Penggunaan Metode Analytical Hierarchy Process Guna Meningkatkan Target Produksi di PT Tarabatuh Manunggal
Abstract – This study was conducted at PT. Tarabatuh Manunggal, a private company engaged in andesite mining in Cikutamahi Village, Cariu District, Bogor Regency, West Java. Actual production reached 136,522 tons, below the target of 170,000 tons. The research aims to evaluate the mining work sequence blasting, loading, hauling, and dumping to identify bottlenecks and propose productivity improvements. The Analytical Hierarchy Process (AHP) was applied using data on cycle time, haul road conditions, operator skills, and equipment performance. The main issue was identified in haul road segments 5–8, where road geometry and surface conditions slowed hauling equipment. Recommended improvements include optimizing cross slope, superelevation, and road surfacing to reduce rimpull and rolling resistance. After improvements, loaded travel time decreased by 2–3 minutes, and empty return time by 1–2 minutes. AHP analysis of questionnaire data highlighted road conditions and operator skills as key limiting factors. The study concludes that optimizing truck cycle time and improving haul roads can significantly increase productivity, with recommendations for routine road maintenance, operator training, and continuous equipment monitoring. Abstrak – Penelitian ini dilakukan di PT. Tarabatuh Manunggal, perusahaan swasta yang bergerak di bidang penambangan batu andesit, berlokasi di Desa Cikutamahi, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Produksi aktual mencapai 136.522 ton, lebih rendah dari target perusahaan sebesar 170.000 ton. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi rangkaian kerja penambangan—peledakan, pemuatan, pengangkutan, dan pembuangan—untuk mengidentifikasi hambatan produksi dan memberikan usulan peningkatan produktivitas. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan dengan memanfaatkan data waktu siklus, kondisi jalan angkut, keterampilan operator, dan kinerja alat gali, muat, serta angkut. Permasalahan utama ditemukan pada ruas jalan angkut 5–8, di mana geometri dan kondisi permukaan jalan menyebabkan perlambatan alat angkut. Rekomendasi perbaikan meliputi pengaturan kemiringan melintang, superelevasi, dan perkerasan jalan guna mengurangi rimpull dan rolling resistance. Setelah perbaikan, waktu tempuh muatan berkurang 2–3 menit dan waktu kembali kosong 1–2 menit. Analisis kuesioner melalui AHP menunjukkan kondisi jalan dan keterampilan operator sebagai faktor pembatas utama. Penelitian menyimpulkan bahwa optimalisasi waktu siklus truk dan perbaikan jalan angkut dapat meningkatkan produktivitas, dengan rekomendasi pemeliharaan jalan rutin, pelatihan operator, dan pemantauan berkala peralatan.
Authors
- Indra Karna Wijaksana (ORCID: https://orcid.org/0000-0001-5146-9819)
- Dono Guntoro (ORCID: https://orcid.org/0000-0002-5748-0338)
- Helmi Raditia
Institutions
- Bandung Islamic University (ID)
Publication Details
- Journal
- Bandung Conference Series Mining Engineering
- Published
- 2025-08-07
- DOI
- https://doi.org/10.29313/bcsme.v5i2.20510
- Primary Topic
- Management and Optimization Techniques
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00