Potret Literasi Berita Generasi X pada Platform TikTok
Abstract. This study explores the behavior of pre-elderly individuals (Generation X) in Bandung in consuming news via TikTok and their ability to distinguish facts from hoaxes. Interestingly, despite TikTok being known as a Gen Z platform, many pre-elderly users use it for both information and entertainment. The study aims to uncover why they choose TikTok, assess their news literacy, and understand how they verify information.Using a constructivist paradigm, this qualitative research employed a case study method, with data gathered through in-depth interviews with pre-elderly TikTok users in Bandung.Findings show that pre-seniors use TikTok to access entertainment, current information, and practical content. They find the platform easy to use and appreciate its fast-paced content delivery. Although they are aware of misinformation risks, they apply strategies to verify content, such as discussing with family, relying on verified accounts and mainstream media, and cross-checking across sources.The study concludes that pre-elderly individuals demonstrate strong adaptability to digital platforms. They are active participants in seeking information and developing news literacy through life experience, social networks, and continuous learning. This research provides insight into Generation X's digital media behavior and its broader implications for media literacy and the well-being of older adults. Abstrak. Penelitian ini mengkaji perilaku pra-lansia (generasi X) di Kota Bandung dalam mengonsumsi berita melalui TikTok serta pemahaman mereka terhadap literasi berita, khususnya dalam membedakan fakta dan hoaks. Meskipun TikTok dikenal sebagai platform generasi Z, pra-lansia juga memanfaatkannya sebagai sumber informasi dan hiburan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan mereka menggunakan TikTok, memahami kemampuan literasi berita mereka, serta cara mereka memverifikasi informasi. Menggunakan paradigma konstruktivisme dengan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengguna TikTok pra-lansia di Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pra-lansia menggunakan TikTok untuk hiburan, informasi terkini, dan tips praktis. Mereka menilai TikTok mudah diakses dan cepat dalam menyajikan konten. Meski demikian, mereka tetap kritis terhadap informasi yang diterima dan menerapkan strategi verifikasi seperti berkonsultasi dengan keluarga, mempercayai akun terverifikasi dan media arus utama, serta membandingkan informasi dari berbagai sumber. Kesimpulannya, pra-lansia di Bandung mampu beradaptasi dengan baik dalam penggunaan platform digital. Mereka aktif mencari informasi dan memiliki kemampuan literasi berita yang terbentuk melalui pengalaman, lingkungan sosial, dan semangat belajar yang tinggi.
Authors
- Muhammad Zikrullah Hasan
- Ratri Rizki Kusumalestari
Institutions
- Bandung Islamic University (ID)
Publication Details
- Journal
- Bandung Conference Series Communication Management
- Published
- 2025-08-04
- DOI
- https://doi.org/10.29313/bcscm.v5i2.20681
- Primary Topic
- Educational Methods and Impacts
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00