation. The research focuses on the teacher’s role as an advocate in reading corcer activities, the implementation of literacy learning through interpersonal communication, and student motivation as an outcome of teacher communication. The results indicate that teachers act as advocates, motivators, and facilitators in reading corner activities through the organization of reading spaces, book updates, and personal guidance. Teachers' interpersonal communication strategies, including the functions of to learn, to relate, to influence, to help, and to play, contribute to building emotional closeness and motivating students. Reading corner activities have been proven to increase students’ interest, reading comprehension, and participation in fostering a sustainable literacy culture in elementary schools. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi interpersonal guru sebagai upaya advokasi literasi siswa di tingkat pendidikan sekolah dasar (SD), khususnya di SD Negeri 1 Kertamulya. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya kemampuan literasi siswa, yang terlihat dari rendahnya minat baca, keterbatasan pemahaman, dan sulitnya siswa mengolah informasi. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan dalam penelitian ini, dengan mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian berfokus pada peran guru sebagai advokator dalam kegiatan pojok baca, upaya pelaksanaan pembelajaran literasi oleh guru menggunakan komunikasi interpersonal, serta motivasi siswa sebagai dampak dari komunikasi guru. Hasil menunjukkan bahwa guru berperan sebagai advokator, motivator, dan fasilitator dalam kegiatan pojok baca, melalui penataan ruang baca, pembaruan buku, serta bimbingan personal. Strategi komunikasi interpersonal guru, meliputi fungsi to learn, to relate, to influence, to help, dan to play, berkontribusi dalam membangun kedekatan emosional dan memotivasi siswa. Kegiatan pojok baca terbukti meningkatkan minat, pemahaman bacaan, serta partisipasi siswa dalam menciptakan budaya literasi yang berkelanjutan di sekolah dasar.
Authors
- Nazla Amyra Putri
- Maya Amalia Oesman Palapah
Institutions
- Bandung Islamic University (ID)
Publication Details
- Journal
- Bandung Conference Series Public Relations
- Published
- 2025-08-04
- DOI
- https://doi.org/10.29313/bcspr.v5i2.20626
- Primary Topic
- Education and Communication Studies
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00